icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

BLIND HEART

Bab 2 Mulai Bekerja

Jumlah Kata:1128    |    Dirilis Pada: 22/11/2021

b

n baruku. Ya, akhirnya aku tak punya celah untuk menolak menjadi pelayan pria itu, semog

tu buta. Entahlah, aku merasa aneh dengan diriku sendiri yang merasa iba padan

asih menunjukkan pukul lima pagi. Kupacu langkah menuju gerban

kuhapal saat berjalan keluar kemarin. Kuketuk pintu dengan perlah

eorang pria gagah yang berdiri menjulang mengha

hampiri tuan baru yang tak b

dah terlambat. Dasar tida

unjukkan pukul lima lewat dua menit. Hei, aku tiba tepat jam lima

n bajuku!" tit

berwarna kuning emas. Mataku seketika disajikan d

erwarna hitam untuk diserahkan

n rahang menegang kaku. "Celana

da keramat itu juga harus aku yang menyediakan? Atau perlukah ku

ku atau tidak?"

i pria itu lagi, dengan gerutuan luar bias

ggu dulu, aku mendapati sesuatu yang menarik di sini. Segera kusambar

rakan kasar, wajahnya memerah s

n berbaliklah!" p

otes, seraya menutup rapat mulut

akaikan baju unt

kulihat pria itu berdiri menjulang dengan kedua tangan berkacak pinggang disertai celana dalam merah cerah menutupi bag

tertawakan?" b

sisa-sisa tawaku masih ter

a di dinding dengan tubuh menghimpit kuat. Aku

a bermain-main denganku,

kemerahan yang terlihat sexy itu menye

kan anda, Tuan," sahutku bergetar. Su

g kau tertawak

kan mengulanginya lagi,

an tubuhku dengan kasar, tubuhnya menjulang

akan tugasmu,"

os yang melekat pas di tubuhnya. Kuabaikan getar halus yang menyera

an tubuh dan mengendus bagian tengkuk yang s

sa tahu posisiku dan me

g kau gunakan?"

alaku? Tak ada hal aneh-aneh yang kugunakan, hanya sampo biasa

lebih dulu mendorongku menjauh. "Bau rambut

benar saja, aku bahkan baru saja menc

an celanaku!"

ain kejam dan tak punya perasaan, t

miliknya, begitu juga dengan yang sebelah lagi. Lalu, kutarik celananya menuju pinggang, menga

aku akan memotong sepuluh persen

ngan pandangan tak percaya. "Saya tidak terlambat, han

sinis. "Alasa

at suara ketukan di pi

ya!" suruh sa

ng pelayan mengantar makanan. Ia membungkuk sebelum berjalan melewatiku,

ku. Bukankah Jo sudah memberitahumu?" Suara Tuan Max te

tanganku, tepat pukul enam pagi. Baiklah, setid

" jawabku ses

ku merasa jadi babu yang paling kurang ajar di sini. Tapi tak apa, itu bala

epat suapi aku!" Geraman

ambil piring sarapan miliknya yang hanya terisi dua lembar r

enapa harus minta dis

sibuk," sah

ibuk seperti apa yang dia maksud saat dirinya send

ngar, kali ini Tuan Max lang

i biasa, kurasa wajah itu harus diberi pele

n. Apakah anda ingin berangkat sekaran

u, tapi Jo sudah sangat mengerti dan melangkah kelua

gerjakan tugasmu, maka lebih baik ak

ali mengomel panjang lebar padaku sementa

memakaikan sepatu pantofel hitam yang menambah kesan gagah tubuh kekarnya. Ah,

*

T

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
BLIND HEART
BLIND HEART
“Silvana adalah seorang mahasiswi akhir yang sedang dipusingkan oleh skripsi. Tapi, ada yang lebih memusingkan baginya yaitu uang untuk biaya wisudanya. Untuk membantu sang ayah dalam mencicil biaya kelulusan, Silvana berusaha mencari pekerjaan sampingan untuk meringankan beban orang tuanya. Siapa sangka, bayangan mengasuh bocah kecil nan mungil dalam benaknya harus hancur berantakan saat yang diasuh adalah seorang bayi besar menyebalkan yang gemar memarahi dan membentaknya. Dia Max Elgort, sang penguasa yang mempunyai kekurangan di bagian mata. Sanggipkah Silvana bertahan saat benih cinta mulai bersemi di hatinyaa saat pria itu masih terpaku pada masa lalu? Lalu, apakah Max akan tetap mempertahankan janjinya pada sang mantan kekasih yang meninggal saat berkendara bersamanya dan mengakibatkan pria itu buta?”
1 Bab 1 Awal Mula2 Bab 2 Mulai Bekerja3 Bab 3 Si Tuan Pemarah4 Bab 4 Musibah Datang5 Bab 5 Sikap Aneh6 Bab 6 Dijodohkan7 Bab 7 Bertahan8 Bab 8 Menguras Emosi9 Bab 9 Mencurigakan10 Bab 10 Merajuk11 Bab 11 Tawaran12 Bab 12 Moskow, Rusia13 Bab 13 Selalu Menyebalkan14 Bab 14 Terjebak15 Bab 15 Fakta Baru16 Bab 16 Kenyataannya17 Bab 17 Menyerahkan Diri18 Bab 18 Penyesalan Tak Berarti19 Bab 19 Serangan Tak Terduga20 Bab 20 Jatuh Cinta21 Bab 21 Kejutan Lainnya22 Bab 22 Nyonya Elgort23 Bab 23 Bisikan Gila24 Bab 24 Cemburu 25 Bab 25 Rumah26 Bab 26 Hamil27 Bab 27 Kekacauan28 Bab 28 Semakin Menjadi-jadi29 Bab 29 Pulang dan Hancur30 Bab 30 Mencurigakan31 Bab 31 Jebakan32 Bab 32 Kembali Menggila33 Bab 33 Fakta Mengejutkan34 Bab 34 Keterkejutan Sesil35 Bab 35 Paksaan Babymoon36 Bab 36 Pernyataan Cinta37 Bab 37 Waktu Bersama38 Bab 38 Masalah Baru39 Bab 39 Kebingungan 40 Bab 40 Tentang Lydia41 Bab 41 Mencari Tahu42 Bab 42 Kemarahan Silvana43 Bab 43 Akan Kembali44 Bab 44 Perlawanan Silvana45 Bab 45 Dejavu46 Bab 46 MAX's POV47 Bab 47 End Of Max's POV48 Bab 48 END