icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Godaan Liar Sang Ustazah

Godaan Liar Sang Ustazah

icon

Bab 1 Godaan - 1

Jumlah Kata:1652    |    Dirilis Pada: 23/04/2025

R

mengiringi terbukan

njat dan panik. Tubuh telanjangnya tak m

tutup yang tampak juga terkejut. Meski suaranya terdengar terlalu tenang untu

edikit terbuka. Tapi sejurus kemudian, ekspresinya berubah kendur dan tenang, bahkan seul

ria itu kembali berseru t

ng, menutupi bagian tubuh yang seharusnya tak boleh terlihat oleh siapa pun, apalagi ibu

warga kampung dijuluki 'Ustazah Susan' it

i kesal. Jantungnya masih berdebar, malu dan canggun

l di balik handuknya. Lalu ia menoleh ke belakang memastikan tak ada siapa-siapa di luar sana. Kemudia

elan, tersenyum manis dengan mata tetap tidak b

Bu!" kata Hafiz, berusaha te

ngambil sabun cuci. Namun tidak langsung keluar, mala

" panggil

hi dan menatapnya. "

sa dan makin gagah..." uc

e

makin berdeg

n, menyisakan udara yang terasa lebih berat dari sebelumnya. Hafiz berdiri kaku, tak bersuar

meski semuanya telah basah dan penuh busa sabun. Sebagian tubuhnya masih gemeta

?' pikir Hafiz cemas. Ia bahkan menduga kalau ibu tirinya, mengintip d

pati ibu tirinya sedang duduk di kursi tamu, sibuk dengan ponselnya, dalam pakaian yang tak biasa. Daster mini sangat kont

a menghela napas lega, merasa sedikit aman. Tetapi, belum sempat mengambil pakaian untuk

i mengalir saat melihat ibu tirinya berdiri di

ntar?" tanya Susan le

beraturan. Ia mencoba untuk tetap tenang, me

fiz dengan suara pelan,

a langkah dengan sorot mata curiga yang semakin dalam. Ia berusaha menahan di

, hampir seperti berbisik. Namun, kata-kata itu justru

gendalikan diri, merasa terjebak dala

ibu masuk kamar i

saha menetralisir keadaan. "Memangnya mau a

uhnya. Refleks, Hafiz meloncat ke atas ranjang, berdiri dengan kedua lutut

Hafiz hampir berteriak, kesal dan

ini ibumu!" bentak Susan dengan nada y

beri nafkah batin pada istrinya. Sedangkan aku sebagai istrinya mas

erasa cukup banyak mengenal ayahnya. Bahkan seminggu yang lalu, tak sengaja dia masih sempat mendeng

namun agak bergetar. "Tapi maaf, bukan berarti harus menuruti semua ke

ri di kamar mandi, bukankah berbagi itu lebih baik?

njadi tegang, dingin dan membeku. Tatapan Susan berubah sa

bantu ibu, kan?"

k Hafiz sponta

dari rumah ini!" balas Susan tiba-t

r ke sini hanya sekedar numpang mandi,

ibumu, jangan pernah datang lagi ke sini!" be

n celaka. Selain fisiknya lebih tinggi, besar dan kuat, Hafiz juga meng

ung pergi dengan motor matiknya ke rumah nenekny

tap padi yang mulai menguning. Siang tampak cerah, tapi hatinya

ulukan dan penampilanmu nggak sesuai

alui internet. Tapi sejauh apapun dia melenceng, masih punya batasan. Susan tetaplah istr

isikan menggoda dari ibu tirinya masih terbayang jelas. Ia menu

ah menjadi neraka. Namun andai pun ia mau bicara terbuka, si

gaimana dengan lelaki lain?" bisiknya. "Ayah

enjauh dan memang sebenarnya sudah sejak lama menjauh. Tadi Hafiz datang ke rumah ayahnya benar-benar hanya bu

duduk termangu di kamarnya, meren

nya, namun di sini lain dia juga merasa marah karena telah ditolak dan di

rhum ibunya, namun sedikit banyak Susan me

dilakukan anak tirinya di kamar mandi saat itu. Dan karena itulah ia sangat berhasrat, lalu masuk ke kamar mandi tanpa per

akan menyesal telah merendahkan ibu tirimu. K

gi pada kegiatannya sebagai ibu rumah tangga.

mandi untuk mandi. Namun ia teringat, kain panjang yang biasa ia

jalur sempit menuju jemuran. Matahari sore masih menggantung rendah, m

ngannya tanpa sengaja tertumbuk pada sosok Rizal-lelaki muda ana

W yang terbentang luas di depannya. Sehabis shalat dia memang sering

masuk ke dapur. Namun langkahnya justru tergelincir. Entah karena

nahan dada, memegangi handuk yang nyaris melorot dari

ambil meringis kesakitan. Beberapa bagian tubuhnya tampak terbuk

arung, langsung berlari mendekat. "Astagf

n kaki dan lututnya terasa perih. Pahany

dat menahan rasa sakit. Ia masih memegangi handuknya erat-era

. Susan pun, dengan ragu dan malu yang memuncak, menerima bantuan i

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
“Godaan Liar Sang Ustazah ini memuat unsur kedewasaan yang cukup eksplisit dan ditujukan khusus untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas. Bukan untuk mengajak pada dosa, bukan pula untuk menghakimi siapa pun. Cerita ini hadir sebagai bentuk refleksi dan hiburan, menyentuh realita-realita yang mungkin jarang dibicarakan, namun nyata dalam kehidupan. Karena tak semua kisah hidup berjalan lurus dan suci seperti yang kita bayangkan. Di balik senyum, ada luka. Di balik keputusan, ada dilema. Dan di balik romansa, ada rindu yang tak selalu sederhana. Romantika hidup ini terlalu berharga untuk sekadar diabaikan. Kadang, justru dari cerita-cerita yang kita anggap "gelap" itulah, kita bisa menemukan cahaya: tentang siapa kita sebenarnya, dan apa yang sedang kita cari di dunia ini. Selamat membaca. Semoga ada yang bisa dipahami... dan barangkali juga ada banyak manfaatnya dari hanya sekedar hiburan semata. Mohon maaf jika banyak hal yang masih kurang nyaman untuk dibaca. Terima kasih.”
1 Bab 1 Godaan - 12 Bab 2 Godaan - 23 Bab 3 Godaan - 34 Bab 4 Godaan - 45 Bab 5 Godaan - 56 Bab 6 Godaan - 67 Bab 7 Godaan - 78 Bab 8 Godaan - 89 Bab 9 Godaan - 910 Bab 10 Godaan - 1011 Bab 11 Godaan - 1112 Bab 12 Godaan 1213 Bab 13 Godaan 1314 Bab 14 Godaan15 Bab 15 Godaan16 Bab 16 Godaan17 Bab 17 Godaan18 Bab 18 Godaan19 Bab 19 Godaan20 Bab 20 Godaan21 Bab 21 Godaan