icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Jangan Pernah Mengkhianatiku

Jangan Pernah Mengkhianatiku

Penulis: Maria Susan
icon

Bab 1 lari dari rumah

Jumlah Kata:1159    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

erapa bagian. Suara hujan yang menimpa daun-daun hutan terdengar begitu keras, namun itu lebih ringan dibandingkan suara hatinya yang berdegup kencang kare

elalu seperti cambuk, setiap tatapan adalah hukuman, dan setiap sentuhan hanyalah pengingat bahwa ia hanyalah boneka dalam kehidupan orang lain. Arvella masih ingat malam itu:

u yang basah membuatnya tergelincir di jalanan licin, tapi rasa takut dan kemarahannya lebih besar daripada rasa sakit. Ia tidak pedu

pohonan tinggi menjulang seperti tembok alam yang menutupinya dari dunia yang kejam itu. Aroma tanah basah dan daun yang membusuk menguar di udara

s bertahan... aku harus kuat..." gumamnya pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh suara hujan dan angin. Namun, tu

ngan jelas. Dari balik bayangan pepohonan, seorang lelaki muncul. Tinggi, tegap, dengan tatapan tajam yang seakan menembus kegelapan. Tubuhnya berotot, dan ger

u," ucap lelaki itu pelan, tapi cuku

a menegang. "Si... siapa kamu?

neh tapi menenangkan. "Namaku Kael. K

uaranya nyaris berbisik. Ia merasa malu, meneteskan

ia tetap menjaga jarak. "Kamu tidak bisa tinggal di sini sendirian

uatu dalam tatapan Kael membuat hatinya sedikit tenang. Ia pun mengangguk perlahan. Kael mengangkat alisnya, kemudian m

Arvella dengan hati-hati, menenangkan setiap langkahnya. Suara hujan mulai mereda saat mereka masuk lebih dalam ke hutan. Di ten

esok, kita akan mencari tempat yang lebih aman. Tapi

kasih... Kael..." suara itu hampir berbisik, tapi terasa penuh rasa syukur. Ia mer

jebakan sederhana untuk menangkap hewan kecil, dan memahami tanda-tanda alam. Arvella belajar lebih cepat dari yang ia kira, meski tubuhnya masih ser

ntang masa lalunya, tapi caranya melindungi dan menuntun Arvella membuat hatinya perlahan terbuka. Ia mulai merasakan perasaa

vella menatap wajah Kael yang terpancar cahaya senja. "K

erbeda. Ada sesuatu dalam dirimu yang tidak boleh hilang begitu saja. Ka

api yang selama ini terkubur oleh penderitaan. Ia ingin mempercayai Kael, ingin belajar dari lelaki ini, ingin

buahan liar, bahkan belajar menahan rasa lapar dan dingin. Namun, di balik semua pembelajaran itu, pikirannya tidak pernah jauh dari m

han yang ia simpan selama bertahun-tahun kini menjadi bahan bakar untuk bertahan hidup. Ia ingin mencari jawaban

orang yang perlahan mencuri hatinya. Arvella merasa campur aduk: takut kehilangan lelaki ini, t

an berbisik pada dirinya sendiri, "Aku akan bertahan... Aku akan menjadi kuat... dan suatu hari, aku

untuk menemukan dirinya sendiri, menghadapi trauma yang menahan langkahnya, dan bersiap untuk menghadapi dunia yang penuh tipu daya dan ba

hu apa yang menunggu esok hari, tapi satu hal yang pasti-ia tidak akan membiarkan dirinya hancur lagi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan Pernah Mengkhianatiku
Jangan Pernah Mengkhianatiku
“Arvella Siregar adalah seorang perempuan yang hidupnya hancur karena pengkhianatan dan kekejaman suaminya, Rivan Kresna. Penyiksaan yang ia alami tak hanya meninggalkan bekas fisik yang sulit disembuhkan, tapi juga trauma yang menghantui pikirannya. Suatu malam, Arvella memutuskan melarikan diri dari kehidupan yang penuh kegelapan itu, hingga ia tersesat di tengah hutan belantara yang asing baginya. Di tengah kesunyian hutan yang menakutkan, Arvella diselamatkan oleh seorang lelaki misterius bernama Kael Mahendra. Kael, sosok pendiam namun kuat, memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa di alam liar. Dengan bantuan Kael, Arvella mulai belajar menyesuaikan diri dengan kerasnya kehidupan di hutan, dari membangun tempat berteduh hingga mencari makan dan menghindari bahaya. Perlahan, luka batin Arvella mulai mendapatkan sedikit ketenangan, meski bayang-bayang masa lalunya tetap menghantuinya. Seiring waktu, Arvella bertemu dengan kelompok orang-orang yang memiliki kemampuan unik-ada yang ahli beladiri, ada yang memiliki naluri tajam, bahkan beberapa mampu membaca bahasa alam. Bersama mereka, Arvella belajar lebih dari sekadar bertahan hidup: ia belajar menjadi tangguh, mandiri, dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Namun, hutan belantara bukan satu-satunya tempat yang menyimpan rahasia. Arvella menemukan fakta mengejutkan: kecelakaan yang menimpa dirinya saat masih bayi dan kematian kedua orang tuanya ternyata bukan kebetulan. Semua itu adalah hasil dari rencana jahat seseorang yang ingin menghapus seluruh keluarganya. Lambat laun, potongan-potongan kebenaran mulai terkuak, dan benih dendam tumbuh di dalam diri Arvella. Ditemani Kael, yang tanpa sadar telah mencuri hatinya, Arvella bersiap menghadapi dunia yang kejam di luar hutan. Dengan tekad membara, ia menyiapkan diri untuk membalas dendam atas kematian orang tuanya, meski nyawanya sendiri menjadi taruhan. Setiap langkah membawa Arvella lebih dekat pada jawaban tentang asal-usulnya, sekaligus menempatkannya dalam konflik yang berbahaya dengan musuh-musuh yang kuat dan licik. Perjalanan Arvella adalah tentang menemukan kekuatan, menghadapi luka masa lalu, dan menentukan nasibnya sendiri-sebuah perjalanan yang akan mengubahnya dari seorang korban menjadi sosok perempuan tangguh yang tak bisa dipandang remeh.”
1 Bab 1 lari dari rumah2 Bab 2 ada rasa puas yang aneh3 Bab 3 berada lebih dekat4 Bab 4 perasaan aneh5 Bab 5 memisahkan orang6 Bab 6 tidak hanya segar7 Bab 7 tertutup kembali oleh batu-batu besar8 Bab 8 mendapatkannya dari tempat rahasia9 Bab 9 Ini lebih dari sekadar menara10 Bab 10 berjalan ke arah mereka11 Bab 11 melangkah cepat melalui gang-gang sempit12 Bab 12 suara misterius13 Bab 13 penuh tekad14 Bab 14 serangan tiba-tiba15 Bab 15 menunggu seseorang16 Bab 16 peringatan halus17 Bab 17 Di tengah gua18 Bab 18 supaya kita kelelahan19 Bab 19 kesempatan untuk membalas20 Bab 20 memiliki kemampuan luar biasa21 Bab 21 licik dari sebelumnya22 Bab 22 menjadi saksi bisu23 Bab 23 tekadnya tetap panas24 Bab 24 memutarbalikkan pikirannya25 Bab 25 kita capai akan sia-sia26 Bab 26 setelah malam-malam panjang