sudres
3 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita sudres
Kau Tak Pernah Mencintaiku
Romantis Aurora, gadis berusia dua puluh tahun, adalah perempuan berparas lembut dengan tatapan mata sejernih embun pagi. Ia menikah muda dengan Leandro Mahesa, pria kaya berusia tiga puluh tahun, pemilik ratusan hektar kebun kelapa sawit di Sumatera. Pernikahan mereka bukan karena cinta, tapi karena kesepakatan keluarga.
Dari luar, hidup Aurora tampak sempurna. Semua kebutuhannya dicukupi-rumah mewah, perhiasan mahal, pelayan pribadi. Tapi di balik dinding megah rumah itu, Aurora hidup dalam kesepian dan keterasingan.
Tugasnya hanya satu: melahirkan anak dan merawat mereka. Cintanya diabaikan, pendapatnya tak pernah didengar. Mertuanya, Ny. Diah, adalah sosok dominan yang selalu ikut campur bahkan dalam hal paling pribadi sekalipun. Adik iparnya, Nadira, gadis ambisius dan sinis, sering mempermalukannya di depan pelayan.
Yang paling menyakitkan, Leandro tak pernah membelanya. Setiap ada masalah, Aurora selalu menjadi sasaran. Leandro lebih percaya pada ibunya, pada Nadira, pada siapa pun-selain Aurora.
Namun badai sebenarnya datang saat seseorang dari masa lalu Aurora tiba-tiba tinggal di rumah itu. Ravela, kakak kandung Aurora. Wanita yang dulu menghilang tanpa kabar, kini kembali-bukan sebagai tamu, tapi sebagai "penumpang gelap" di rumah tangga adiknya.
Ravela mendekati Leandro diam-diam. Dengan kecerdasannya yang memikat dan pembawaannya yang memesona, Ravela perlahan merebut perhatian pria itu. Aurora merasakan kehancuran yang perlahan namun pasti menggerogoti jiwanya.
Dan di suatu malam ketika Aurora melihat bayangan Ravela keluar dari kamar Leandro, hatinya remuk. Ia tak lagi bisa membedakan mana luka, mana pengkhianatan.
Transmigrasi Sang Mafia
Romantis Bagaimana jadinya jika seorang mafia wanita paling ditakuti di Eropa Timur-dingin, kejam, dan tak tersentuh-yang juga CEO dari kerajaan bisnis internasional, tiba-tiba mati dan terbangun dalam tubuh gadis SMA yang lemah, cupu, dan terus-menerus di-bully?
Zaira Leonhardt, mantan mafia berdarah dingin, kini terbangun di tubuh Callista Renée, seorang gadis pendiam dengan kacamata tebal dan postur lemah yang selalu menjadi bahan tertawaan teman sekolahnya.
Dari istana mewah ke kamar kecil berantakan. Dari mengendalikan dunia bawah tanah ke sekolah yang bahkan tidak tahu arti dari rasa takut.
Tapi Zaira tidak pernah menerima kekalahan. Takdir boleh mempermainkannya, tapi ia akan membalikkan dunia. Dengan kecerdasannya, kemampuan negosiasi, dan intuisi predator yang terasah, Callista yang baru bukanlah mangsa. Dia akan jadi ratu.
Tapi, bagaimana jika tubuh barunya menyimpan rahasia kelam? Dan bagaimana jika Kael Evandros, siswa populer yang tampak sempurna di permukaan, ternyata menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih gelap dari masa lalu Zaira sendiri?
Mampukah Zaira menerima takdirnya, atau justru menghancurkannya demi menciptakan nasibnya sendiri? Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Dari Omega Tanpa Serigala Menjadi Ratu Sang Alpha Rival
Oliver Quinn Tujuh tahun aku mengabdi pada Alexander, pasangan jiwa takdirku, membangun kerajaan bisnisnya dari nol.
Aku pikir aku akhirnya akan resmi menjadi Luna-nya, sampai aku berdiri di balik pintu kantornya yang sedikit terbuka.
Aku mendengar sendiri bagaimana dia berencana memanfaatkanku di upacara ikatan nanti hanya untuk menenangkan para Tetua kawanan.
Setelah posisinya aman, dia akan langsung mencampakkanku demi cinta pertamanya, Brianna, yang baru saja kembali.
"Dia Omega cacat tanpa wujud serigala. Dia seharusnya bersyukur aku bahkan meliriknya."
Ucapan Alexander terdengar begitu dingin dan penuh ejekan.
Dia bahkan menyerahkan proyek besar yang kubangun mati-matian selama berbulan-bulan kepada wanita itu sebagai hadiah selamat datang.
Alexander sangat yakin aku hanya akan menangis lemah dan menerima nasib karena aku tidak punya tempat untuk pergi.
Duniaku runtuh seketika. Demi pria ini, aku membuang beasiswa penuh ke sekolah Ivy League dan mengorbankan seluruh masa mudaku.
Tujuh tahun pengorbanan berdarah-darah itu ternyata hanya ilusi, dan aku hanyalah alat kenyamanan yang menyedihkan.
Tapi aku tidak menangis atau memohon seperti yang dia harapkan.
Aku membuang kopi favoritnya ke tempat sampah, menyusun surat penolakan pasangan secara resmi, dan menguras habis semua data strategisku dari server perusahaannya.
Lalu, aku membalas email tawaran pekerjaan dari Hamilton Santoso, seorang Lycan terkuat yang merupakan saingan bisnis terbesar Alexander.
Karena dia menganggapku tidak berharga, aku akan membakar kerajaannya sampai rata dengan tanah. Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat."