icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Tak Pernah Mencintaiku

Bab 4 Kebun kelapa sawit milik keluarga Mahesa

Jumlah Kata:749    |    Dirilis Pada: 01/06/2025

pi juga ladang pertempuran yang penuh intrik dan kepalsuan. Setiap helai daun yang terti

kumpul di ruang utama, tempat di mana keputusan-keputusan besar biasanya dibuat. Namun, ha

. Ravela, kakak iparnya, telah merancang sebuah rencana licik untuk menguasai seluruh saham kebun

elahan yang dalam. Ia mulai berbicara, "Kita semua di sini berkumpul bukan hanya sebagai

an sandiwara ini. Kau hanya takut menghadapi

ipar mereka yang selama ini diam tapi penuh tipu daya, duduk denga

ya jelas: ada manipulasi dalam pengelolaan saham dan keuangan. Bukti-b

! Kau dipengaruhi oleh Aurora yang in

sini bukan untuk menghancurkan, tapi memperbaiki. Kalau ti

u memutuskan untuk mengambil alih pengelolaan kebun kelapa sawit secara langsung.

meledak marah, "Kau tidak bisa!

gitu kita buktikan di pengadilan

Ia mengancam, "Kalau ini masalahnya, kau dan Aurora

kar pandang, sadar bahwa pertem

berat memikirkan keadaan yang semakin sulit. Tiba-tiba po

menang? Tunggu saja

h tubuhnya. Ancaman itu nyata, dan bahaya

dan para pendukungnya. Mereka berusaha menjatuhkan reputasi Aurora dan Le

memberi dukungan dan bantuan hukum. Bahkan beberapa anggota keluarga

elolaan kebun, memperkuat hubungan dengan para pekerja dan mitra bisnis.

ang memeriksa hasil panen, A

kan hanya tentang bisnis, tapi juga tentang

benar, Aurora. Aku berjanji, k

iserempet dari belakang oleh kendaraan yang tidak dikenal. Ia selamat, tapi kejadian itu meninggalkan

a ke pengadilan. Aurora dan Leandro menghadapi tekanan hebat

dikumpulkan berhasil membongkar kebohongan dan manipulasi Ravela.

an, Aurora menggenggam t

pai sejauh ini.

cinta dan kekuatan, "Aku tidak

ngembalikan kendali bisnis kepada Leandro dan membatalk

ulai babak baru, meski bekas luka

hu, perjalanan ini belum selesai. Namun dengan cinta dan kekuat

rtarungan mungkin telah memenangkan baba

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Tak Pernah Mencintaiku
Kau Tak Pernah Mencintaiku
“Aurora, gadis berusia dua puluh tahun, adalah perempuan berparas lembut dengan tatapan mata sejernih embun pagi. Ia menikah muda dengan Leandro Mahesa, pria kaya berusia tiga puluh tahun, pemilik ratusan hektar kebun kelapa sawit di Sumatera. Pernikahan mereka bukan karena cinta, tapi karena kesepakatan keluarga. Dari luar, hidup Aurora tampak sempurna. Semua kebutuhannya dicukupi-rumah mewah, perhiasan mahal, pelayan pribadi. Tapi di balik dinding megah rumah itu, Aurora hidup dalam kesepian dan keterasingan. Tugasnya hanya satu: melahirkan anak dan merawat mereka. Cintanya diabaikan, pendapatnya tak pernah didengar. Mertuanya, Ny. Diah, adalah sosok dominan yang selalu ikut campur bahkan dalam hal paling pribadi sekalipun. Adik iparnya, Nadira, gadis ambisius dan sinis, sering mempermalukannya di depan pelayan. Yang paling menyakitkan, Leandro tak pernah membelanya. Setiap ada masalah, Aurora selalu menjadi sasaran. Leandro lebih percaya pada ibunya, pada Nadira, pada siapa pun-selain Aurora. Namun badai sebenarnya datang saat seseorang dari masa lalu Aurora tiba-tiba tinggal di rumah itu. Ravela, kakak kandung Aurora. Wanita yang dulu menghilang tanpa kabar, kini kembali-bukan sebagai tamu, tapi sebagai "penumpang gelap" di rumah tangga adiknya. Ravela mendekati Leandro diam-diam. Dengan kecerdasannya yang memikat dan pembawaannya yang memesona, Ravela perlahan merebut perhatian pria itu. Aurora merasakan kehancuran yang perlahan namun pasti menggerogoti jiwanya. Dan di suatu malam ketika Aurora melihat bayangan Ravela keluar dari kamar Leandro, hatinya remuk. Ia tak lagi bisa membedakan mana luka, mana pengkhianatan.”
1 Bab 1 rahasia yang hanya bisa didengar2 Bab 2 ketika Ravela memasuki kamar tanpa diundang3 Bab 3 Bangkit dari Derita4 Bab 4 Kebun kelapa sawit milik keluarga Mahesa5 Bab 5 memberikan kemenangan sementara6 Bab 6 tak terlihat tapi terasa jelas7 Bab 7 Telepon semalam terus berputar8 Bab 8 semakin hari semakin mencekam9 Bab 9 berjuang sekuat tenaga10 Bab 10 kolam taman11 Bab 11 serangan publik yang akan membongkar12 Bab 12 Kemarahan di ruangan13 Bab 13 mengancam untuk menghancurkan semuanya14 Bab 14 antara cinta dan keraguan15 Bab 15 kata menyakitkan16 Bab 16 terus membayangi pikiran mereka17 Bab 17 melayang jauh ke masa lalu18 Bab 18 ancaman datang dari segala arah19 Bab 19 Kebakaran kecil20 Bab 20 Cinta dalam Kepungan Dusta21 Bab 21 Pesawat pribadi22 Bab 22 Pulang dari Zurich23 Bab 23 seorang informan lama24 Bab 24 keindahan25 Bab 25 terlalu licik26 Bab 26 menenangkan pikirannya27 Bab 27 Senyum yang menyiratkan satu hal28 Bab 28 bermain di taman kecil29 Bab 29 menerima sesuatu30 Bab 30 tak peduli dengan kekacauan