icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Tak Pernah Mencintaiku

Bab 2 ketika Ravela memasuki kamar tanpa diundang

Jumlah Kata:748    |    Dirilis Pada: 01/06/2025

ntarkan ancaman yang membekas dalam hati Aurora, segala sesuatu di ruma

anan dan perintah dari Ny. Diah, ibu mertuanya. Tapi kini, setiap gerak-gerik A

dik ipar Aurora, dengan senyum penuh kepura-puraan saat mereka bertemu di ruang makan. Kata-ka

Ravela bukan hanya datang untuk merusak pernikahannya. Ada sesuatu yang

untuk berjalan-jalan sendirian ke kebun kelapa sawit yang membentang luas di belakang r

tengah kebun yang hijau dan sepi itu, ia meras

muncul. Wajahnya terlihat lelah, mata yang dulu pen

pelan, sedikit terputu

berkata, menunggu kata

.. aku tidak tahu harus mulai dari ma

dengan harap. "Ter

rena ada Ravela. Dia... dia bukan hanya sekadar kakakmu. Dia puny

ng. "Apa maksud

jelaskan sekarang. Tapi aku ingin kau ta

tapi Aurora merasakan getirnya. Ka

a tawa dan obrolan hangat seharusnya mengisi rua

seperti elang. Di sebelahnya, Nadira tersenyu

. Diah dingin, menusuk ke hati. "Ini bukan rumah asal-asalan. Ini

ya berontak. "Saya tidak bermaksud merepotkan. S

pikir itu mungkin? Kau hanya pen

didih. Namun ia menahan di

in sering hadir di rumah, dengan alasan bisnis keluarga dan urusan pr

urat itu. Di dalamnya, terdapat dokumen dan foto-foto yang menunjukkan bahwa Ravela terlibat dalam pengel

tkan bahwa Ravela punya hubungan gelap dengan salah

dan mertua, tapi juga dengan kakak kandungnya sendiri yang t

ra berani menghadapi Leandro

pi penuh keberanian. "Ravela bukan hanya tamu biasa

Aku tahu, Aurora. Aku terluka karena tidak bisa memperca

au kau tidak segera memilih,

tara mereka begitu tegang, sepert

ora mulai menyadari sesuatu yang

ah dan pasrah. Ia ingin berdiri tegak, melawan

ng penuh tipu daya, suami yang terombang-ambing antara cint

ng pasti-Aurora t

ngalir perlahan. Wajahnya yang ted

tuk anak-anak, dan untuk cinta yang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Tak Pernah Mencintaiku
Kau Tak Pernah Mencintaiku
“Aurora, gadis berusia dua puluh tahun, adalah perempuan berparas lembut dengan tatapan mata sejernih embun pagi. Ia menikah muda dengan Leandro Mahesa, pria kaya berusia tiga puluh tahun, pemilik ratusan hektar kebun kelapa sawit di Sumatera. Pernikahan mereka bukan karena cinta, tapi karena kesepakatan keluarga. Dari luar, hidup Aurora tampak sempurna. Semua kebutuhannya dicukupi-rumah mewah, perhiasan mahal, pelayan pribadi. Tapi di balik dinding megah rumah itu, Aurora hidup dalam kesepian dan keterasingan. Tugasnya hanya satu: melahirkan anak dan merawat mereka. Cintanya diabaikan, pendapatnya tak pernah didengar. Mertuanya, Ny. Diah, adalah sosok dominan yang selalu ikut campur bahkan dalam hal paling pribadi sekalipun. Adik iparnya, Nadira, gadis ambisius dan sinis, sering mempermalukannya di depan pelayan. Yang paling menyakitkan, Leandro tak pernah membelanya. Setiap ada masalah, Aurora selalu menjadi sasaran. Leandro lebih percaya pada ibunya, pada Nadira, pada siapa pun-selain Aurora. Namun badai sebenarnya datang saat seseorang dari masa lalu Aurora tiba-tiba tinggal di rumah itu. Ravela, kakak kandung Aurora. Wanita yang dulu menghilang tanpa kabar, kini kembali-bukan sebagai tamu, tapi sebagai "penumpang gelap" di rumah tangga adiknya. Ravela mendekati Leandro diam-diam. Dengan kecerdasannya yang memikat dan pembawaannya yang memesona, Ravela perlahan merebut perhatian pria itu. Aurora merasakan kehancuran yang perlahan namun pasti menggerogoti jiwanya. Dan di suatu malam ketika Aurora melihat bayangan Ravela keluar dari kamar Leandro, hatinya remuk. Ia tak lagi bisa membedakan mana luka, mana pengkhianatan.”
1 Bab 1 rahasia yang hanya bisa didengar2 Bab 2 ketika Ravela memasuki kamar tanpa diundang3 Bab 3 Bangkit dari Derita4 Bab 4 Kebun kelapa sawit milik keluarga Mahesa5 Bab 5 memberikan kemenangan sementara6 Bab 6 tak terlihat tapi terasa jelas7 Bab 7 Telepon semalam terus berputar8 Bab 8 semakin hari semakin mencekam9 Bab 9 berjuang sekuat tenaga10 Bab 10 kolam taman11 Bab 11 serangan publik yang akan membongkar12 Bab 12 Kemarahan di ruangan13 Bab 13 mengancam untuk menghancurkan semuanya14 Bab 14 antara cinta dan keraguan15 Bab 15 kata menyakitkan16 Bab 16 terus membayangi pikiran mereka17 Bab 17 melayang jauh ke masa lalu18 Bab 18 ancaman datang dari segala arah19 Bab 19 Kebakaran kecil20 Bab 20 Cinta dalam Kepungan Dusta21 Bab 21 Pesawat pribadi22 Bab 22 Pulang dari Zurich23 Bab 23 seorang informan lama24 Bab 24 keindahan25 Bab 25 terlalu licik26 Bab 26 menenangkan pikirannya27 Bab 27 Senyum yang menyiratkan satu hal28 Bab 28 bermain di taman kecil29 Bab 29 menerima sesuatu30 Bab 30 tak peduli dengan kekacauan