icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Nilakandi

Bab 2 Minggu Pagi dan Aiden

Jumlah Kata:1026    |    Dirilis Pada: 04/12/2021

ebenarnya tidak sakit juga, hanya berpura-pura agar adik jahilnya itu setidaknya dimarah sang bunda

?" ucap bunda yang tangannya sibuk

na menjulurkan lida

au lagi. Bunda tau kan kalo kakak udah teriak-teriak

k ih. Kayak si Junio itu loh, Dek. Udah cakep, baik, sopaaan banget sama kakak, pint

igus teman Aiden sejak mereka pindah ke rumah ya

bandingin anaknya sama anak tetangga. Bunda aja diem aja mas

g Junio. Karena kalau kata Aiden, love language ala Diwana memang dengan mengom

andangan yang sangat kelewat lumrah. Justru sepi kalau

Diwa sambil memasukkan satu potong b

gi terisi penuh dengan makanan. Pagi itu sama seperti agenda rutin hari minggu mer

iri-Theo-atau biasa dipanggil Tama, dan Aiden yang... sibuk meyelesaikan skripsi ditahun kelimanya sebagai mahasiswa. Atau lebih tepatnya disemester yang genap

ih, Dek? Kalo tahun ini nggak bisa lulus juga, kakak beliin kamu kambing po

terhenti saat Aiden

an? Belum selesai, mungkin satu atau dua kali

ggak mau nanyain itu kok." Diwana menyodorkan segelas susu dan langsung

aat kakinya ditendang sang kakak tepat ditulang keringnya. Ia men

h diabsen minimal satu kali sehari kaya gini," lanjut Aiden men

u nanya apa?"

ya gimana?" Aiden tak langsung menjawab, matanya

ru kaya biasanya aja sih. Teriak

i?" Kali ini bun

a berulang-ulang. Meskipun tidak setiap hari mimpi itu muncul, tapi tetap saja t

au jingga lengkap dengan matahari sayu di ufuk, dan.. Diwana. Semua orang terdekatnya pun tahu tentang mimpi mis

in cantik, hehe." Diwana meringis lucu, dan sp

ggak jelas, daripada lama-lama gila. Hantu dibilang ca

nga dikirim ke kantor kakak sampai diledekin satu kantor. Kamu kan yang ngasih tau alamat kantor kakak ke mereka?" Diwana siap mel

ng Aiden. Kaka

unda cuci piring ya nanti. Awas k

iwa sih

menjulurkan lidahnya pada sang kakak, k

da maupun Aiden menoleh kebelakang menatap Diwa. Keduanya menghela nafas nya

Makannya istirahatnya tuh dijaga, Diwana. Kamu suka lupa diri kalo udah ngurusin kerja saking semangatnya, jangan sampai forsir d

pi

ntar, lupa kalo siang ini ada janji," potong bunda seketika membuat

na ia hampir mati enam tahun silam. Tapi ia tentu faham, bukan hanya ia yang ber

amin deh si Jeje nggak bakal pernah cuci-cuci piring bergini diruma

g rajin..." kata Diwa menyodorkan p

yang dipanggil sudah melesat

ri itu?" batin Diwana sam

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Nilakandi
Nilakandi
“Bagiamana rasanya memimpikan gadis asing yang sama selama bertahun-tahun lamanya? Kalau Diwana sudah hampir gila, katanya. Enam tahun sudah Diwana dihantui sosok gadis bergaun biru dalam mimpinya. Mimpi misterius yang selalu hadir dengan alunan gemerincing lonceng dan bau harum semerbak memabukkan. Perempuan dalam mimpinya tak pernah bisa ia ajak bicara, karena tercipta aturan-aturan magis yang membuatnya terbangun begitu ia bersuara atau hanya sekadar menyentuh gadis itu. Diwana kira semua itu hanya delusi, atau kegilaannya semata. Hingga suatu hari, dunianya seakan berhenti berotasi saat ia bertemu seseorang yang memiliki wajah sama persis dengan gadis bergaun biru dalam mimpinya. Kini birunya tak lagi sekadar ilusi gila sang pecandu, tapi ia benar-benar hidup dan bahkan bernafas direngkuhnya. Dia, perempuan dengan sejuta rahasia yang berhasil menguak takdir hidup Diwana satu per satu, bernama Nilakandi.”
1 Bab 1 Chapter 1. Gadis Bergaun Biru2 Bab 2 Minggu Pagi dan Aiden3 Bab 3 Septermber 20154 Bab 4 Jovyan Tama5 Bab 5 Rahsa Mimpi6 Bab 6 Panik7 Bab 7 Apartemen8 Bab 8 Nilakandi9 Bab 9 Cinta Pertama 10 Bab 10 Nilakandi, Kenapa 11 Bab 11 Masa Lalu Nilakandi12 Bab 12 Weekend13 Bab 13 Aku Bukan Hantu14 Bab 14 Jeanne15 Bab 15 Semesta16 Bab 16 Nana17 Bab 17 First Date 18 Bab 18 No, it was failed.19 Bab 19 Lelaki Bernama Ten20 Bab 20 Masa Lalu Nilakandi21 Bab 21 First Kiss Ever22 Bab 22 Lukisan Biru23 Bab 23 Jeanne VS Nilakandi24 Bab 24 Fakta-Fakta25 Bab 25 Berbagi Kisah26 Bab 26 Kekasihku27 Bab 27 Patah Hati Pertamanya28 Bab 28 Post Heartbreak (Satu)29 Bab 29 Post Heartbreak (Dua)30 Bab 30 Bait-Bait Kerinduan