icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Nilakandi

Bab 4 Jovyan Tama

Jumlah Kata:1136    |    Dirilis Pada: 04/12/2021

di seberang telepon, terdengar seperti ledekan

na yang untuk keseribu kalinya merasa kesal kenapa bunda memberinya n

ndangan dari layar komputer. Diwana kini tengah memutar otak mengutak-atik

pi sifat perfeksionis yang mendarah daging itu tak membiarkannya menyerahkan semua pekerjaan pada yang lain. Ia le

gak enak aku lihat kamu seharian kerja mulu. Cus, sini gih

erja selesai. Nggak enakan kok sama bawahan." Diwa berdecak ke

i-pegawai lain, bahkan termasuk bosnya sendiri-The

justru sering. Ia juga belum pernah bolos kerja barang satu hari saja. Beberapa kali ijin

uka bumi. Ah tidak, kecualikan Tama yang justru kesal

Bukan kabar dibatalkannya meeting yang ia terima, tapi justru satu bucket besar mawar putih dengan sepaket berkas-berkas yang harus ia

unggu. Lotta good view waiting." Terdengar teriakan dari seberang telep

n, hmm iya deh se

ing me? Keburu lumu

u-buru dipotong oleh Tama menggun

memang. Tapi kalau tidak diancam begitu, Diw

benar saja, Diwana itu "pria kaya raya baik hati menantu idaman semua mama" kal

u bunda, dan yang kedua adalah pekerjaan. Aiden?

ya aku OTW nih. Pesanin america

KOPI..!" Teriak kedua

-

anya Tama begitu Diwa tiba, seraya mematikan rokok elektrik

u perjanjiannya. Meskipun Diwana sendiri sebenarnya merasa biasa saja, tidak keber

, bukan americano dingin seperti harapannya. Pikirannya masih sedikit terbayang-bay

i belum se

lo aja, Diw. Yang itu ud

" Jo bersuara juga setelah menahan geram dengan kedua teman yang mengacaukan wak

iksa Tama ya, Jo?

an sama Adindaku Maheswari. Banyak t

dong, Tuan Theo," gerutu Jo, tak mau sebutan sayang un

menciptakan nama panggilan romantis untuk sang pacar. Gadisku Nurma

k mana lag

apa sangka itu anak kecantol dan PDKT sejak lama," ember Tama selagi menyesap vanilla la

erdua. Yang satu playboynya nggak ketulungan, eh yang satu asexual." T

anjutkan separuh kalimatnya dengan sedikit berbisik, karen

. Terakhir putus sama

ang raut muka sok garang yang sebenarnya just

pai kapan Lo mau cuekkin cewek-cewek kantor yang seksi-seksi itu, w

ku ngga minat,

a ini gara-gara mbak set

ka itu?" Tama ikut-ikutan menyebut biru dengan sebut

lagi. Aku kepikiran mau ke psikiater aja deh kayaknya

au ngap

knya. Tapi jiwanya malah nggak beres, halusinasiku terlalu gila sampai bertahun-tahun mimp

tidak bisa membayangkan sefrustasi apa Diwana selama ini selalu dihantui satu skenario sel

itu. Aku jadi penasaran, kalo suatu saat mimpi itu b

pernah mikir kesitu, tapi kayaknya bakal

Tama memejamkan mata sambil merebahkan tubuhnya ke sandaran ku

bilang cantik eh si Jamila seksi malah dianggurin,

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Nilakandi
Nilakandi
“Bagiamana rasanya memimpikan gadis asing yang sama selama bertahun-tahun lamanya? Kalau Diwana sudah hampir gila, katanya. Enam tahun sudah Diwana dihantui sosok gadis bergaun biru dalam mimpinya. Mimpi misterius yang selalu hadir dengan alunan gemerincing lonceng dan bau harum semerbak memabukkan. Perempuan dalam mimpinya tak pernah bisa ia ajak bicara, karena tercipta aturan-aturan magis yang membuatnya terbangun begitu ia bersuara atau hanya sekadar menyentuh gadis itu. Diwana kira semua itu hanya delusi, atau kegilaannya semata. Hingga suatu hari, dunianya seakan berhenti berotasi saat ia bertemu seseorang yang memiliki wajah sama persis dengan gadis bergaun biru dalam mimpinya. Kini birunya tak lagi sekadar ilusi gila sang pecandu, tapi ia benar-benar hidup dan bahkan bernafas direngkuhnya. Dia, perempuan dengan sejuta rahasia yang berhasil menguak takdir hidup Diwana satu per satu, bernama Nilakandi.”
1 Bab 1 Chapter 1. Gadis Bergaun Biru2 Bab 2 Minggu Pagi dan Aiden3 Bab 3 Septermber 20154 Bab 4 Jovyan Tama5 Bab 5 Rahsa Mimpi6 Bab 6 Panik7 Bab 7 Apartemen8 Bab 8 Nilakandi9 Bab 9 Cinta Pertama 10 Bab 10 Nilakandi, Kenapa 11 Bab 11 Masa Lalu Nilakandi12 Bab 12 Weekend13 Bab 13 Aku Bukan Hantu14 Bab 14 Jeanne15 Bab 15 Semesta16 Bab 16 Nana17 Bab 17 First Date 18 Bab 18 No, it was failed.19 Bab 19 Lelaki Bernama Ten20 Bab 20 Masa Lalu Nilakandi21 Bab 21 First Kiss Ever22 Bab 22 Lukisan Biru23 Bab 23 Jeanne VS Nilakandi24 Bab 24 Fakta-Fakta25 Bab 25 Berbagi Kisah26 Bab 26 Kekasihku27 Bab 27 Patah Hati Pertamanya28 Bab 28 Post Heartbreak (Satu)29 Bab 29 Post Heartbreak (Dua)30 Bab 30 Bait-Bait Kerinduan