icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sangkawang

Bab 3 Gundah

Jumlah Kata:1121    |    Dirilis Pada: 10/10/2025

dang menjelaskan soal struktur organisasi dan fungsi manajerial, tapi su

at. Seandainya aku bisa seperti itu, hanya perlu mengikuti arus angin tanp

sederhana itu. Teru

r Mila pelan sambi

kan sekarang. Pikiranku kacau, seperti benang kusut yang tak tahu ujungnya di mana. Suara Ayah mas

na dan menjadi seorang penghafal Al-Qur'an. Kalau kamu bisa penuhi syarat ini, silakan. Mau melakukan apa

ngguh me

k untuk menimba ilmu agama, bukan juga membenci pesantren, tapi keinginan Ayah terasa seperti rantai

t-ayat suci saat pikiranku masih

am berharap bisa melayang bersama mereka, pergi ke tempat di mana a

memompa mimpi-mimpiku sendiri. Aku bahkan nggak tahu harus mulai dari mana, apa yang harus kupelajari, atau bagaimana caranya menyesuaikan diri di tempat yang bahkan tidak kupilih. Dan

mengejutkanku, seperti menarik paksa kes

i seseorang dengan hoodie hitam dan se

yd

ang aktif tiap kali pikiranku sedang berantakan. Jendela ruang kuliah yang langsung menghadap koridor luar membuatnya den

arah luar kelas, menyiratkan

h terfokus pada proyektor, lalu menoleh ke Mila di sebelahku.

"Cepetan balik. Jangan sampai ketahua

siang langsung menyambut wajahku, membelai pipiku dengan lembut seperti menyadarkan bahwa dunia di luar kelas ini masih berputar,

ju kantin. Dan seperti yang sudah kuduga, pria itu sudah duduk manis

i sampingnya dan duduk. "Bagaimana kalau dosen itu tiba

h jelakmu sedang melamun. Takutnya kau kesurupan pula." Dia tertawa keci

ya. Sudah terlalu biasa. Begitulah Zayden. Selalu punya cara untu

traktir," kataku

as panjang seolah sedang menjalani beban hidup ya

ah dan ju

n di sisi kantin. Aku yang tinggal menunggu hanya duduk sambil mengamati sekeliling. Kantin siang ini sepi, han

a. Rasa penasaran muncul begitu saja, dan tanpa pikir panjang

enuhi halaman demi halaman. Semuanya tampak seperti naskah yang

ahun satu Raka Langit?" gumamku pelan. Apa maksudnya? Apa dulu pernah a

n konteks dari kata-kata itu. Tapi yang kutemukan hanya kalimat-kalimat

Pikiranku sedang penuh, aku tak ingin menambahkan teori aneh lagi ke dal

ampan berisi satu mangkuk bakso kuah, satu

ar," katanya sambil duduk, meletakkan nampan dengan ge

ntuk menyembunyikan semuanya. Dengan perlahan, aku mulai menyantap makananku. Mungkin karena kepalaku penuh dengan pikiran, perutku pun ik

ya,

hadapannya sudah tandas. Pria kutu buku, yang obsesi dengan sejarah itu,

balapan liar," kataku pelan, leb

i, masih tanpa mengalihkan pandang

ma saja seperti bicara pada temb

n pria itu tetap tak mengangkat wajahnya dari buku tebal yang

tanyaku akhirnya, menembus suny

gannya yang sedari tadi membolak-balik halam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sangkawang
Sangkawang
“Reyna Mahesa, seorang wanita dari zaman modern, terbangun di dunia yang tak ia kenal, dunia para bangsawan, istana megah, dan aturan yang tak bisa ditawar. Ia terperangkap dalam tubuh seorang permaisuri, wanita yang dihormati sekaligus dibenci. Yang membuatnya terkejut, wajah permaisuri itu nyaris identik dengan dirinya. Namun kehormatan itu hanyalah semu, Reyna segera menyadari bahwa ia hidup di tengah istana yang penuh dengan kebencian dan pengkhianatan. Ia tak tahu mengapa atau bagaimana ruhnya bisa terlempar ke masa silam, tapi satu hal pasti, permaisuri yang tubuhnya kini ia tempati pernah dijatuhi hukuman mati oleh raja yang mengaku sebagai suaminya sendiri. Terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang bukan miliknya, Reyna dihadapkan pada pilihan; mencari jalan kembali ke dunia asalnya, atau bertahan untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan nama permaisuri yang semua orang inginkan lenyap. "Sangkawan" adalah kisah tentang ruh yang tersesat di waktu, luka yang diwariskan, dan takdir yang tak bisa dihindari. Di balik tirai istana, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya atau justru menyelamatkan satu jiwa yang terlupakan.”
1 Bab 1 Bukan sekedar Mimpi2 Bab 2 Mimpi Itu Lagi3 Bab 3 Gundah4 Bab 4 Diantara Dua Pilihan5 Bab 5 Kecelakaan6 Bab 6 Siapa dia 7 Bab 7 Kadipaten Rimba Aruna8 Bab 8 Sungguh Miris9 Bab 9 Menyayat Hati10 Bab 10 Usaha dan Doa11 Bab 11 Siapa dia sebenarnya 12 Bab 12 Siapa yang mulia itu 13 Bab 13 Jayapati14 Bab 14 Ruang tanpa suara15 Bab 15 Tempat macam apa ini 16 Bab 16 Siapa sebenarnya dirimu, Arya 17 Bab 17 Siapa kau sebenarnya 18 Bab 18 Kesunyian Malam19 Bab 19 Kemana perginya dia 20 Bab 20 Apakah Anda telah melupakan segalanya, Yang Mulia 21 Bab 21 Ada apa sebenarnya 22 Bab 22 Sebuah benda langka23 Bab 23 Pedagang Tua24 Bab 24 Apa yang terjadi sebenarnya 25 Bab 25 Sebuah Penderitaan26 Bab 26 Menentang Titah27 Bab 27 Resah28 Bab 28 Sosok sang Raja29 Bab 29 Orang-orang sinting30 Bab 30 Penjara31 Bab 31 Siapa kau 32 Bab 32 Dimana lagi ini