icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Tak Pernah Mencintaiku

Bab 5 memberikan kemenangan sementara

Jumlah Kata:798    |    Dirilis Pada: 01/06/2025

p gelap dan penuh kegelisahan. Meskipun pengadilan telah memberikan kemenangan semen

ah untuk membalas dendam. Ia tahu kekalahannya belum berarti akhir dari segala

an sarapan untuk anak-anak, ponselnya berd

amu, Aurora. Jangan be

nya sesak. Siapa yang mengirim pes

melihat Aurora dengan wajah tegang. Ia me

kan pesan itu.

rus lebih waspada. Aku akan meminta peng

pertemuan diawasi dengan ketat. Mertua dan ipar yang selama ini penuh intrik

g selama ini tampak seperti saudara yang setia, perlahan menunjukkan sisi gelapnya. Ia mulai

a mendengar percakapan Ranti da

an semuanya. Leandro akan jatuh, dan aku akan

ara yang seharusnya menjadi tempat bersan

segera bertemu Aurora. "Kita tidak bisa terus b

t Leandro, langsung menyerang dengan kata-kata tajam, "Leandro, kau sudah keh

a untuk menjauhkan Aurora dari Leandro. Mertua mereka yang biasany

minya yang dulu menjadi pelindung, kini mulai berubah, tero

Air matanya jatuh tanpa suara. Ia bertanya dalam hati, "Apakah ini

seorang gadis kecil yang sangat dicintainya, tiba-tiba jatuh sakit parah. Dokter menga

n kelapa sawit yang penuh masalah. Namun, di tengah perjalanan, sebu

buah jalan sepi. Dua pria keluar dari m

yak tahu. Kalau mau selamat, kal

ungi istrinya. "Kami tidak takut. Kami

Berjuang? Itu hanya akan m

Namun trauma tetap membekas di hati Aurora dan Leandro. Mereka

lam dirinya. Ia belajar untuk tidak hanya menjadi istri dan ib

mulai menjalani terapi agar bisa menghadapi

lam dan penghargaan yang selama ini terabaikan. Ia menyadari, selama ini ia

menyerah. Ia malah semakin agresif denga

ra. Ia memasukkan sebuah amplop berisi foto-foto yan

dak pergi, Aurora terb

Aurora berkata dengan suara bergetar tapi penuh tekad

kalah sejak awal. Semua orang a

suara pintu terbuka. Leandro yang baru pulang

Ia mulai menyadari bahwa perang ini bukan hanya soal bisnis,

ia akan terus bertahan di tengah keluarga yang penuh pengkhianatan,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Tak Pernah Mencintaiku
Kau Tak Pernah Mencintaiku
“Aurora, gadis berusia dua puluh tahun, adalah perempuan berparas lembut dengan tatapan mata sejernih embun pagi. Ia menikah muda dengan Leandro Mahesa, pria kaya berusia tiga puluh tahun, pemilik ratusan hektar kebun kelapa sawit di Sumatera. Pernikahan mereka bukan karena cinta, tapi karena kesepakatan keluarga. Dari luar, hidup Aurora tampak sempurna. Semua kebutuhannya dicukupi-rumah mewah, perhiasan mahal, pelayan pribadi. Tapi di balik dinding megah rumah itu, Aurora hidup dalam kesepian dan keterasingan. Tugasnya hanya satu: melahirkan anak dan merawat mereka. Cintanya diabaikan, pendapatnya tak pernah didengar. Mertuanya, Ny. Diah, adalah sosok dominan yang selalu ikut campur bahkan dalam hal paling pribadi sekalipun. Adik iparnya, Nadira, gadis ambisius dan sinis, sering mempermalukannya di depan pelayan. Yang paling menyakitkan, Leandro tak pernah membelanya. Setiap ada masalah, Aurora selalu menjadi sasaran. Leandro lebih percaya pada ibunya, pada Nadira, pada siapa pun-selain Aurora. Namun badai sebenarnya datang saat seseorang dari masa lalu Aurora tiba-tiba tinggal di rumah itu. Ravela, kakak kandung Aurora. Wanita yang dulu menghilang tanpa kabar, kini kembali-bukan sebagai tamu, tapi sebagai "penumpang gelap" di rumah tangga adiknya. Ravela mendekati Leandro diam-diam. Dengan kecerdasannya yang memikat dan pembawaannya yang memesona, Ravela perlahan merebut perhatian pria itu. Aurora merasakan kehancuran yang perlahan namun pasti menggerogoti jiwanya. Dan di suatu malam ketika Aurora melihat bayangan Ravela keluar dari kamar Leandro, hatinya remuk. Ia tak lagi bisa membedakan mana luka, mana pengkhianatan.”
1 Bab 1 rahasia yang hanya bisa didengar2 Bab 2 ketika Ravela memasuki kamar tanpa diundang3 Bab 3 Bangkit dari Derita4 Bab 4 Kebun kelapa sawit milik keluarga Mahesa5 Bab 5 memberikan kemenangan sementara6 Bab 6 tak terlihat tapi terasa jelas7 Bab 7 Telepon semalam terus berputar8 Bab 8 semakin hari semakin mencekam9 Bab 9 berjuang sekuat tenaga10 Bab 10 kolam taman11 Bab 11 serangan publik yang akan membongkar12 Bab 12 Kemarahan di ruangan13 Bab 13 mengancam untuk menghancurkan semuanya14 Bab 14 antara cinta dan keraguan15 Bab 15 kata menyakitkan16 Bab 16 terus membayangi pikiran mereka17 Bab 17 melayang jauh ke masa lalu18 Bab 18 ancaman datang dari segala arah19 Bab 19 Kebakaran kecil20 Bab 20 Cinta dalam Kepungan Dusta21 Bab 21 Pesawat pribadi22 Bab 22 Pulang dari Zurich23 Bab 23 seorang informan lama24 Bab 24 keindahan25 Bab 25 terlalu licik26 Bab 26 menenangkan pikirannya27 Bab 27 Senyum yang menyiratkan satu hal28 Bab 28 bermain di taman kecil29 Bab 29 menerima sesuatu30 Bab 30 tak peduli dengan kekacauan