icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Get Pregnant Please!

Bab 2 Siapa Yang Bersamaku

Jumlah Kata:1411    |    Dirilis Pada: 22/03/2024

ya-tanya apa wanita ini

isa mempercayaiku, saya hanya menginginkan anak ini untuk suatu tujuan, setelah hari ini, kita bisa memutus

ingin melahir

ahu Anda tentang itu." Ca

"Ini adalah pertama kalinya bagiku, maaf kalau say

amu masih perawan ..." Itu mem

linya bagi Bram, Dia belum berpenga

lebih dulu. Bram tidak menyangka si bajingan John akan memberikan seorang

nya besok,' sering

nya dan melirik Bram

pun dari mereka melakukan apa pun, dan suasanan

ku yang akan memulai, tapi bukankah tidak masalah j

a:

ngkan jika bisa lebi

epalanya dan perlahan pindah ke sisi Bram, d

itu saling

nya bahkan sanggup memenuhi semua harapan gadi

uat tenggoroka

embungkuk lebih

sentimeter, tiga sent

rtaruhkan hatinya, dan men

h berciuman sebelumnya

kenyal serta ma

kang kepala Caca, melumat bibirny

terkejut, menatap dengan mata lebar dan agak kewalah

annya ke pakaian Caca, menariknya. Seket

sabar mendorong

ah milik Caca yg cukup kecil menurut Bram. Tangan Bram tidak tingga

" ucap Bram dengan

dilakukan Bram pada tubuhnya. "Yah masukkan, t–tapi pelan pelan, ini pertama kali b

a yang terekspos, membuat Bram makin bernafsu untuk me

pada inti milik Caca. "Aku akan mulai," Bram segera men

bil terus mendorong miliknya un

engan pipi merona, sambil menggigit bibirnya, dia men

aktik sedang berusaha menembus inti tubuh yang mas

irn

inti Caca, dan si pemilik keperkasaan bern

a!" Bram, mengangkat

, dengan senyuman

bibit unggul akan te

a maju mundur, membuat miliknya keluar

membuat bayi bisa senikmat in

siap, ketika saat ini tiba, Dia masih mera

berhasil di muntahkan. Namun Bram sepertinya bel

kan tubuh Caca kemudian mend

ita adalah mencari kesenangan, tetapi Caca sama sekali tidak m

an, menilik tubuhnya yang indah, meskipun payudaranya sedikit lebih kecil

Bram sebenarnya s

hn memanggil, Bram mengangkatnya dan langsung

ganggapmu seperti saudara, kemarin Kau berteriak padaku ingin mengakhiri keperjakaan mu sendiri, me

jawab Bram den

gadis yang Kau pesan sendiri? Aku su

ia sudah di t

ah Caca yang telanja

tid

a Bram sa

ntuknya masih di bar. Lalu

ng kusiapkan untukmu seribu kali lebih baik da

*

is dengan rambut berantakan bergelung dengan selimut di tengah ranjang war

lar di tubuhnya terutama di area intinya,

semalam terlalu

Headboard tempat tidur, kakinya masih

tubuhnya, beberapa tanda itu timbul karena tanp

melihat bahwa pakaiannya telah robek oleh pria itu. Sekaran

densial, jadi Caca bisa menda

pelayan hotel, Caca melarikan diri dari tempat

engan apik itu nampak bersih dan masih tetap rapi, belum

ter di depan m

ejak pagi Dia tidak punya keinginan untuk bekerja, yang terpik

r masuk, "Pak Bram.

ahun. Bisa dibilang Ashar adalah pegawai senior di perusahaan Bram, Ia t

ku!" Bram membuka ponselnya milikn

ntuk lelucon, tapi yang dia tunjukkan kepada Ashar sudah di-crop, dia tid

an mengambil ponsel Bram,

.. Ini N

reaksi Ashar: "Tunggu apa lagi? Sekarang juga kau pergi

Nona!" akhirnya Ashar bisa

tanggung jawab Ashar dan tentu sa

ram sedik

da sudah menikah, dan Anda telah memerintahkan saya unt

an badannya ke arah Ashar di depannya: "Istri?" sepasang mata elang menatap tajam k

ernikahan itu bukanlah keinginannya, jadi di

ang tidak bisa dilakukan Bramasta Moses, seorang pengusaha tambang sukses

ra, Kantor Urusan Sipil pernikahan t

u seperti apa rupa istrinya, bahkan d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Get Pregnant Please!
Get Pregnant Please!
“Seorang peramal yang Caca temui memberi tahu dia bahwa semua kesialan dalam hidupnya akan hilang, jika Dirinya bisa melahirkan seorang anak. Dia sudah putus asa pada nasib sial yang sejak lahir selalu menghantuinya. Sedangkan untuk bisa hamil, suaminya sama sekali tidak bisa diandalkan. Tahun lalu ia telah dinikahi lelaki misterius yang belum pernah ditemuinya sama sekali sampai sekarang. Lelaki itu hanya membiayai hidupnya, memberikan fasilitas dan membiarkannya tinggal sendirian bersama beberapa pelayan di dalam hunian elit miliknya. Entah apa yang membuatnya berfikir begitu, Caca meyakini; bahwa suaminya adalah seorang yang sudah tua, jelek dan botak. Caca pun memutuskan untuk pergi ke klub malam, mencari bibit unggul agar dirinya bisa hamil. Namun siapa sangka jika target bibit unggulnya adalah suaminya sendiri yang selama ini belum pernah ia temui?”
1 Bab 1 Cari Bibit Unggul2 Bab 2 Siapa Yang Bersamaku 3 Bab 3 Dia Istriku 4 Bab 4 Ingin Punya Bayi5 Bab 5 Percaya Tahyul6 Bab 6 Pembantu Udik7 Bab 7 Menjamahku Dalam Kegelapan8 Bab 8 Adikku, Elang9 Bab 9 Casting10 Bab 10 Terjebak11 Bab 11 Mendalami Peran12 Bab 12 Sepertinya Dia Gigolo13 Bab 13 Terimakasih Telah Menyelamatkanku14 Bab 14 Ingin Cepat Hamil15 Bab 15 Harus Siap Sewaktu-waktu16 Bab 16 Persaingan Peran17 Bab 17 Menghibur Diri Sendiri18 Bab 18 Menjadi Putri19 Bab 19 Cinta Pertama20 Bab 20 Kelopak Mawar Merah21 Bab 21 Seperti Tiada Hari Esok22 Bab 22 Menjadi Pelayan Klub Malam23 Bab 23 Kenapa Mereka Putus 24 Bab 24 pencuri!25 Bab 25 Apa Masih Ada Teman Sejati 26 Bab 26 Jangan Pura-Pura27 Bab 27 Gaun Pengantin28 Bab 28 Kebohongan Yang Bertele-tele29 Bab 29 Elang Adikku30 Bab 30 Ingin Benegosiasi31 Bab 31 Malam Bulan Purnama32 Bab 32 Meragu33 Bab 33 Banyak Cupangan