icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta di Musim Semi

Bab 3 Ruang yang Pernah Ditinggalkan

Jumlah Kata:718    |    Dirilis Pada: 15/11/2025

rak satu meja kopi di antara mereka-jarak yang sebetulnya tidak lebih jauh dari jarak yan

ndra. Suaranya pelan, seolah takut me

kan dirinya cukup stabil menghadapi percakapan ini. Nafasny

t setelah bertahun-tahun. Kau membuat ayah resah. Kau membu

Tapi aku tak bisa menghilang lagi tanpa mem

ra mendadak merasa

an sebuah buku kecil-buku catatan dengan sampul kulit yang sud

kaca-kaca. "Aku menyimpannya. Dan aku..

arinya-dingin, berbeda dari kenangan tangan hangat ibunya yang dulu sering menggenggam ta

kan ini padamu?" suara A

"Karena... hubungan kami t

secara perlahan mematikan kamera yang masih tergantung di lehernya. Ia tidak

mengerti,"

Bahkan setelah ia menikah dengan Haryo. Bukan hubungan terlarang seperti yang kau pikirkan," ia buru-buru menambahkan, "tapi pe

idakpastian menelan kakiny

ganggu. Aku merasa keberadaanku membuat keluargamu tidak stabil. Dan ketika ibumu-" ia berhenti sebentar,

ara mereka. Hanya suara h

ara bertanya, "Kalau begit

tu hal," katanya akhirnya. "Hal yang seharusn

uku catatan i

Semua alasan kenapa ibumu mempercayakan buku itu kepada

saat itu juga, tapi tangannya bergetar. Ada rasa takut yang menahan. Takut bahw

, suara Daffa muncul

but, "kau tidak perlu memaksa diri. Kebenaran tidak lari,

isa memahami apa yang ia rasakan tanpa harus bertanya terlalu banyak. Keh

k napas dalam. "Aku harus tahu sekar

a halaman

gan tinta yang beberapa sudah pudar. Ada tanggal, ada kalim

as seperti ia sendiri tidak siap dengan apa ya

mat pertama, dan seluru

temukan Amara... tapi lebih takut la

ngan cepat, matanya membe

lah menahan beban selama puluhan tahun. Mat

pelan. "Alasan k

rti benda yang bisa menguba

akan terbagi menjadi dua bagian-sebel

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta di Musim Semi
Cinta di Musim Semi
“Ketika surat dari masa lalu mengetuk pintu, Amara harus memilih: mempertahankan kehidupannya di kota, atau pulang untuk membuka rahasia yang mungkin merobek segala hal. Di tengah hujan dan foto-foto lama, dia bertemu Rendra - lelaki yang pernah pergi - dan Daffa - fotografer yang hadir tanpa diminta. Sebuah cerita tentang luka, penebusan, dan keberanian untuk percaya lagi. Apakah kebenaran akan menyembuhkan atau justru menambah beban?”
1 Bab 1 1. Pulang2 Bab 2 Jalan Kaliurang3 Bab 3 Ruang yang Pernah Ditinggalkan4 Bab 4 Di Antara Foto-Foto yang Tidak Pernah Selesai5 Bab 5 Halaman Pertama yang Terbuka6 Bab 6 Tulisan di Halaman Ketiga7 Bab 7 Di Balik Nama-Nama yang Tersembunyi8 Bab 8 Hampir saja9 Bab 9 Pilihan dalam Diam10 Bab 10 Rumah Enggak Kosong11 Bab 11 Cerita Mulut yang Telah Lama Diam12 Bab 12 Setelah Tangis, Ada Ruang untuk Bernapas13 Bab 13 Bukan Rencana Awal14 Bab 14 Kota yang Terlihat Berbeda15 Bab 15 Jejak yang Mulai Tampak16 Bab 16 Langkah Pertama Menuju Jawaban Baru17 Bab 17 Nama yang Tidak Pernah Disebut18 Bab 18 Nama di Antara Bayang-Bayang19 Bab 19 Catatan yang Mengubah Segalanya20 Bab 20 Bayangan yang Mengikuti21 Bab 21 Ketika Masa Lalu22 Bab 22 Halaman yang Hampir Terlewat23 Bab 23 Nama yang Membuka Luka Baru24 Bab 24 Jejak Pertama yang Membawa ke Pintu Lain25 Bab 25 Darah Asing yang di Sembunyikan26 Bab 26 Rumah yang Tidak Lagi Dihuni27 Bab 27 Jejak di Antara Bayang-Bayang28 Bab 28 Pabrik yang Menyimpan Nafas Terakhir29 Bab 29 Rahasia yang Mengikis Rumah Sendiri30 Bab 30 Orang yang Tidak Pernah Masuk Daftar31 Bab 31 Pesan yang Tidak Pernah Sampai32 Bab 32 Kebenaran yang Tidak Pernah Diminta33 Bab 33 Orang yang Pernah Menyebut Karina Rumah34 Bab 34 Tempat Raka Bersembunyi untuk Terakhir Kali35 Bab 35 Pertemuan yang Seharusnya Tidak Mungkin Terjadi36 Bab 36 Api yang Tidak Bisa Dipadamkan