icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sudah Terlambat, Mantan Pewaris Mafia

Bab 4 

Jumlah Kata:526    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

a P

Aku tahu itu. Itu hanya hantu, sebuah kesalahan

wa yang familiar dan serak terdengar dari gang ter

ukan hanya tentang tidak mengadu ke polisi. Ini tentang kebijaksanaan. Kehormatan. Bukan berperilaku seperti preman jalanan di gang, terutama tidak dengan selingkuhanmu saat tunanga

ik yang dingin dan bersih. Tidak ada lagi

ampingnya. Dia terhuyung-huyung keluar dari gang, mengancingkan kemejanya, wa

ah-olah aku tidak baru saja menyaksikan dia menoda

aku berkata ya. Aku tidak tahu kenapa. Mungkin aku butuh satu dorong

an merek barunya-sebuah usaha yang kutahu didanai oleh uang keluarga Prakasa dari operasi ilegal mereka. Bima te

aranya ringan. "Sep

isa menjawab,

logam yang memekakkan telinga. Itu bukan kecelakaan. Itu adalah pesan. Sebuah demonstrasi untuk keluarga saingan, dan kami

mandangan itu dalam kilatan yang tajam dan menakutkan. Prajurit Bima sudah ada di san

ngkan tubuh ke dalam mobil

"Lenganku," kataku. "Kur

rah Clara, yang menangis hist

n dan memerintah. "Bawa dia du

risnya. Dia melakukannya di depan anak buahnya, di depan orang asing. Ini ada

mobil, mengikatnya ke ta

anku berdenyut tumpul dibandingkan dengan simpul dingin dan mati yang terb

u tahu dengan kepastian yang mengerikan bahwa apa pun yang

ubur dalam rerun

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sudah Terlambat, Mantan Pewaris Mafia
Sudah Terlambat, Mantan Pewaris Mafia
“Tunanganku selama tujuh tahun, pewaris dinasti mafia, mengaku amnesia tiga minggu sebelum pernikahan kami, dan hanya melupakanku. Lalu aku tak sengaja mendengarnya tertawa dalam panggilan video, menyebutnya sebagai "izin bebas" yang sempurna untuk meniduri seorang influencer sebelum dia terikat. Dia memamerkan perselingkuhannya, meninggalkanku dengan lengan patah setelah kecelakaan mobil yang direkayasa demi menyelamatkan wanita itu dari goresan, dan berencana membuatku kehilangan tempat tinggal. Dia menyebutku "miliknya", sebuah boneka yang bisa dia mainkan dan letakkan kembali di rak saat dia sudah bosan. Dia pikir aku akan menunggunya "sembuh secara ajaib". Sebaliknya, aku menghilang, meninggalkan cincinnya dan sebuah catatan sederhana: "Aku ingat semuanya. Aku juga."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 15