icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Sangkawang

Sangkawang

icon

Bab 1 Bukan sekedar Mimpi

Jumlah Kata:1156    |    Dirilis Pada: 10/10/2025

ang tak kasatmata. Tubuhku basah oleh keringat dingin, tapi udara di dalam kamar justru menusuk sep

beraturan. Tenggorokanku kering, seolah segal

ti lukisan yang belum sempat memudar. Saa

unan, tak ada tanda kehidupan. Hanya hamparan tanah kering dan padat y

engan bintang-bintang yang bertabur sepi. Tak ada suara lain selain detak ja

aku melihatnya, seseorang berdiri di tengah halaman yang sunyi. Diam. Tanpa suara. Namun

. Namun anehnya, cahaya bintang enggan menyentuh wajahnya, seakan alam pun tak ingin

n yang pucat. Rambutnya tergerai panjang, terombang pelan ditiup angin malam. Gaun panjang

namun wajahnya menyuarakan segalanya sebuah

itu... adalah wajahku. Sama persis. Namun lebih tirus. Tatapannya ko

ang terlalu dalam untuk dijelaskan dengan kata-kata. Rasa k

..." Bukan, itu bukan suara yang keluar dari bibirnya melainkan gema halus yang menyelinap

ah tidak

yang ingin kuucapkan. Siapa dia? Apa maksud ucap

Seolah dunia enggan memberiku celah u

per satu redup, padam seperti lilin kehabisan harapan. La

suara lain, terdengar begitu dekat, begitu ding

bagian dar

li. Jantungku berpacu liar, seolah ingin lepas dari dadaku. Napasku terceka

menyapu sudut kamar dengan sinar keemasan. Dengan tangan gemetar, aku memijat

emui. Bergegas, aku berdiri, masuk ke kamar mandi, lalu berpakaian dengan ter

itu menyambutku. Ia sedang duduk di tengah-tengah anak-anak didiknya, seperti biasa, d

kesultanan dan kerajaan ya

satu anak, suaranya mengambang

asih menjadi misteri. Para arkeolog telah mencoba mencarinya, menelusuri catatan-catatan kun

an itu ada di

senyum sam

tidak masuk akalmu itu?" Potongku

rat. "Dan bisakah kau berhenti menyela ceri

matanya dalam-dalam. "Aku

dan menarik lenganku, menyeretku keluar dari

tolong jangan seret-seret aku terus ke dalam urusanmu

n, tak peduli pada k

ya merogoh saku celana, lalu menyodorkan kun

an kamu terus j

, 'kan, apa yang harus kamu lakukan setelah ini

erakhir kalinya aku membantumu!" teriak Zayden d

k peduli. Tid

lalu berjalan mantap menuju Yamaha YZF-R6 kesayanganku. Motor yang ker

, Re. Berperilakula

erus menyusahkan Ayah da

nah menyusulku ke kantor polisi, wajahnya merah padam, suaranya

ak mengubahku. Mungkin aku memang keras kepala. Atau mungkin aku hanya s

da motor kesayanganku, lalu mengenakan

entuman suara mesinnya membelah malam, dan aku melesat keluar tanpa ra

erang. Deru mesin, sorak-sorai liar, dan cahaya neon jala

kecepatan dan kegilaan. Dan, ya, seperti bi

Seorang pria bertubuh tegap, mengenakan jaket kulit g

a, suaranya dalam dan datar tapi ada se

n, bukan?" godaku, melengkungkan s

gkuk sedikit, menyamakan tinggi wajahnya dengan wajahku, begitu dekat hingga aku bisa merasakan

yum tenang, namun sorot matanya bicara lain. "Bagiku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sangkawang
Sangkawang
“Reyna Mahesa, seorang wanita dari zaman modern, terbangun di dunia yang tak ia kenal, dunia para bangsawan, istana megah, dan aturan yang tak bisa ditawar. Ia terperangkap dalam tubuh seorang permaisuri, wanita yang dihormati sekaligus dibenci. Yang membuatnya terkejut, wajah permaisuri itu nyaris identik dengan dirinya. Namun kehormatan itu hanyalah semu, Reyna segera menyadari bahwa ia hidup di tengah istana yang penuh dengan kebencian dan pengkhianatan. Ia tak tahu mengapa atau bagaimana ruhnya bisa terlempar ke masa silam, tapi satu hal pasti, permaisuri yang tubuhnya kini ia tempati pernah dijatuhi hukuman mati oleh raja yang mengaku sebagai suaminya sendiri. Terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang bukan miliknya, Reyna dihadapkan pada pilihan; mencari jalan kembali ke dunia asalnya, atau bertahan untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan nama permaisuri yang semua orang inginkan lenyap. "Sangkawan" adalah kisah tentang ruh yang tersesat di waktu, luka yang diwariskan, dan takdir yang tak bisa dihindari. Di balik tirai istana, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya atau justru menyelamatkan satu jiwa yang terlupakan.”
1 Bab 1 Bukan sekedar Mimpi2 Bab 2 Mimpi Itu Lagi3 Bab 3 Gundah4 Bab 4 Diantara Dua Pilihan5 Bab 5 Kecelakaan6 Bab 6 Siapa dia 7 Bab 7 Kadipaten Rimba Aruna8 Bab 8 Sungguh Miris9 Bab 9 Menyayat Hati10 Bab 10 Usaha dan Doa11 Bab 11 Siapa dia sebenarnya 12 Bab 12 Siapa yang mulia itu 13 Bab 13 Jayapati14 Bab 14 Ruang tanpa suara15 Bab 15 Tempat macam apa ini 16 Bab 16 Siapa sebenarnya dirimu, Arya 17 Bab 17 Siapa kau sebenarnya 18 Bab 18 Kesunyian Malam19 Bab 19 Kemana perginya dia 20 Bab 20 Apakah Anda telah melupakan segalanya, Yang Mulia 21 Bab 21 Ada apa sebenarnya 22 Bab 22 Sebuah benda langka23 Bab 23 Pedagang Tua24 Bab 24 Apa yang terjadi sebenarnya 25 Bab 25 Sebuah Penderitaan26 Bab 26 Menentang Titah27 Bab 27 Resah28 Bab 28 Sosok sang Raja29 Bab 29 Orang-orang sinting30 Bab 30 Penjara31 Bab 31 Siapa kau 32 Bab 32 Dimana lagi ini