icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"

Bab 4 Part 4. Dia Pergi Tak Pamit

Jumlah Kata:882    |    Dirilis Pada: 29/11/2024

ah lagi, aku ditinggal pergi tanpa ada sepatah kata apapun darinya, aku kehilangan kontak, hanya sahabat aku yang membuat aku kuat dan tegar dia adalah Mita. Teman berbagi

tuk melupakan dia, kadang aku mulai putus asa untuk tidak mengharapkan dia kembali

sedikitpun, semakin ingin aku melupakan dia,

muncul juga. Mungkin aku diberi kesempatan untuk mencintai

yang bisa kamu harapin dari aku. Aku udah selesai kuliah tapi belum ada pekerjaan tetap yang bisa aku dapat

a apa aku bisa mendapatkan pekerjaan yang layak seperti maunya kedua orang tuaku, karena a

sa putus asa dengan segala persoalan hidup yang mengharuskan aku jatuh terpuruk. Aku bersyukur dengan segala masalah yang telah aku hadapi, udah membuahkan hikmah kepadaku. Walau ayah masih di tahanan, aku harus bertahan hidup berjuang

k dulu lagi. Mudah-mudahan nilai-nilaiku yang akan datang akan lebih bagus lagi. Dengan kepergian dia, ini kesempatan aku untuk menata ma

un lebih banyak perubahan yang terjadi dalam diriku. Alhamdulillah banyak hikmah yang dapat aku dapatkan selama aku bersama dia, dia be

am diriku sejak bebe

i pemandangan di tengah kota tapi memiliki udara segar di bawah pepohonan yang rindang tepatnya d

terkejut, sambil

o udah pake lepas lagi, pake jilbab itu gak gampang sayang, harus ekstra sabar dan niat

, sayang.... ^_^" jawabnya dengan sikap

nggu setelah kejad

ercampur kagum melihatku berdiri di hadapannya, disaat kami bertemu di tempat biasa. Entah itu

amu mau....??" Kataku bangga, aku melihat dia

. Entar klo misalkan kita gak bersama lagi, kamu lepas

ir yang enggak-enggak...!! Enggaklah sayang, InsyaAlla

n kamu lebih cantik klo

ambil aku mukulin lengannya, soa

a kenangan waktu itu. Bayang-bayang dirinya terus menghantuiku, sampai aku gak bisa

rinya, sedang aku tak tau di mana jejaknya kini. Aku hanya meringis kesakitan dan menangis ketika aku merindukan dia. Segala macam aku lakuin untuk sejenak melupakan dia, tapi aku benar-benar gak bisa. Karena aku yakin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"
Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"
“Peristiwa – peristiwa masa lalu membuatku terpuruk dan begitu depresi. Aku sadar ternyata selama masa remaja sampai dewasaku penuh dengan problema kehidupan, seperti halnya cinta, aku mengenal cinta berkali-kali dari lelaki yang berbeda-beda pula, selama aku menjalin hubungan dengan berbagai latar belakang. Membuatku sadar tak berarti kita harus mengenal cinta baru kita bisa mendapatkan kebahagiaan. Pada akhirnya cintaku harus selalu berakhir hanya dengan masalah sepele. Tanpa terasa air mata ini jatuh membasahi kedua pipiku. Menahan tangisan yang tak dapat aku bendung.. gundah gulana menepis isak tangisku yg semakin menjadi-jadi.. Ya Allah, aku ingin bercerita padamu... Mungkin akulah orang yang paling sedih di dunia ini. Ya Allah, aku ingin Bahagia bersama dengan orang yang aku cintai... Tapi, kenapa aku selalu seperti ini... Ya Allah, Jangan pisahkan Kami... Kami punya segudang harapan untuk masa depan bersama. Kami udah punya segudang janji untuk hidup bersama. Namun pengkhiatan terjadi di antara kami, dia memilih wanita lain dan menikah dengannya. Padahal kami tetap masih menjadi pasangan. Rahasianya terbongkar dengan mata ku melihatnya sendiri. Bersama bertahun-tahun, tapi dia menyimpan rahasia kalau punya istri selama 2 tahun terakhir selama kami masih bersama. Masih bersamaku selama dia sudah beristri dan berpura-pura tak ada yang terjadi di dalam hidupnya. Dia sudah berjanji untuk menikah denganku. Syukur aku selamat dari poligami, dan lebih bersyukur Tuhan membuka mataku di awal kalau Dia menunjukkan bukan terbaik untukku. Sepandai-pandainya kamu menyimpan kebohongan itu, suatu saat pasti akan ketahuan juga! Novel ini diangkat dari kisah nyata, ceritanya terinspirasi dari pengalaman diri sendiri. Novel ini tak lepas dari berbagai bantuan orang-orang tertentu yang memberikan kritik dan saran hingga dapat menyelesaikannya hingga kini.”