icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

A Whore Mate

Bab 3 Rumah Bude Mey.

Jumlah Kata:1729    |    Dirilis Pada: 28/09/2021

k bergeming. Mereka yang sebelumnya tertawa-tawa seketika ikut prihatin. Apalagi Alana yang tahu betul k

u sepeda tua pun mas

dari saku celananya. Membuka resleting tas kecil yang menggantung di bahunya. Melemparkan kunci denga

dari sini. Ya .... kampus di depan sana kan sekitar sepuluh menit. Trus kita ke timur. Ke belakang masjid ini kurang lebih dua

ligus iri berubah jadi cerah. Menatap Alana yang duduk di sebelahnya.

bagus seperti itu. Kapan lagi kuliah de

angkat sekarang deh. Mumpung masih sore kan. Kalau

il mengacungkan jempol. "Lo

t sekarang," jawabnya sambil melucuti mukenanya. Melipatnya kembali dengan

ingis memamerkan dua gigi kelinci dan lesing pipinya. Betapa

pun teman di hidupnya. Sebab tanpa Alana dan Layla tah

tanya Zeline lagi setelah dua per

r besar milikku sama dua ransel milik Lay

tas motor gue aja. Nanti biar gue yang bawa pulang sekalian ambil motor. Kalian bawa dua ta

ali bertatapan, saling kebin

kan itu juga berharga namanya," protes Layla yang kem

ninggalin motor tuh," jawab Zeline meyakinkan. Sambil menyusul mereka berdua b

dak mau mereka m

n melewati trotoar. Terlalu merepotkan juga kalau Layla harus membawa dua tasnya sekaligus. Mending men

menuruti usul perempuan itu meski

Berjalan menembus pelataran masjid yang tak terlalu luas. Hanya cukup

igus wahana bermain anak

erti anak remaja yang beranjak dewasa pada umumnya. Berjala

ffice movie hollywood yang terkenal itu. Tinggi ya

Perbedaan yang mencolok dari ketiganya terlihat di perawa

alagi yang Zeline pakai. Kemeja yang ia pakai itu saja sudah

adat tidak seramping Alana dan Zeline. Setiap hari mengayuh sepeda tua peninggalan kakeknya.

rgelimang harta, dan sangat dimanjakan oleh bapaknya. Jangan kan pergi ke sawah, menyapu lanta

engan sekilas melihatnya saja semua orang juga tahu kalau gadis itu punya hi

mereka berdua. Buktinya mata laki-laki keranjang yang kebetulan melihat mereka bertiga berjalan menyor

a wanita yang mengenakan jilbab dan pa

arnya warna hitam," tunjuk Zeli

sedikit. Bahkan jaraknya dari masjid lebih dekat daripada dari masjid ke kampus. Jika tak ada yang ganj

at jelas. Hanya beberapa langkah lagi untuk sampai. Hingga kemudi

ke arah seorang wanita yang t

t. Mengerutkan kening, menyipitkan mata. Tak menyangka

narik lengannya. Memutar bola matanya, membuat seketika Alana mengurungkan niatnya untuj menyusul Zeli

deh," bisik Layla di daun telin

rutkan kening. Heran, tak mengerti apa ya

ingin dua perempuan yang tengah berpelukan itu mendengar apa yang mer

dungnya. Halaman rumah yang masih beralas tanah, tempat mobil sedan keluaran lama parkir. Tempat dipayungi pohon mangga bes

nya, nggak rumah ini," jawab Layla. "Sumpah

lengan dengan dua telapak tangannya. "He

endiri. "Soal rumah, rumah ini lebih bagus dari rumahku sendiri.

ngah berbincang dengan budenya itu sesaat menoleh. Sebelum akhirny

au magrib tau! Kita nggak bisa cari rumah lain kecuali besok p

buruk yang akan menimpa mereka berdua. Ketakutannya bukan tanpa alas

apan dua orang perempuan t

m ke mata Zeline. Menatap perempuan itu dari atas sam

r pandangannya ke arah dua orang yang te

u datang dari kampung hari ini. Zeline ketemu mereka di masjid t

asia besar di dalam hidup Zeline. Sekaligus satu-satunya orang juga yang mau menolong p

a dengan sekali langkah saja," balas perempuan itu sambil mendengus kesal. Menyilangkan tangan di dada,

jadi ini kenapa lo mau banget pinjam rumah Bude? Iya? Ini sebabnya?" ketus peremp

e hanya bisa menggeleng. "Ak–aku ud

pun dengan nada bicara yang terbata-bata. Menahan air ma

h pinjam rumah, silakan. Lo minta Bude kasih pinjam motor, silakan. Lo minta Bude kasih maaf

itu, hah? Lo pikir Budemu ini bego? Jawab!" Perempuan yang jauh lebih tua dari Zeline

puan di depannya. Seperti tiba-tiba membalikkan posisinya. Balik menyudutkan Bude Mey yang sedari

depannya dengan tatapan tajam. Tatapan singa yang baru lepas dari panggung sirkusnya. Ta

sebenarnya bin

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
A Whore Mate
A Whore Mate
“Ini cerita tentang tiga perempuan yang tinggal dalam satu rumah karena kuliah di kampus yang sama. Mereka adalah Layla, Alana dan Zeline. Layla dan Alana adalah dua orang yang datang dari desa yang sama sedangkan Zeline berasal dari kota yang sama dengan berdirinya Kampus UP (Universitas Pembangunan) yaitu Kota Gani. Baru di awal mereka bertemu Layla sudah mencium gelagat aneh dari Zeline. Belum lagi fakta bahwa Zeline sering keluar malam hari dan pulang pagi hari. Zeline sering tidak masuk kelas, Layla dan Alana juga tak pernah melihatnya mengerjakan tugas. Tapi anehnya, nilai rapor Zeline selalu di atas Alana yang termasuk bintang kelas. Keanehan-keanehan lain mulai berdatangan. Bapak Layla di kampung jatuh sakit. Layla tak bisa menanggung semua biayanya. Tapi justru bantuan itu datang dari Zeline. Orang yang tak pernah Layla duga bisa membantunya. Belum lagi saat Roger datang ke rumah. Niat hati ingin bertemu Alana, pria itu justru bertemu dengan Zeline. Tidak ada yang menduga bahwa Roger sudah kenal dengan Zeline. Tidak ada yang tahu bahwa Roger pernah memakai jasa Zeline di tengah kemelut cintanya dengan Alana. Dan fakta besar itu mengagetkan semua orang. Bahwa selama ini Layla dan Alana tinggal bersama seorang pelacur.”
1 Bab 1 Prolog.2 Bab 2 Bertemu.3 Bab 3 Rumah Bude Mey.4 Bab 4 Melayani 3 Malam.5 Bab 5 Dosen Firman.6 Bab 6 Tolong Jaga Rahasia Zeline7 Bab 7 Bekas Merah di Leher8 Bab 8 Tetangga Selalu Benar9 Bab 9 Belajar Masak10 Bab 10 Tempe Gosong11 Bab 11 Hari Kedua12 Bab 12 Malam Kedua 13 Bab 13 30 Juta 14 Bab 14 Zeline Lesbian15 Bab 15 Tos Ketigaan16 Bab 16 Aroma Pandan17 Bab 17 Sesuatu yang baru18 Bab 18 Gelas yang Berbeda19 Bab 19 Lubang baru, pertama kali.20 Bab 20 Arya21 Bab 21 Episode Masa Lalu22 Bab 22 Zel! Gua butuh bantuan.23 Bab 23 Kemasi barang!24 Bab 24 Cowo A, Cowo B25 Bab 25 Perjalanan26 Bab 26 Dua puluh lima juta27 Bab 27 Zel, serius 28 Bab 28 Jangan minta tolong padaku29 Bab 29 Saatnya pulang30 Bab 30 Bagaimana kalau benar