icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kesempatan Kedua dengan Sang CEO

Bab 6 Bella Cukup Populer

Jumlah Kata:539    |    Dirilis Pada: 01/07/2024

rasa tidak puas di wajahn

dang berdansa dengan Bella

mengenai pria ini saat men

asa kuliahnya, seorang pria yang ha

n dan terlihat sangat dekat. Bella berbicara

senyum cerahnya menusuk hati K

ella menimbulkan

seperti ini demi Denias? Kami baru saja kehilangan anak seminggu yang

Ken

lihat Kenzo tetap diam. "Mungkin,

a bersama. Mungkin, itu sebabnya dia berdansa dengan pria lain. Cepat temui

miliki hubung

ngalihkan perhatiannya dan memoton

tangan padanya

a dan jarang tampil bersama di depan publik. Terkadang, mereka menghadi

ebagai orang asing di depan publik, sehingga dia semakin be

ak waktu untuk membicarakan mas

k dan membawa Chairun

dansa, banyak orang terinspirasi pasangan

uan menjadi se

hkan sentuhan unik pada malam ini! Lampu sorot akan tertuju pada dua pasangan yang berbeda dan mereka akan bertukar pasan

ampaikan peraturan baru, s

ng kali menyorotnya. Dia dengan patuh mengikuti peraturan, seh

jelas bahwa Bella tersenyum sopan dan lembu

nyum lembut Bella hanya

bahwa wanita itu memberikan se

atapannya berubah menj

Kak Bella san

ra penuh emosi, "Aku sudah berkecimpung di dunia hiburan selama bertahun-tahun, tapi aku masih merasa tidak n

apas. "Sepertinya, aku harus meminta bebera

dia ucapkan, tatapan Kenzo ke ar

, lampu sorot menyinari

i Bella dan Denias, sert

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kesempatan Kedua dengan Sang CEO
Kesempatan Kedua dengan Sang CEO
“Bella berpikir setelah perceraian, mereka akan berpisah untuk selamanya - pria itu bisa menjalani hidupnya dengan caranya sendiri, sementara dia bisa menikmati sisa hidupnya. Namun, takdir memiliki rencana lain. "Sayangku, aku salah. Maukah kamu kembali padaku?" Pria itu, yang pernah sangat dicintainya, menundukkan kepalanya yang dulu bangga dengan rendah hati. "Aku mohon, kembalilah padaku." Bella dengan dingin mendorong buket bunga yang pria itu tawarkan padanya dan menjawab, "Sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur!"”