icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta di Musim Semi

Bab 6 Tulisan di Halaman Ketiga

Jumlah Kata:642    |    Dirilis Pada: 15/11/2025

ra, ia kembali duduk di meja makan. Buku catatan ibunya tergeletak di depan, seperti sebuah pintu yang menunggu u

pi tetap ada dalam jangkauan. Perannya tak pernah memaksa;

ka halaman

adat kali ini, seperti curahan hat

Tuhan, dan satu orang lagi yang tahu. Kesalahan yang mem

ara mulai

un. Ia hanya mencondongkan sedikit tubuhnya, menunjukk

lanjutka

aku tidak jujur sepenuhnya. Ada masa kelam yang tidak pernah ku

hidup ibunya tidak selalu mudah, tetapi ia

ni dari anakku. Tapi aku takut... Amara tidak akan me

tup buku i

atanya dengan suara yan

, Daffa berdiri dan

-

ari pepohonan di sepanjang jalan kecil itu

uk dirinya sendiri. Daffa berhenti bebera

esuatu?" Amara ber

ab Daffa, su

ar yang disimpan orang tuamu...

perlahan. "Aku...

a me

a ayah pergi. Dia bilang ayah sudah tidak peduli. Padahal... ayah pergi karena masalah y

au tahu?" t

ian aku sadar, orang tua... manusia biasa. Mereka takut. Mereka m

sakan mata

n. "Aku tidak tahu apakah ibu

erita," kata Daffa halus. "Jangan meny

utup buku itu untuk selamanya dan kembali menjadi perempuan yang ia pah

" panggil

H

tak

kata, "Wajar. Siapa pun akan takut menemuka

at ibuku dengan cara yang sama,

idak memeluk. Tidak menyentuh. Hanya berdiri

n cinta itu tidak hilang hanya karena

ta. Angin pagi m

i tempat yang lebih dalam. "Aku tidak tahu

b Daffa, lembut tapi mantap

gantung di udara.

akhirnya kembali masuk ke rumah. Buku itu masih me

n ia temukan selanjutnya, h

ejak pulang ke Kaliurang, i

rang berdiri

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta di Musim Semi
Cinta di Musim Semi
“Ketika surat dari masa lalu mengetuk pintu, Amara harus memilih: mempertahankan kehidupannya di kota, atau pulang untuk membuka rahasia yang mungkin merobek segala hal. Di tengah hujan dan foto-foto lama, dia bertemu Rendra - lelaki yang pernah pergi - dan Daffa - fotografer yang hadir tanpa diminta. Sebuah cerita tentang luka, penebusan, dan keberanian untuk percaya lagi. Apakah kebenaran akan menyembuhkan atau justru menambah beban?”
1 Bab 1 1. Pulang2 Bab 2 Jalan Kaliurang3 Bab 3 Ruang yang Pernah Ditinggalkan4 Bab 4 Di Antara Foto-Foto yang Tidak Pernah Selesai5 Bab 5 Halaman Pertama yang Terbuka6 Bab 6 Tulisan di Halaman Ketiga7 Bab 7 Di Balik Nama-Nama yang Tersembunyi8 Bab 8 Hampir saja9 Bab 9 Pilihan dalam Diam10 Bab 10 Rumah Enggak Kosong11 Bab 11 Cerita Mulut yang Telah Lama Diam12 Bab 12 Setelah Tangis, Ada Ruang untuk Bernapas13 Bab 13 Bukan Rencana Awal14 Bab 14 Kota yang Terlihat Berbeda15 Bab 15 Jejak yang Mulai Tampak16 Bab 16 Langkah Pertama Menuju Jawaban Baru17 Bab 17 Nama yang Tidak Pernah Disebut18 Bab 18 Nama di Antara Bayang-Bayang19 Bab 19 Catatan yang Mengubah Segalanya20 Bab 20 Bayangan yang Mengikuti21 Bab 21 Ketika Masa Lalu22 Bab 22 Halaman yang Hampir Terlewat23 Bab 23 Nama yang Membuka Luka Baru24 Bab 24 Jejak Pertama yang Membawa ke Pintu Lain25 Bab 25 Darah Asing yang di Sembunyikan26 Bab 26 Rumah yang Tidak Lagi Dihuni27 Bab 27 Jejak di Antara Bayang-Bayang28 Bab 28 Pabrik yang Menyimpan Nafas Terakhir29 Bab 29 Rahasia yang Mengikis Rumah Sendiri30 Bab 30 Orang yang Tidak Pernah Masuk Daftar31 Bab 31 Pesan yang Tidak Pernah Sampai32 Bab 32 Kebenaran yang Tidak Pernah Diminta33 Bab 33 Orang yang Pernah Menyebut Karina Rumah34 Bab 34 Tempat Raka Bersembunyi untuk Terakhir Kali35 Bab 35 Pertemuan yang Seharusnya Tidak Mungkin Terjadi36 Bab 36 Api yang Tidak Bisa Dipadamkan