icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendamnya, Cinta Abadinya

Bab 2 

Jumlah Kata:773    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

n medis sudah siaga." Suara Fandi adalah tali

h, Fandi. Un

mai untuk saat ini. Aku membungkuk dan mencium keningnya, hatiku sakit karena camp

untukmu, Bu," bi

wah Darma untuk mengemasi barang-barang

i lobi, senyum kem

itu cepat?

ari jalank

i yang bilang padaku. Malam itu, setelah dia meninggalkanmu di konferensi itu? Dia datang ke

. Aku terhuyung mundur, pikiranku menolak untuk

tercekat, air mata m

l malam itu. Mereka tertawa, sebotol sampanye di atas meja di antara mereka.

ndasi dua tahun terakhirku hancur menjadi debu. Bimbingannya

hadiah yang diberikan Darma setelah aku menutup kesepakatan b

eja. Vas itu pecah berkeping-keping di lantai marm

g kamu l

diri di ambang pintu, ekspresinya b

gsung menuju Jihan. Dia meletakkan lengan yang menena

Dia melihat putrinya

engulurkan sebuah kotak beludru kecil. "S

sederhana. Sebuah sedekah. Sebuah pe

ar. "Terima kasih," kataku, suaraku men

nis di wajahnya. "Dan ini dariku, Anya.

ah foto berbingkai. Foto dirinya dan Darma, berpelukan di sofa, tampak seperti s

han punya hati yang baik," katanya, sama

ukti pengkhianatan yang begitu dalam hingga terasa seper

ecil itu. Melalui pintu yang terbuka, aku bisa mendengar mereka. Darma dan Jihan,

dah pergi. Tapi mereka meninggalkan foto berbingkai it

i-janji kami, hidup kami bersama... Apakah kami pernah menikah? Ata

kan, hingga aku mulai tertawa. Suara liar

anam kebun anggur untukku di halaman belakang. "Agar kita bisa membuat anggur sendiri untuk me

ke udara malam yang dingin dan mulai memotong. Aku menebas tanaman ang

tiap surat yang pernah dia berikan padaku. Aku membawanya ke perapian da

saat foto terakhir m

ur melalui jendela, lalu tumpukan

ah seperti ana

ng sampah," katak

an, tidak ada kesedihan. Hanya

membawa beberapa tas belanja dari toko desain

n ekspresi sombong di wajahnya. Bar

rna, hampir lucu. Sang raja, putri kesay

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendamnya, Cinta Abadinya
Dendamnya, Cinta Abadinya
“Sahabatku, Jihan Prameswari, dan bosku, Darma Wijoyo, telah melenyapkan seluruh tabungan keluargaku. Mereka kemudian menjebakku sebagai biang keladi kehancuran pasar, menghancurkan karierku sampai ke akar-akarnya. Malam itu juga, Darma, pria yang pernah menjanjikanku dunia, memaksaku menandatangani pengakuan palsu. Dia mengancam akan mencabut jaminan kesehatan ibuku yang sedang sekarat. Aku menandatanganinya, mengorbankan segalanya untuk menyelamatkannya. Tapi pengkhianatan itu tidak berhenti di situ. Jihan menyombongkan diri, mengungkapkan warna asli Darma: aku hanyalah "alat yang berguna", tidak akan pernah dianggap keluarga. Darma merayakan penghinaanku, bukan menenangkan putrinya. Duniaku runtuh. Bimbingannya, janji-janjinya, kepercayaan yang kami bagi-semuanya bohong. Aku ditinggalkan tanpa apa-apa selain mimpi yang hancur berkeping-keping dan amarah yang membara. Kenapa dia melakukan ini? Kenapa pria yang pernah bersumpah untuk melindungiku sekarang justru mendorongku ke dalam api? Aku dihadapkan pada pilihan: menyerah pada keputusasaan atau melawan. Aku memilih untuk melawan. Aku akan membangun kembali hidupku, dan kemudian, aku akan membuat mereka membayar.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18