icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan

Bab 2 

Jumlah Kata:818    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

uara direktur itu terdengar hangat di seberang telepon. "Tapi kamu mengerti p

Itulah yang kubutuhkan.

ntukmu," janjinya. "Beri tahu

ah harapan menembus rasa kebas

on dan langsung p

rasi di atas meja. Sebuah foto berbingkai kami di hari pernikahan di atas perapian, lengannya melingkar erat di sek

rasa jijik

keping di dasar kantong. Bingkai foto menyusul, kacanya retak. Aku merobek setiap foto kami dari bingkainya, menyobeknya menjadi potongan-potonga

enyeretnya ke pinggir jalan, api amara

ng menjadi milikku. Aku mengatur sebuah perusahaan pengiriman untuk mengambil

k pulang

. Dia meletakkan tas kerjanya dan menarikku ke dalam pel

damu," gumamnya di rambutku,

r dan manis di kemejanya. Yang bisa kubayangkan hanyalah dia menggend

diriku keluar

oleh ekspresi khawatir. "Ada a

saja," kataku

saknya, alisnya berkerut. "Apa

sebagai suami yang peduli dengan begitu sempurna, bahk

t," kataku. "Ak

serangkaian kotak berbungkus kado dari tas kerjan

ernah kupakai. Setiap hadiah adalah kebohongan yang dibuat dengan cermat, sebuah bukti kedalaman penipuannya. Harga ha

kukan ini. Tapi kata-kata itu tidak mau keluar. Aku terjebak di antara wanita yang masih, di suatu tempat di

keheninganku, ke

lana? Bicar

uaraku keras. "Aku mau punya an

topeng kesabaran yang lelah. "Kita sudah

waktu yang tepat

isiatif baru. Aku di bawah banyak te

an?" desakku, suaraku meninggi. "Aku

nya. ID penelepon kosong. Dia meli

erbalik. "Aku harus pergi." Sebua

ekarang terasa seperti cap pengkhianatannya

dia masuk ke mobilnya dan melesat

n rasa sakit yang menusuk tulang. Dia bisa punya anak denganny

an bisnis internasional," tergeletak di meja kopi. Dia melupakanny

o kambuh lagi. Dia te

Bahwa rumah itu setengah kosong. Bahwa

di hatiku begitu hebat hingga terasa seperti sensasi fisik, te

kap mulut saat aku berlari ke kamar ma

kiran dingin dan menakutkan mulai terbentuk di benakku. Se

pulang m

aku pergi ke rum

ya berkerut di sudut sa

a cerah dengan kegembiraan yang tidak b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
“Suamiku sedang mandi, suara air yang mengalir menjadi irama yang akrab di pagi hari kami. Aku baru saja meletakkan secangkir kopi di mejanya, sebuah ritual kecil dalam lima tahun pernikahan kami yang kukira sempurna. Lalu, sebuah notifikasi email muncul di laptopnya: "Anda diundang ke Pembaptisan Leo Nugraha." Nama belakang kami. Pengirimnya: Rania Adeline, seorang influencer media sosial. Rasa ngeri yang dingin langsung menusukku. Itu adalah undangan untuk putranya, seorang putra yang tidak pernah kuketahui keberadaannya. Aku pergi ke gereja, bersembunyi di balik bayang-bayang, dan aku melihatnya menggendong seorang bayi, anak laki-laki dengan rambut dan mata gelapnya. Rania Adeline, sang ibu, bersandar di bahunya, sebuah potret kebahagiaan rumah tangga. Mereka tampak seperti sebuah keluarga. Keluarga yang sempurna dan bahagia. Duniaku runtuh. Aku teringat dia menolak punya anak denganku, dengan alasan tekanan pekerjaan. Semua perjalanan bisnisnya, malam-malamnya yang larut-apakah dihabiskan bersama mereka? Kebohongan itu begitu mudah baginya. Bagaimana bisa aku sebodoh ini? Aku menelepon Program Fellowship Arsitektur di Singapura, sebuah program bergengsi yang kutunda demi dirinya. "Saya ingin menerima fellowship itu," kataku, suaraku terdengar sangat tenang. "Saya bisa segera berangkat."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 16