icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Liar Sang Ustazah

Bab 4 Godaan - 4

Jumlah Kata:1559    |    Dirilis Pada: 23/04/2025

sebuah ruangan mewah. Warna marun mendominasi, mengingatkannya pada ruangan elite di opera sabun televisi. D

Susan duduk di sofa le

ijat?" tanyanya sambil menyapu

," jawab Susan sambil menunduk

unya pengalaman pijat?" tanya Pak Zakir,

enek saya. Beliau tukang pijat terkenal di ka

sa memijatnya?" Pak Zakir mengucapkannya dengan n

"Saya bisa, Pak

emijat tamu yang tanpa pakaian sehelai pun. Tidak ada celana dalam, ti

ah? Jadi tamunya... t

san langsung terbayang bagaimana rasanya memijat seorang pria yang

kah lelaki kalau sudah ereksi harus dikeluarkan air maninya," batin Susan. Paling tidak b

lanjut Pak Zakir, mem

an di tempat ini," kata Pak Zakir menunjukkan jempolnya yang disisipk

crat, nah itu wajib dilakukan. Harus dilayani, tidak boleh

lakukannya. Artinya kalau aku menerima lima tamu berarti ak

a sangat jarang mendapat sentuhan dari suaminya. Hanya sebulan sekali itu pun terkadang tid

. Dia meminta terapisnya hanya memakai pakai

an semakin

akukan hubungan badan. Bagaimana, kamu s

ikir dulu, Pak, nant

a Pak Zakir tegas sambil mata

nunggu panggilan, setelah mendapat keterangan diterima atau tidak. Kalau tidak mau atau pikir-pikir dulu, i

ulai tidak dapat berpikir jernih Namun Susan ada ide unt

an gajinya, Pak

ma kamu. Melamar kerja memang harus tanya gaj

ambah bonus lima belas ribu per tamu yang kamu handle. Jadi kalau sehari kamu dapat tiga tamu, ke

menerima paling keci

a memberikan tip Rp. 50.000, setiap pijat. Jadi hitung sendi

pulang tiap hari seratus lima puluh ribu. Kalau itu dikalikan dua puluh dua hari sama dengan tiga juta tiga ratus ribu. Kala

laki Timur Tengah itu. Bayangkan saja, uang segitu hampir 2 kali yang biasa diberikan suamin

a?" tanya

Susan cepat hamp

elai rambut Susan, mena

kir berbicara dekat dengan wajah Sam

apa, Pak?" tan

us bisa memijat,

lakukan tugas saya untuk membuat tam

atu lagi yang paling penting dala

Susan masih her

pijat. Sama dengan yang dilakukan pelamar di luar tadi. Kamu lihat

pijat Pak Fahmi. Yang di lua

api dengan saya. Di sini, dan kamu

siap," lanjut Susa

ir sambil menarik tangan Susan dan berjalan

ple. Sebenarnya Susan merasa aneh memakai baju lengan pendek dan rok selutut, tetapi memakai ji

aan pelanggan itu," m

an memakai jilbab," tambah Pak Zakir saat

rima botol

kamu pijat sambil memakai jilbab, ya," kata Pa

ngangguk

dihiasi bulu di sekitar dada menyambung sampai ke pusar, walau usianya dia perkirakan sudah lebih dari 50 tah

usan. Dipandang seperti itu S

masih memakai celana panjang, ia tiduran telungkup di tempat kasu

kir sambil menarik tangan Susan

ndaknya yang terasa s

h dengan pelayanan kamu sebagai pemi

alah, Pak?" Susan be

ini tidak boleh ada tamu yang mengenakan pakai

AR

au copot rasanya menden

gan muka yang mendadak hangat dan memerah. Unt

aya tamu kamu yang aneh itu," Pak Za

ke tamu kamu,"

at menyembunyik

a dibuka ya, Pak," kata Su

akir sambil membalikan badanny

epat menarik tangan Susan supaya lebih mendeka

uka," pe

sti dia sudah kabur dari tempat ini. Dengan gemetar Susan membuka ikat pingg

lananya," peri

Pinggul Pak Zakir diangkat lalu kakinya juga diangkat hingga dengkul

t tapi matanya tidak berani kemana-mana. Hanya meman

kir menurunkan k

e

ma dengan milik suaminya, Namun karena penis itu baru dilihatnya, tetap saja dia merasa kagum dan tak

gi benda yang dia tahu bisa membuatnya nikmat dan puas jika masuk ke dalam dirinya itu. Benda sakti yang berjarak

k Zakir dan langsung dituntun memegan

k Zakir sudah dalam genggamannya, hangat, keras dan mulai berdenyut-denyut. Sejauh i

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
“Godaan Liar Sang Ustazah ini memuat unsur kedewasaan yang cukup eksplisit dan ditujukan khusus untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas. Bukan untuk mengajak pada dosa, bukan pula untuk menghakimi siapa pun. Cerita ini hadir sebagai bentuk refleksi dan hiburan, menyentuh realita-realita yang mungkin jarang dibicarakan, namun nyata dalam kehidupan. Karena tak semua kisah hidup berjalan lurus dan suci seperti yang kita bayangkan. Di balik senyum, ada luka. Di balik keputusan, ada dilema. Dan di balik romansa, ada rindu yang tak selalu sederhana. Romantika hidup ini terlalu berharga untuk sekadar diabaikan. Kadang, justru dari cerita-cerita yang kita anggap "gelap" itulah, kita bisa menemukan cahaya: tentang siapa kita sebenarnya, dan apa yang sedang kita cari di dunia ini. Selamat membaca. Semoga ada yang bisa dipahami... dan barangkali juga ada banyak manfaatnya dari hanya sekedar hiburan semata. Mohon maaf jika banyak hal yang masih kurang nyaman untuk dibaca. Terima kasih.”
1 Bab 1 Godaan - 12 Bab 2 Godaan - 23 Bab 3 Godaan - 34 Bab 4 Godaan - 45 Bab 5 Godaan - 56 Bab 6 Godaan - 67 Bab 7 Godaan - 78 Bab 8 Godaan - 89 Bab 9 Godaan - 910 Bab 10 Godaan - 1011 Bab 11 Godaan - 1112 Bab 12 Godaan 1213 Bab 13 Godaan 1314 Bab 14 Godaan15 Bab 15 Godaan16 Bab 16 Godaan17 Bab 17 Godaan18 Bab 18 Godaan19 Bab 19 Godaan20 Bab 20 Godaan21 Bab 21 Godaan