icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sangkawang

Bab 5 Kecelakaan

Jumlah Kata:1137    |    Dirilis Pada: 10/10/2025

esai. Kuhentikan langkah kakiku begitu suara familiar menyusup ke

hat siapa yang datang. Moge hitam. Jaket kulit.

knya. Ia berhenti tepat di depanku, menyunggingkan senyum miring

a santai seolah kami hanya dua ke

i balik dada, gejolak itu masih belum reda, perdebatan di kantin tadi masih menggema

menyimpan niat lain? Apa kau bisa menjamin

annya tenang, bahkan terlalu tenang. Tapi justru itulah yang membua

basa-basi. K

, dengan nada ringan yang terdengar seperti senjata

ku dingin, tatapanku tajam seperti bel

elangan tanganku, gerakannya cepat, menghentik

upa taruhan

sinis. "Ah, jadi itu maksudmu?" Nada suaraku rendah,

usup seolah sedang mengukur keteguhan hat

balik, melenggang pergi tanpa menoleh sedikit pun, membiar

, aku akhirnya tiba di sebuah bangunan sederhana, pusat studi kanak-kanak yang tampak biasa di mata siapa pun. Tapi tidak u

idor sempit yang mulai lengang. Tanganku menyentuh pegangan tangga besi, dingin dan sedi

saat aku mendorong pintu dan masuk. Tenang. Datar. Tap

ela. "Tadi pria itu menemuiku," ujarku pelan tanpa mengalihkan

enyodorkan sege

p sedikit, lalu berkata, "Aku bingung. Ak

ggu. Menatapku, seakan ingin menelusuri isi pikiranku y

, aku haru

ar namun penuh makna. "Menurutku, kau nggak usah dat

ak bisa dibagi. "Itu bukan solusi, Zay. Kalau aku nggak pergi, mere

yah selalu berada di sisi yang sama. Mereka memandangku dari kacamata yang sama. Memandangku l

lu sibuk menjaga harga dirimu. Tapi, apa kau pernah berpikir seberapa

terc

luka. Tidak meninggalkan jejak. Kata-kata Zayden hanya lewat seperti an

keluar rumah. Melanggar janji. Mengabaikan

u. Kali ini saja izinka

p... satu, du

ma pria itu diteriakkan bertubi-tubi, menggelegar

putar

a ini kupendam. Motor melesat bagai peluru, menembus angin yang menyayat kulit, menyalip bayangan-bayan

ran kemenangan di ujung jemari, denyut nyata di dada. Tapi justru di detik itulah, dari s

dentum tak karuan saat roda motorku mendadak berge

egalanya terasa berhenti dalam sekejap. Tubuhku terlempar ke udara, seolah waktu melambat. Dunia berputar tak menentu.

yang membungkus kesadaranku. Suara yang terasa

suk mataku, seperti ribuan jarum dingin menari-nari di pelupuk. Semuanya ber

am rongga kesadaranku yang tersisa. Tapi perlahan, suara itu memudar, tergantikan oleh ki

Cuit

a ada suara burung? Kemana perginya suara jeritan dan der

an langsung menyerbu penglihatanku, bukan cahaya lampu jalan atau lampu rumah sakit seperti yang kuha

h di

a. Angin menyelinap dari sela-selanya, membawa aroma kayu basah yang berpadu dengan bau tanah lembab. Di

mata. Denyut nyeri yang samar menjalar perlahan di setiap persendian, menyisakan

i, aku memindai ruangan asing itu. Di mana aku? Bukankah seharu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sangkawang
Sangkawang
“Reyna Mahesa, seorang wanita dari zaman modern, terbangun di dunia yang tak ia kenal, dunia para bangsawan, istana megah, dan aturan yang tak bisa ditawar. Ia terperangkap dalam tubuh seorang permaisuri, wanita yang dihormati sekaligus dibenci. Yang membuatnya terkejut, wajah permaisuri itu nyaris identik dengan dirinya. Namun kehormatan itu hanyalah semu, Reyna segera menyadari bahwa ia hidup di tengah istana yang penuh dengan kebencian dan pengkhianatan. Ia tak tahu mengapa atau bagaimana ruhnya bisa terlempar ke masa silam, tapi satu hal pasti, permaisuri yang tubuhnya kini ia tempati pernah dijatuhi hukuman mati oleh raja yang mengaku sebagai suaminya sendiri. Terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang bukan miliknya, Reyna dihadapkan pada pilihan; mencari jalan kembali ke dunia asalnya, atau bertahan untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan nama permaisuri yang semua orang inginkan lenyap. "Sangkawan" adalah kisah tentang ruh yang tersesat di waktu, luka yang diwariskan, dan takdir yang tak bisa dihindari. Di balik tirai istana, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya atau justru menyelamatkan satu jiwa yang terlupakan.”
1 Bab 1 Bukan sekedar Mimpi2 Bab 2 Mimpi Itu Lagi3 Bab 3 Gundah4 Bab 4 Diantara Dua Pilihan5 Bab 5 Kecelakaan6 Bab 6 Siapa dia 7 Bab 7 Kadipaten Rimba Aruna8 Bab 8 Sungguh Miris9 Bab 9 Menyayat Hati10 Bab 10 Usaha dan Doa11 Bab 11 Siapa dia sebenarnya 12 Bab 12 Siapa yang mulia itu 13 Bab 13 Jayapati14 Bab 14 Ruang tanpa suara15 Bab 15 Tempat macam apa ini 16 Bab 16 Siapa sebenarnya dirimu, Arya 17 Bab 17 Siapa kau sebenarnya 18 Bab 18 Kesunyian Malam19 Bab 19 Kemana perginya dia 20 Bab 20 Apakah Anda telah melupakan segalanya, Yang Mulia 21 Bab 21 Ada apa sebenarnya 22 Bab 22 Sebuah benda langka23 Bab 23 Pedagang Tua24 Bab 24 Apa yang terjadi sebenarnya 25 Bab 25 Sebuah Penderitaan26 Bab 26 Menentang Titah27 Bab 27 Resah28 Bab 28 Sosok sang Raja29 Bab 29 Orang-orang sinting30 Bab 30 Penjara31 Bab 31 Siapa kau 32 Bab 32 Dimana lagi ini