icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendamnya, Cinta Abadinya

Bab 4 

Jumlah Kata:637    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

wajahku topeng ya

membawa Ibu bersamaku ke perni

mindai wajahku mencari

lsu yang telah kusiapkan dengan Fandi. Penuh dengan detail tenta

, dengusan kecil. Dia tidak percaya padaku, t

la ibuku. Aku melompat ke depan, menangkapnya tepat pada waktunya. Gerakan tiba-tiba itu mengirimkan rasa sakit

rinya. Atau jika dia menya

n tanganku, cengkeramannya

an aku,

mobilnya. "Kamu ikut de

atangani pengakuanmu. Aku sudah memberimu apa yang kamu

an mengancam. "Semua analisismu, strategi

idupku. Itu adalah produk dari malam-malam tanpa tidur yang tak terhitun

id

melonggar sejenak. Aku mencoba menarik diri, tetapi dia terlalu ku

enyum palsu terpampang di wajahnya. "Jihan sudah

menyapuku. Aku san

utus saja. Kamu bisa bersama Jihan. Kamu b

awa, suara yang kasar dan jelek. "Putus? Anya, sayang, a

rpikir bisa meninggalkanku?" tanyanya, suaranya penuh dengan kepastian arogan. "Kamu, yang mele

ta-kataku sendiri, diucapkan di saat bahagia yang

idak ada lagi yan

mengganggu sarafku. Dia setengah menyeret, seten

k sangat tidak pada tempatnya. Dia memiliki gelar dari perguruan tinggi

g lebih mirip perintah. "Aku butuh catatan penelitianm

orang raja yang mengawasi istananya, Ji

foto keluargaku dulu berada, ada foto berbingkai

bali, kali in

"Dia menghapusnya! Ayah, di

an pertunjukan kesusahan yang meyakinkan. "Semua pekerjaan An

apa yang harus dilakukan dengan fi

ngga aku tidak melihatnya datang. Tam

adanya. Sekar

tku. "Karena kamu buta? Kamu tidak bi

h masuk untuk memainkan peran korban yang mu

ya menyala dengan api dingin. Dia mencengkeram

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendamnya, Cinta Abadinya
Dendamnya, Cinta Abadinya
“Sahabatku, Jihan Prameswari, dan bosku, Darma Wijoyo, telah melenyapkan seluruh tabungan keluargaku. Mereka kemudian menjebakku sebagai biang keladi kehancuran pasar, menghancurkan karierku sampai ke akar-akarnya. Malam itu juga, Darma, pria yang pernah menjanjikanku dunia, memaksaku menandatangani pengakuan palsu. Dia mengancam akan mencabut jaminan kesehatan ibuku yang sedang sekarat. Aku menandatanganinya, mengorbankan segalanya untuk menyelamatkannya. Tapi pengkhianatan itu tidak berhenti di situ. Jihan menyombongkan diri, mengungkapkan warna asli Darma: aku hanyalah "alat yang berguna", tidak akan pernah dianggap keluarga. Darma merayakan penghinaanku, bukan menenangkan putrinya. Duniaku runtuh. Bimbingannya, janji-janjinya, kepercayaan yang kami bagi-semuanya bohong. Aku ditinggalkan tanpa apa-apa selain mimpi yang hancur berkeping-keping dan amarah yang membara. Kenapa dia melakukan ini? Kenapa pria yang pernah bersumpah untuk melindungiku sekarang justru mendorongku ke dalam api? Aku dihadapkan pada pilihan: menyerah pada keputusasaan atau melawan. Aku memilih untuk melawan. Aku akan membangun kembali hidupku, dan kemudian, aku akan membuat mereka membayar.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18