icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta

Bab 3 Tatapan tajam Rafael

Jumlah Kata:570    |    Dirilis Pada: 07/10/2025

ol. Namun, saat ia menoleh, pria itu-Rafael, masih berdiri di samping mo

n dada yang berdebar tak karuan.

pikirannya makin gila. Tapi langkahnya justru ber

Andrew!" katanya ce

hangat tapi matanya meneli

," ujarnya, berusaha terdengar santai meski pipinya memanas. Ia t

hadapannya bukan sembarang wanita, Alexa , si pewaris keluarga p

enunduk, jaraknya hanya tinggal beberapa inci dari bibirnya. T

mpat menyentuh, suara berat

, masuk ke dalam k

mengandung perintah y

k jauh di depan mereka, tegak, berbaju serba hitam, den

exa panik. "Bukankah pria itu

hnya. Sedangkan Rafael hanya menatap keduanya dengan pandangan yang dingin dan berbaha

nada heran, matanya bergulir menilai

" sahut A

Tenang, tak berekspresi, tapi ada sesuatu di balik

puk bahu Rafael dengan angkuh. "Kau cuma supir, tapi ber

h saku jasnya. Sapu tangan hitam keluar dari sana, lalu ia mengusap bagian bajunya yang

i, kalau kau masih menginginkan t

sebut marah-tapi cukup dingin untuk m

gupannya dengan arogansi. "Ancaman dari supi

inju ke arah wajah Rafael. Gerakannya cep

balik memelintir pergelangan tangan Andrew dengan presisi milit

a memecah ketegangan, terde

pis dan sinis muncul di sudut bibirnya, senyu

pun, ia melepaskan ta

ur ketakutan. Sedangkan Rafael hanya berdiri tegap, membe

Dan jauhi N

ri. Sementara Andrew segera pergi, dan tak ingi

at. "Masuklah Nona Alexa, saya akan m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
“Ketika Alexa pewaris keluarga politik ternama, menjadi target ancaman pembunuhan, sang ayah menunjuk Rafael, mantan pasukan khusus untuk menjadi pengawalnya. Pria itu dikenal dingin, disiplin, dan tak pernah gagal menjalankan tugas. Namun, seiring waktu, jarak profesional yang Rafael ciptakan mulai terkikis. Alexa dengan keanggunannya yang menggoda selalu punya cara membuatnya kehilangan kendali. "Kamu tahu apa tugas terberatmu, Tuan Rafael?" bisiknya menggoda. Rafael menegakkan tubuh, menahan napas. "Menjagamu dari para musuh." Alexa tersenyum samar, matanya berkilat nakal. "Salah. Tugas terberatmu adalah menjagaku ... agar tidak jatuh cinta padamu."”