icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Liar Sang Ustazah

Bab 7 Godaan - 7

Jumlah Kata:1721    |    Dirilis Pada: 23/04/2025

[Mohon maaf, untuk saat ini kami belum bisa m

anya. Belakangan, Susan tahu alasan di balik penola

gan itu, napas panjangnya mengandung rasa lega. Sejak awal, ia memang ragu. Andaikan diterim

emi menjaga dirinya dari keletihan, bisa saja murka. T

selalu membawa senyum. Ia mengingat kepercayaan yang mereka rawat seja

an kembali ke rutinitas sederhana menmgurus rumah dan bersosialisasi dengan para tet

terus

a. Betapa tidak, baru beberapa hari lalu ia merasa hidupnya ambyar, akibat insiden dengan Pak Zakir yang

a. Tapi kini, ia mulai melihat semuanya dari sudut pandang berbeda-bahwa kadang, badai dat

an itu. Ia bahkan mulai bisa tersenyum tanpa beban. Dan seolah sem

api bukan itu saja, ia membawa kabar yang membuat mata Susan membulat tak

l penjualan sawah tua yang selama bertahun-tahun terbengkalai dan tak pernah

kepercayaan, tetapi juga bentuk kasih sayang dan penghargaan. "Tabung sebagian ya, Sayang. Sisanya buat

sibuk memilih baju lebaran sambil jajan es krim cokelat. Sudah lama sekali. Kini, dengan restu suami

an dirinya yang telah kuat bertahan. Ia memesan ojek pangkalan untuk mengantarnya sampai prapa

saja. Ia buru-buru mendekati mob

a sendirian, agar lebih aman, katanya. Tapi saat ia masuk s

bak Susan. Lama n

uara itu seperti dilapisi kabut-tipis, tapi

u, rambut sedikit lebih panjang, dan mata yang tetap sa

dalam kabin, udar

perti kebiasaannya saat akan pergi-pergian. Kecuali saat melamar kerja itu, karena memang diminta untuk tidak berk

a Mas bukan orang sini

Saya banyak di mana-mana, M

h percakapan yang ingin ia lontarkan-tentang rasa jijik, amarah, ketakutan. Tapi juga rasa malu. Sebagian d

Jempolnya lincah mengetik pesan-pesan ringan dengan Aldi, suaminya, yang kebetulan sedang

an berhenti, lalu jalan sedikit. Lalu diam lagi. Sampai akhirnya Susan mengangkat

ke kota. Selalu saja macet...' g

milik kita," celetuk Azam tiba-tiba, seolah memb

saya pengin beli mobil kaya gitu, bisa-bisa

Gak kelihatan

memperlihatkan senyumnya yang ra

ucap Susan sediki

a," balas Azam,

Kali ini matanya lebih terbuka. Ia sempat mengamati lebih detail, tapi buru-bu

u dua minggu juga bisa beli mobil begituan," seloroh Azam

jaga jarak. "Ngawur kamu, Mas. Suami

toar yang kini dipenuhi pedagang kaki lima. Pejalan k

ahunya, malas menanggapi. Ia sudah sering menemui sopir-sopir model begini-

nya membuat telinga

san masih muda, cantik, semangat... saya yakin, b

us suamiku mau ditaruh di mana, Bambaaaang?"

Susan jalan sendirian gini, siapa yang tau? Pasti orang

agak serius. Ada rasa kesal dalam hatinya, dicampur sedi

n. Bukan maksud saya menyinggung. Cuma... kalau saya punya istri sec

sir emosinya. 'Dasar laki-laki. Mau muda mau t

juga, Mas. Masa

lepas ke tempat rame tuh... kayak melepas merak khayangan ke te

enarkan, tapi bibirnya tetap kaku. Pandangannya menerawang jauh ke jalanan kota yang masih saja macet. Hat

serangkaian percakapan yang menyisakan sesuatu. Susan tak t

mobil bagus dalam waktu sin

mah sama aja bohong," jawab Susan santai, walau dalam hati ag

a info menarik nih," lanjut

angan bercanda, Mas," Susan terkekeh, mencoba tet

ngan marah atau anggap saya kurang ajar

jawab Susan. Walau dibilang iseng,

Purwoko. Minggu ini dia ada urusan di kota ini, dan b

a sama mobil tadi

ng anggun, cantik dan sopan, beliau pengin ditemani makan siang, ngobro

i. Tapi... bagaimana kalau benar? Kalau memang ada pria mapan y

nghitung. Seminggu, delapan puluh juta. Bukan buat b

a ada kartu nama beliau," ujar A

erti disetrum. Entah kenapa, perasaan aneh tiba-t

ayangan tidur dengan pria ini muncul begitu cepat

ak?" desak

area terlarang itu lagi. Cukup sekali saja aku jatuh dalam kebodohan!' sergah Susan d

enatap wajah Susan yang terlihat tegang dan pu

erjatuh itu dan menyimpannya di

p bertemu beliau. Ingat ya Mbak, sepuluh juta per hari. Di zaman se

rsiap turun. Namun seketika itu juga Azam menarik tangan kirinya hingga tubuh istri Aldi yang masih sedikit

nya bertumpu pada selangkangan Azam. Dan dengan sangat nyata dia mera

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
“Godaan Liar Sang Ustazah ini memuat unsur kedewasaan yang cukup eksplisit dan ditujukan khusus untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas. Bukan untuk mengajak pada dosa, bukan pula untuk menghakimi siapa pun. Cerita ini hadir sebagai bentuk refleksi dan hiburan, menyentuh realita-realita yang mungkin jarang dibicarakan, namun nyata dalam kehidupan. Karena tak semua kisah hidup berjalan lurus dan suci seperti yang kita bayangkan. Di balik senyum, ada luka. Di balik keputusan, ada dilema. Dan di balik romansa, ada rindu yang tak selalu sederhana. Romantika hidup ini terlalu berharga untuk sekadar diabaikan. Kadang, justru dari cerita-cerita yang kita anggap "gelap" itulah, kita bisa menemukan cahaya: tentang siapa kita sebenarnya, dan apa yang sedang kita cari di dunia ini. Selamat membaca. Semoga ada yang bisa dipahami... dan barangkali juga ada banyak manfaatnya dari hanya sekedar hiburan semata. Mohon maaf jika banyak hal yang masih kurang nyaman untuk dibaca. Terima kasih.”
1 Bab 1 Godaan - 12 Bab 2 Godaan - 23 Bab 3 Godaan - 34 Bab 4 Godaan - 45 Bab 5 Godaan - 56 Bab 6 Godaan - 67 Bab 7 Godaan - 78 Bab 8 Godaan - 89 Bab 9 Godaan - 910 Bab 10 Godaan - 1011 Bab 11 Godaan - 1112 Bab 12 Godaan 1213 Bab 13 Godaan 1314 Bab 14 Godaan15 Bab 15 Godaan16 Bab 16 Godaan17 Bab 17 Godaan18 Bab 18 Godaan19 Bab 19 Godaan20 Bab 20 Godaan21 Bab 21 Godaan