icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Benih Dari Kebencianmu

Bab 5 Lia memang harus mandiri

Jumlah Kata:1476    |    Dirilis Pada: 22/07/2025

endela kamar kosnya yang mungil. Sejak kepergian kedua orang tuanya beberapa tahun silam, Lia memang harus mandiri. Ia terbiasa mengurus segalanya sendiri, t

muncul di layar, membuat nafsu makannya langsung hilang: Pak Rizky. Lia menghela napas panjang

pon dengan enggan.

tanpa basa-basi, tanpa sapa

n," jawab Lia, mencoba menjaga

ya ingin kau datang ke ru

kan sendoknya. "Maaf, Pak? Je

kantor, tentu saja," jawa

or itu sudah lumayan jauh, lalu saya harus memutar ke rumah Bapak yang arahnya berbeda dan jau

u bukan urusanmu. Kau sekretaris saya sekarang. Kau

i mendadak sekali," Lia mencoba berargu

menusuk telinga Lia. "Saya ingin kau sudah datang ke rum

emutus panggilan tanpa

ya ke rumah Rizky yang berada di kawasan elit Jakarta Selatan bisa memakan waktu setidakny

asnya. Ia tahu ia tidak bisa melawan. Rizky memiliki semua kendali. Ia membuka ap

us-menerus melihat jam di ponselnya. Jantungnya berdebar kencang. Ia tahu Rizky ti

malis dengan halaman yang luas dan taman terawat. Ini adalah rumah yang dulu sering ia kunjungi bersama Anya. Rumah tempat Anya

tiba pukul 06:48. Terlambat ti

segar bunga melati dari taman menyapa indranya, namun tidak mampu m

bibi dari Anya. Raut wajahnya tidak menunjukkan kehangatan sedikit pun. Mata Ibu Rizky menatap Lia dengan sorot yang familiar: kebencian dan tuduhan. Sejak kecelakaan itu, I

dingin. "Berani sekal

tatapan itu. "Selamat pagi, Tante.

belum jam tujuh. Dan kau datang kemari

apa. Ini adalah perintah Riz

nakan setelan jas kantor yang rapi, rambutnya tersisir sempurna. Wajahnya datar, tanpa eks

rkata, suaranya rendah da

pipinya memanas. "Maaf, P

it itu berarti banyak hal dalam bisnis. Waktu ada

, Pak," Lia m

l. Dan hasilnya, kau terlambat." Ia melangkah turun dari

obil sedan hitam mewah yang terparkir d

jalan mendekat dengan langkah cepat, wajahnya dipenuhi amarah. "Apa

ibunya, ekspresinya te

dengan jari telunjuknya, tatapan membakar. "Dia membunuh Anya! Bagaimana jika dia memb

sudah sering ia dengar, namun tetap saja, setiap kali mendengarnya, rasanya seperti dihantam palu godam. Ia bisa

emohon, berharap Rizky akan membela atau setidaknya melindunginya

ranya tenang, namun memiliki nada perin

" Ibu Rizky me

Rizky, kali ini dengan nada yang lebih tegas, membuat Ibu R

tanya tajam. "Cepat, Lia

buka pintu, dan masuk ke dalam mobil. Ia tidak

membakar Lia dengan tatapan matanya. Lia bisa merasakan kemarahan Ibu Rizky, yang kini semak

ari rencana Rizky untuk menyiksanya, untuk membuatnya terus-menerus merasa bersalah, untuk membuatnya hidup dal

itu. Aroma kulit baru dan pendingin udara yang sejuk memenuhi kabin. Di kursi sampingnya, Rizky duduk tegak, mema

obil perlahan, lalu mengemudikannya keluar dari halaman rumah Rizky. Ibu Rizky ma

k email. Lia mencoba fokus pada jalanan, menghindari kontak mata. Setiap hembusan napas Rizky di sebelahnya terasa s

angkar, bersama dengan predator yang siap menerkamnya kapan saja. Ia adalah sekretaris Rizky, tapi lebih dari

hari ini?" Rizky tiba-tiba mem

temuan dengan klien dari Jepang. Setelah makan siang, jam 14:00 ada teleconference dengan kantor cabang di Surabaya, dan ja

Pastikan semua persiapan sudah be

ak," Lia

sa sama. Ia harus kuat. Ia harus menghadapi semua ini. Untuk Anya, dan untuk dirinya sendiri. Ia harus membuktikan bahwa ia tidak bersalah, bahwa ia layak unt

an menjalankan tugasnya sebagai sekretaris Rizky

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Benih Dari Kebencianmu
Benih Dari Kebencianmu
“Setelah tragedi lima tahun lalu yang merenggut nyawa Anya, kini Lia-sepupu Anya-bertemu kembali dengan Rizky-kekasih Anya saat itu. Tentu saja pertemuan mereka memantik kebencian dan dendam yang selama ini Rizky redam. Lia, korban selamat dalam tragedi itu, menjadi sosok yang paling disalahkan atas terjadinya tragedi tersebut. Anya sudah tiada, dan Lia yang masih hidup hanya menjadi luka bagi orang-orang yang menyayangi Anya. Hingga malam nahas itu pun terjadi, Rizky berhasil melampiaskan dendamnya, merusak masa depan Lia. Lalu bagaimana kehidupan Lia selanjutnya?”