icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kembaran Tunanganku, Muslihat Kejam

Bab 3 

Jumlah Kata:774    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ang Farah

cat saat melihat saudara kembarnya. "

ya tertuju padaku. Dia tidak melirik kembarannya sama s

g Kirana," kata Brama

unjuk darah yang menetes di pelipisk

ar. Tapi rasa malu lebih menyakitkan. Akulah yang berdarah,

idak tergerak oleh

aku takut sekali," rengeknya, mengulurkan tangan dengan buta. "Aku mendengar suaranya, dan

gnya, memeluknya dengan kelembutan yang membuat perutku mual.

Aku di sini. Tidak ada

et dan jatuh dari tangga di rumah kami. Pergelangan kakiku terkilir parah, dan rasa sakitnya luar biasa. Brama hanya berdiri di

ehangatannya... tidak pernah u

agi. "Aku pergi," kataku, su

i suara Brama menghentikanku.

i menghalangi jalan keluar. Kirana masih me

aranya geraman rendah. "Kau akan di

k percaya. "Aku yang terluka!

suruh dia berlutut di aula leluhur. Beri dia

tidak punya hak," desisku. "A

a bulan depan," kata Brama dengan

ia mengangkat buku sketsa kecil bersampul kulit usang yang selalu kubawa. Isi

sketsamu. Eyang Wijaya memberimu cambuk ini sebagai hadiah pernikahan, simbol otoritas

ntrol. Dan buku sketsa itu... menyimpan sisa terakhir dari diriku. Brama tahu itu. Dia tahu itu satu

merosot

hi potret-potret almarhum keluarga Wijaya, mata lukisan mereka menatapku denga

asa sakit yang tajam dan membakar menjalar ke seluruh tubuhku. Rasanya seperti kulitku diro

r yang melahapku. Gaun tipisku tidak memberikan perlindungan. Seti

u berhenti. Brama melangkah maju,

sekarang?" tanyanya, suaranya

ggungku kanvas penderitaan. Aku menatap matan

ukan kesalahan a

jutkan," perintahnya pad

an. Cedera punggung lama akibat jatuh dari tangga kambuh, rasa sakit yang dala

keluar dari tenggorokanku. "

rbalik, dengan lembut membimbing Kirana, yang m

t kontras dengan kekerasan yang baru saja diperinta

nji untuk melindungiku, untuk menghargaiku, untuk menjadi peri

arah di lantai, janjinya bergema di benakku,

ng kulihat sebelum aku kehilangan kesadaran adalah pu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kembaran Tunanganku, Muslihat Kejam
Kembaran Tunanganku, Muslihat Kejam
“Tunanganku punya saudara kembar. Selama setahun terakhir, pria yang tidur seranjang denganku sama sekali bukan tunanganku. Aku baru tahu kalau pria yang kucintai hanyalah seorang aktor, seorang pengganti. Tunanganku yang asli, Brama, diam-diam sudah menikah dengan adik angkatnya, Kirana. Tapi rencana mereka jauh lebih jahat daripada sekadar bertukar tempat. Mereka akan membiarkanku menikahi si kembaran, lalu merekayasa sebuah "kecelakaan" untuk mengambil kornea mataku untuk Kirana. Saat aku mengetahui rencana busuk mereka, Kirana malah memfitnahku telah menyerangnya. Brama, pria yang pernah bersumpah akan melindungiku, tega menyuruh orang mencambukku sampai aku terkapar berlumuran darah di lantai. Lalu Kirana membunuh kakek Brama dan lagi-lagi menyalahkanku. Tanpa ragu, Brama menjebloskanku ke rumah sakit jiwa agar aku membusuk di sana. Dia tidak pernah sekalipun meragukan kebohongan Kirana. Dia begitu saja membuangku, wanita yang selama lima tahun diakuinya sebagai kekasih hatinya. Tapi mereka lupa satu hal. Aku bukan hanya Farah Maheswari, seorang yatim piatu tak berdaya. Aku adalah Aurora Suryakancana, pewaris sebuah kerajaan bisnis raksasa. Setelah diselamatkan dari neraka itu, aku memalsukan kematianku dan menghilang. Sekarang, aku kembali untuk memulai hidup baru, dan kali ini, aku hidup untuk diriku sendiri.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 20