icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mantan yang Tak Terlupakan

Bab 4 Pamer

Jumlah Kata:492    |    Dirilis Pada: 06/11/2025

mblokir Liam, saya langsun

Hyatt, Suite Presidensial 8808. Liam dan

dengan lampiran

ri Des

engganti nomor teleponnya dan bersikeras

nya, saya mera

seperti ini? Atau apakah dia mengira aku akan bertindak seperti perempuan jalang, menjambak ra

rlalu

dela obrolan lain dengan seorang teman yang

kan aku WhatsApp t

yang sedang kamu rencanakan? "

mberinya kej

uh, teman saya segera m

ra menerimanya, mungkin mengira saya datang ke sana u

dikirim Destinee, yang memperlihatkan dirinya dan Liam ti

n di ujung sana s

marah, terdengar lebih muda dari yang saya bayangkan. "Si

ini sedang bersama mantan pacarku, di Suite 8808 di Hotel Hyatt, m

sana, seakan-akan dia tengah be

atnya," katanya,

ian. Separuh yang dulunya milik Liam kini kosong, membuatnya terasa sangat luas. Aku memilih baju ola

ng, tidak menunjukkan

ini tidak memerlukan

lan. Seorang pria berjas rapi bersandar di pintu mobil, sebatang rokok t

mematikan rokoknya dan mem

alam mobil t

enghiburnya, dan dia

alam ini, dengan target yang sama, yaitu

amu tetap di sana. Tanpa bertanya apa pun, dia m

pat dengan jelas mendengar suar

napas dalam-dal

ukamu," lalu mengeluarkan ponsel d

i "bip," pi

dan saya menyerb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mantan yang Tak Terlupakan
Mantan yang Tak Terlupakan
“Pada ulang tahun peringatan ketujuh kami, tanpa sengaja aku menemukan pengakuan tersembunyi dalam postingan publik Liam di media sosial. Itu adalah cinta yang tak terbalas untuk Destinee. Saat itu, aku menyadari bahwa ukiran huruf pada cincin pernikahan kami bukanlah inisial nama kami, Liam dan Divya, melainkan untuk kerinduannya yang tak pernah padam terhadap Destinee. Dia ingin menikahiku di hari libur nasional, bukan karena cinta, tapi karena Destinee juga menikah dengan orang lain pada hari itu. "Divya, keributan apa lagi yang kamu buat?" tanya Liam sambil berdiri di ambang pintu. Aku berbalik menatapnya dengan tenang dan berkata, "Liam, kita putus saja." Dia sedikit mengernyitkan alisnya, mencoba meraih ponsel dari tanganku saat dia memasuki ruangan, hanya untuk menemukan bahwa aku telah menyimpan sebuah tangkapan layar. "Kenapa kamu mempermasalahkan postingan lama?"”
1 Bab 1 Istirahat Lengkap2 Bab 2 Tinggalkan3 Bab 3 Diprovokasi Oleh Takdir4 Bab 4 Pamer5 Bab 5 Tertangkap Basah6 Bab 6 Memamerkan Bakatku7 Bab 7 Mendapatkan Pengakuan8 Bab 8 Penyesalan9 Bab 9 Mengejutkan Semua Orang10 Bab 10 Semuanya Sudah Diselesaikan