icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sangkawang

Bab 2 Mimpi Itu Lagi

Jumlah Kata:1069    |    Dirilis Pada: 10/10/2025

seolah dunia berhenti berputar. Tak ada suara lain selain d

nalnya," lanjutnya dengan nada santai

bukan sekadar taruhan biasa. Ini soal harga diri.

ing, mengiris keheningan seperti sembila pisau. Nama yang t

ri sana. Suara teriakan teman-temanku meng

kekacauan di kepalaku. Berkali-kali ku tarik napas dalam, mencoba menenangkan diri, namun percuma ka

. Di ruang tamu, Ayah dan Ibu sudah menunggu, duduk berdampingan di

kah pelan,

" Perintah

sesuatu yang terasa berbeda malam ini. Terlalu berbeda. Bahkan jauh lebih m

mata, aku bisa melihat Ayah tamp

amu me

nyaan yang kupikir akan keluar. Biasanya,

aik saja, 'kan?

saja?" sahutnya datar, tak terseny

k pelan. Deg-degan

senang jad

tusias, aku mulai bercerita tentang balapan, suara mesin, detik-detik sebelum g

napas panjang.

h tidak akan melarangmu lagi mela

ontak membuatku

ngan sat

bergantian. Keduanya tersenyum. Senyuman yang penuh makna. Alarm di

g penghafal Al-Qur'an. Kalau kamu bisa penuhi syarat ini, silakan. Mau melakukan apa pun setela

i, Y

sama sekali. Kam

seakan berhe

an tatapan ayah yang tak bisa kutembus. Tatapan yang tadinya h

atu pun kata yang mampu kubalas. Dadaku sesak

emikirkannya, Yah." Perlahan aku melangkah menjau

Rumah yang biasanya dipenuhi canda dan suara televisi, malam

lalu menutupnya rapat di belakangku. Tak ada

gigi, berganti pakaian, lalu kembali ke kamar. Makan mal

njang yang biasanya mampu meredakan penat. Tapi

hampa langit-langit kamarku dengan perasaan dan

uatu yang mudah

anya seperti dua dunia yang

ngabaikannya, semakin

akan bara yang menyala dalam dadaku. Sia-sia. Napasku tersengal pelan, jantungku berdetak

g menggumpal di kepala. Tapi semakin kesadaranku menipis, semakin dalam aku teng

bangun dengan napas terengah dan dada sesak, seolah baru saja lolos dari sesuatu yang tak terli

rtinggal di tempat lain, di dalam kegelapan lembap yang terasa kun

mengingat kembali potongan-poton

ertarik ke dada, bahunya bergetar dalam isakan sunyi. Rambut panjangnya kusut, menjuntai hin

aku dalam

nahannya dari telingaku. Mulutnya bergerak, namun dunia sekitarnya seolah dibungkam

inya. Tapi tubuhku selalu terkunci di tempat,

temu, entah kenapa, hatiku terasa ditikam oleh sesuatu yang tak bisa kugam

lam dada, meninggalkan jejak panas dan perih yang tak kasatmata. Tenggorokanku tercekat, seolah ada gumpalan

terlihat, beban yang tak kukenal, tapi terasa begitu akrab. Seakan tubuhku mengingat sesuatu yang pikir

a sekedar bunga tidur? Tapi ini terlalu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sangkawang
Sangkawang
“Reyna Mahesa, seorang wanita dari zaman modern, terbangun di dunia yang tak ia kenal, dunia para bangsawan, istana megah, dan aturan yang tak bisa ditawar. Ia terperangkap dalam tubuh seorang permaisuri, wanita yang dihormati sekaligus dibenci. Yang membuatnya terkejut, wajah permaisuri itu nyaris identik dengan dirinya. Namun kehormatan itu hanyalah semu, Reyna segera menyadari bahwa ia hidup di tengah istana yang penuh dengan kebencian dan pengkhianatan. Ia tak tahu mengapa atau bagaimana ruhnya bisa terlempar ke masa silam, tapi satu hal pasti, permaisuri yang tubuhnya kini ia tempati pernah dijatuhi hukuman mati oleh raja yang mengaku sebagai suaminya sendiri. Terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang bukan miliknya, Reyna dihadapkan pada pilihan; mencari jalan kembali ke dunia asalnya, atau bertahan untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan nama permaisuri yang semua orang inginkan lenyap. "Sangkawan" adalah kisah tentang ruh yang tersesat di waktu, luka yang diwariskan, dan takdir yang tak bisa dihindari. Di balik tirai istana, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya atau justru menyelamatkan satu jiwa yang terlupakan.”
1 Bab 1 Bukan sekedar Mimpi2 Bab 2 Mimpi Itu Lagi3 Bab 3 Gundah4 Bab 4 Diantara Dua Pilihan5 Bab 5 Kecelakaan6 Bab 6 Siapa dia 7 Bab 7 Kadipaten Rimba Aruna8 Bab 8 Sungguh Miris9 Bab 9 Menyayat Hati10 Bab 10 Usaha dan Doa11 Bab 11 Siapa dia sebenarnya 12 Bab 12 Siapa yang mulia itu 13 Bab 13 Jayapati14 Bab 14 Ruang tanpa suara15 Bab 15 Tempat macam apa ini 16 Bab 16 Siapa sebenarnya dirimu, Arya 17 Bab 17 Siapa kau sebenarnya 18 Bab 18 Kesunyian Malam19 Bab 19 Kemana perginya dia 20 Bab 20 Apakah Anda telah melupakan segalanya, Yang Mulia 21 Bab 21 Ada apa sebenarnya 22 Bab 22 Sebuah benda langka23 Bab 23 Pedagang Tua24 Bab 24 Apa yang terjadi sebenarnya 25 Bab 25 Sebuah Penderitaan26 Bab 26 Menentang Titah27 Bab 27 Resah28 Bab 28 Sosok sang Raja29 Bab 29 Orang-orang sinting30 Bab 30 Penjara31 Bab 31 Siapa kau 32 Bab 32 Dimana lagi ini