icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kesempatan Kedua dengan Sang CEO

Bab 5 Menari denganku

Jumlah Kata:614    |    Dirilis Pada: 01/07/2024

Kenzo membuka mata dan menoleh

ah menarik perhatiannya di antara kerumunan ora

g berdansa mesra dengan pria berbaju

an kemampuan menarinya lebih terampil dibandingkan pasangannya. Kenzo

tap Mahesa. "Mungkin, sudah saatny

pergi ketika masih bayi dan hidup di desa. Dia baru kembali ke Keluarga Nardian pada usia

li orang. Wanita di lantai

maan, wanita bergaun

a menunjuk ke arahnya. "Pak Kenzo, sepe

angannya ke lantai dan

etika melihat wa

tu meman

karena marah, lalu meng

merah cerah dan waj

riasan yang berani s

erduga dari Bella. Wanita itu terlihat ceria dan bersemangat, sungguh be

ari ramping Bella yang bera

tetapi wanita itu malah berdansa

dia berbalik dan ber

Ken

ndengar suara seorang

n langkah dan men

lalu dengan anggun mengangkat gaunnya. "Aku t

alis. "Kenapa kam

ada pameran perhiasan. Aku ingin mencari beberapa perusahaan yang memiliki potensi untuk bekerja sama denganku. D

n tangan ke arah Kenzo. "Kak Kenzo, b

ita berbaju merah di lantai dansa

ai dans

ngannya yang tampak tidak ingin pergi. Dia berbalik dan

el

ermintaan maaf, dia tertegun saat

ra naluriah dan be

ah Denias Wijaya, kak

u Bella dan pada suatu ketika, Bella berpikir mungkin

ri arti dari cinta sejati. Oleh karena itu, dia mulai menjaga jarak

t saat melihat pri

il tersenyum sopan, lalu mengulurkan tangan ke

m Denias dan meraih

melangkah ke

sama Chairunisa. Matanya menangkap peman

ak Bella?" tanya Cha

gedipkan mata dengan polos, "Siapa pria yang ber

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kesempatan Kedua dengan Sang CEO
Kesempatan Kedua dengan Sang CEO
“Bella berpikir setelah perceraian, mereka akan berpisah untuk selamanya - pria itu bisa menjalani hidupnya dengan caranya sendiri, sementara dia bisa menikmati sisa hidupnya. Namun, takdir memiliki rencana lain. "Sayangku, aku salah. Maukah kamu kembali padaku?" Pria itu, yang pernah sangat dicintainya, menundukkan kepalanya yang dulu bangga dengan rendah hati. "Aku mohon, kembalilah padaku." Bella dengan dingin mendorong buket bunga yang pria itu tawarkan padanya dan menjawab, "Sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur!"”