icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!

Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!

icon

Bab 1 Lorong rumah sakit

Jumlah Kata:321    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

ema saat ia bergegas menuju ruang ICU. Wajahnya pucat, napasnya terengah. Matany

an kabel medis menempel di tubuhnya. Usianya baru lima tahun, tapi

nya, menahan tangis yang su

Ka

suster Nila m

k rujukan rumah sakit luar kota.

akan cari caranya. Saya cuma minta satu hal.

penuh simpati. "Kami ak

ia menjawab, pon

(Manta

Arka ke rumah sakit swasta? Ka

a

ta bantuan kamu. Aku cuma kab

a

pek. Kamu aja yang masih kekeh mikirin

a

diri karena aku yang urus

a

ayar, urus aja sendiri.

menghela napas. Tangannya bergetar, tapi ia cepat menyembun

dekatinya. Lelaki berjas rapi, w

ster, Anda butuh rujukan dan bia

elaki itu curig

Kami biasa bantu pasien anak yang butuh penangana

sedikit terbuka. Tapi ia tahu, ini bel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
“Kania tengah berjuang mati-matian demi kesembuhan putranya, Arka, yang terbaring kritis di ICU. Di tengah cobaan berat itu, ia harus menelan pil pahit perceraian. Mantan suaminya menceraikannya, dengan alasan tak masuk akal bahwa Kania telah melahirkan anak yang "penyakitan". Tekanan tak berhenti sampai di situ. Mantan mertuanya, yang seharusnya menjadi pendukung, justru menghalangi setiap usahanya. Bahkan, saat Kania berhasil mempertemukan Arka dengan seseorang yang sangat membutuhkan bantuan, mantan mertuanya tega memblokir akses mereka. Kania merasa sendiri, berjuang melawan dunia yang seolah bersekongkol melawannya. Namun, takdir memiliki jalannya sendiri. Sebuah kejadian tak terduga akhirnya membuat Bagas, mantan suaminya, tak berkutik dan harus menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari.”
1 Bab 1 Lorong rumah sakit2 Bab 2 Suasana ruang tunggu rumah sakit3 Bab 3 membantu suster memindahkan Arka4 Bab 4 Untuk pertama kalinya setelah bermalam-malam menahan tangis5 Bab 5 Bocah kecil itu tertidur pulas6 Bab 6 Hari itu rumah sakit tampak lebih ramai7 Bab 7 Hari ini Arka makan banyak8 Bab 8 Seminggu menjelang operasi Arka9 Bab 9 Hari yang mereka tunggu akhirnya tiba10 Bab 10 Ibu bersedia memperkarakan perwalian anak11 Bab 11 Kehidupan mereka mulai berangsur tenang12 Bab 12 Suasana rumah Kania terasa lebih sunyi13 Bab 13 Satu bulan setelah keputusan14 Bab 14 Hidup setelah pernikahan15 Bab 15 Kehidupan keluarga kecil Kania16 Bab 16 Pindah ke rumah baru17 Bab 17 membawa Kania dan keluarganya18 Bab 18 Kania memeriksa satu per satu rak buku19 Bab 19 masih pagi tapi udah sibuk20 Bab 20 kecemasan seperti dulu21 Bab 21 Arka datang dari arah dapur22 Bab 22 Anak itu tampak jauh lebih ceria23 Bab 23 Setelah itu kita siap-siap ke taman baca!24 Bab 24 lihat aku bisa tinggi banget25 Bab 25 Kita sudah lakukan yang terbaik26 Bab 26 Malam di Rumah Pelita27 Bab 27 Sudah membuat perjanjian28 Bab 28 kamu terlihat capek hari ini29 Bab 29 Wortelnya buat siapa