icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
About Sila

About Sila

icon

Bab 1 Flashback

Jumlah Kata:1232    |    Dirilis Pada: 23/02/2024

ngambil raport sendiri," ujar salah seorang anak sambil

sama adik-adiknya," sahut teman di sampingnya. S

nakal. Jadinya mama kamu l

gak sayang kam

n main sama

ng aku! Aku enggak nakal hiks," balasnya dengan sesenggukan. Dia benci dihina, dia sangat benc

hari ini tapi, mama malah nggak dateng. Aku ben

ng tertera tulisan 'peringkat dua' di sana. Harusnya, dia senang karna bisa membuat mam

u. Biasanya mamanya akan menghampirinya, tapi

teriak

lagi masak," ucap seseorang dari ara

tang menghampiri kakaknya da

a. "Kamu nangis? Kenapa?" Ia mengusap rambut adiknya d

ana?!"s

ma sama papa pergi ke rumah Tant

h sayang adek, mama lebih sayang tante. Mama jahat kak, mama jahat!" La

ggak ajak Lai. Tante juga, katanya mau ajak Lai kalo lahiran, tapi

adi dia sudah menangis lama, dia beranjak ke kasur motif angsanya dan mulai tertidu

i. Kamu pasti bisa semangat." Suara itu, suara bisikan yang terdengar asing di telinga Lai. Lai

*

ur sembilan tahun sedang

ada psikopat," ucap salah satu anak berambut pa

Ia mendekatkan mulutnya ke telinga anak berambut panjang tadi. "Kamu tau ng

itu penasaran, sambil memperbaiki ban

elamat, kamu harus nurutin semua kemaua

u dibunuh," g

kacamata hitam melekat di matanya. "Heh kalian!

t dia marah," ucap a

-laki berkacamata itu. "Kamu kalo but

u-suru oleh kedua anak tadi. Sampai tiga hari kemudian, anak perempuan berambut panjang di suru membeli jajanan di warung, dan anak laki-laki ditinggal s

k semak. Setelah berancang-ancang ia berteriak

uk menculik. Anak perempuan itu pun menghampiri

" ujar anak laki laki

empuan itu menyodorkan keresek h

bohongin kamu. Sebenarnya, aku bukan psikopat. Aku bohong sama kamu,

ya dia merasa ditipu, dibohong

dikhianati dan diperlakukan semena-mena. Larian kecil berubah menjadi langkah, karna kecapean. Ia terus menangis, sampai tak sadar jika dia tersesat.

itu nampak tak berisi, terkesan horor. Rumah yang penuh dengan sarang laba-laba, berdebu dan sangat kumuh. Tan

at hiks," lirihnya mey

beri

emaja datang dengan wajah kesalnya. Namun, Setelah remaja itu melihat ke arah

kak, nanti kakak anterin kamu pulang!" Hibu

"Lai takut ... Lai hiks ... tid

ng dikatakan Lai. "Gak papa, kamu t

gal di ko

jalan-jalan dulu, mau enggak?

uk antusias.

*

akarta tanpa pamit padanya. Dia marah, tentu saja. Kecewa, apalagi. Untu

nya lembut, "Udah sayang kakak kamu ke Jakarta buat kerja

h! Kakak bohong, kakak bilang dia bakal temenin aku tidur. Dan Kakak m

hati kamu." Mamanya menunjuk ke arah dada Lai. "Kita masih bisa video call atau telponan. Kakak

tanya kemudian menganggukkan kepalanya. "Aku boleh main n

ek, tadi kan habis nan

k mah, aku cuma mau main sama kakak

pi mandi d

n sama kak

bombai yang tadi. Dengan alasan, karna dia bisa ketemu dengan kakak gantengn

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
About Sila
About Sila
“Siti Laila as Sila, merupakan anak ustadz. Namun, karena orangtuanya sibuk dan tidak terlalu memperhatikan Sila, Sila menjadi anak yang keras. Di hadapan orangtuanya Sila seperti anak yang normal normal saja,tapi di belakang mereka Sila adalah sosok pendendam. "Aku mau berhenti balas dendam, aku mau tobat. Dosa aku udah banyak," lirih Sila melepaskan tangannya dari tangan Lucas. "Coba aja kalo mau keluarga lo hancur, tak bersisa." _________________________________ Ig.zaanyasima”
1 Bab 1 Flashback 2 Bab 2 WASP3 Bab 3 Hallo Sweety 4 Bab 4 Welcome to bad day 5 Bab 5 Menginap di rumah Luisa6 Bab 6 Tugas Sila di WASP 7 Bab 7 Pembalasan dendam (Aulyn)8 Bab 8 Aulyn di penjara, Sila bahagia!9 Bab 9 Masuk rumah sakit 10 Bab 10 Kabur dari rumah sakit 11 Bab 11 Tentang Luisa 12 Bab 12 Ultang tahun luisa13 Bab 13 Masuk Rumah sakit lagi14 Bab 14 Dasar bodyguard abal-abal15 Bab 15 Pilih! Mau senjata apa buat mengakhiri hidup lo !16 Bab 16 Mimpi buruk17 Bab 17 Pemakaman Pak Faris18 Bab 18 Gue udah mulai gerak dan tau beberapa fakta tentang Sila