icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kau Tak Pernah Mencintaiku

Kau Tak Pernah Mencintaiku

Penulis: sudres
icon

Bab 1 rahasia yang hanya bisa didengar

Jumlah Kata:738    |    Dirilis Pada: 01/06/2025

sawit milik keluarganya. Sinar matahari sore menembus tirai tipis, menciptakan bayangan samar yang bergetar di dinding. Di luar sana, an

elombang perasaan yang tak pernah berhenti bergolak dalam dada Auror

n selalu berusaha menyenangkan suaminya, Leandro Mahesa. Leandro, pria tiga puluh tahun yang terlihat sempurna di mata dunia. Pemilik ratusan hekt

han itu, ada jurang yang memisahkan mere

dengar suara gaduh di ruang makan. Suaranya rendah dan nyaris be

dekat. Mertua dan iparnya pun semakin sering menekan dan menghakimi setiap langkahnya. Ny. Diah, ibu Leandro, adalah wanita yang s

angan sampai mereka kelaparan," suara Ny. Diah tajam, memecah hening

erasa kecil dan tidak berharga. Namun ia tidak bisa berkata apa-apa, bukan hanya ka

terdengar lelah dan dingin sekaligus. Namun nada itu tidak mem

r mata yang mulai menggenang. Di dalam hati, ia bert

mereka. Ia memandangi suaminya yang terlelap, wajahnya yang tampan tapi tanpa kehang

an langkah ringan dan senyum penuh rahasia di bibirnya. Ravela, kaka

Ravela pelan tapi

debar keras. "Ravela? Kamu...

mata yang penuh rencana. "Aku pulang. Dan aku aka

u, kehadiran Ravela bukan hanya soal keluarga, tapi

ahan tapi pasti merusak kedamaian yang tersisa. Ia pandai membaca

kehilangan cinta suami, tapi juga harus berhadapan

enghindar dan mengabaikan. Kata-katanya berubah menjadi dingin d

a ini," kata Leandro suatu malam, suara serak penuh amarah. "Kamu

remuk. Ia merasa seperti terperang

ahan-anak-anaknya. Mereka adalah cahaya kecil yang selalu memberinya

ya di kebun belakang rumah, Aurora merenung. I

an," bisiknya pelan, air m

rus menemukan cara untuk melawan, untuk memp

tang luas, simbol kemewahan sekaligus penjara yang mengurungnya. Di l

akan datang untuknya, atau j

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Tak Pernah Mencintaiku
Kau Tak Pernah Mencintaiku
“Aurora, gadis berusia dua puluh tahun, adalah perempuan berparas lembut dengan tatapan mata sejernih embun pagi. Ia menikah muda dengan Leandro Mahesa, pria kaya berusia tiga puluh tahun, pemilik ratusan hektar kebun kelapa sawit di Sumatera. Pernikahan mereka bukan karena cinta, tapi karena kesepakatan keluarga. Dari luar, hidup Aurora tampak sempurna. Semua kebutuhannya dicukupi-rumah mewah, perhiasan mahal, pelayan pribadi. Tapi di balik dinding megah rumah itu, Aurora hidup dalam kesepian dan keterasingan. Tugasnya hanya satu: melahirkan anak dan merawat mereka. Cintanya diabaikan, pendapatnya tak pernah didengar. Mertuanya, Ny. Diah, adalah sosok dominan yang selalu ikut campur bahkan dalam hal paling pribadi sekalipun. Adik iparnya, Nadira, gadis ambisius dan sinis, sering mempermalukannya di depan pelayan. Yang paling menyakitkan, Leandro tak pernah membelanya. Setiap ada masalah, Aurora selalu menjadi sasaran. Leandro lebih percaya pada ibunya, pada Nadira, pada siapa pun-selain Aurora. Namun badai sebenarnya datang saat seseorang dari masa lalu Aurora tiba-tiba tinggal di rumah itu. Ravela, kakak kandung Aurora. Wanita yang dulu menghilang tanpa kabar, kini kembali-bukan sebagai tamu, tapi sebagai "penumpang gelap" di rumah tangga adiknya. Ravela mendekati Leandro diam-diam. Dengan kecerdasannya yang memikat dan pembawaannya yang memesona, Ravela perlahan merebut perhatian pria itu. Aurora merasakan kehancuran yang perlahan namun pasti menggerogoti jiwanya. Dan di suatu malam ketika Aurora melihat bayangan Ravela keluar dari kamar Leandro, hatinya remuk. Ia tak lagi bisa membedakan mana luka, mana pengkhianatan.”
1 Bab 1 rahasia yang hanya bisa didengar2 Bab 2 ketika Ravela memasuki kamar tanpa diundang3 Bab 3 Bangkit dari Derita4 Bab 4 Kebun kelapa sawit milik keluarga Mahesa5 Bab 5 memberikan kemenangan sementara6 Bab 6 tak terlihat tapi terasa jelas7 Bab 7 Telepon semalam terus berputar8 Bab 8 semakin hari semakin mencekam9 Bab 9 berjuang sekuat tenaga10 Bab 10 kolam taman11 Bab 11 serangan publik yang akan membongkar12 Bab 12 Kemarahan di ruangan13 Bab 13 mengancam untuk menghancurkan semuanya14 Bab 14 antara cinta dan keraguan15 Bab 15 kata menyakitkan16 Bab 16 terus membayangi pikiran mereka17 Bab 17 melayang jauh ke masa lalu18 Bab 18 ancaman datang dari segala arah19 Bab 19 Kebakaran kecil20 Bab 20 Cinta dalam Kepungan Dusta21 Bab 21 Pesawat pribadi22 Bab 22 Pulang dari Zurich23 Bab 23 seorang informan lama24 Bab 24 keindahan25 Bab 25 terlalu licik26 Bab 26 menenangkan pikirannya27 Bab 27 Senyum yang menyiratkan satu hal28 Bab 28 bermain di taman kecil29 Bab 29 menerima sesuatu30 Bab 30 tak peduli dengan kekacauan