icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kembalinya Istriku

Bab 5 5. Bab 5

Jumlah Kata:1099    |    Dirilis Pada: 01/02/2024

tah ibu memintaku segera mengganti baju Zaki dengan pakaia

diri ini belum pernah membelikannya pakaian yang layak. Selama ini, pakaian yang di kenakan oleh Zaki adalah pemberian dari mbak Lestari, dan pakaian itu merupakan baju bekas da

Benar juga ucapan ibu, aku juga tidak punya waktu untuk mencuci bajunya itu. Mau sekalian di loundri-kan bersama baju kami, malu juga rasanya. Karena baju dari anakku itu sudah tak berbentuk dan tak berwarna selayaknya. Ibu

au hari ini aku sudah ada janji dengan Lasmi. Aku juga harus segera bersiap. Untu

ikit lagi." Ibu segera menyerahkan Zaki yang masih tertidur pulas ke tanganku a

engan membawa anak kecil untuk lebih menarik perhatian dan simpati dari orang. Awalnya aku ragu. Namun ibu di dukung oleh kedua saudariku untuk terus menyakinkan dan membujukku, akhirnya aku luluh dan mengikuti saran dari mereka. Toh lumayan juga hasilnya. Tanpa kita bekerja dan keluar keringat uang sudah datang sendiri. Masalah makanan. Semenj

nakku. Bubur nasi di tambah sayur bayam yang tumbuh liar di pekarangan rumah kami. Kasihan kalau anak masih kecil d

at melarang dan tidak merestui pernikahanku dengan Rani. Ki

aki boleh menikah beberapa kali, dan tidak perlu pula untuk meminta ijin pada istri, yaitu Rani. Karena sudah dapat dipasti

ng yang tadi pergi dengan membawa Zaki. Seseibu dengan dandanan yang sen

!" makinya tiba-tiba dengan segera me

u yang tiba-tiba meny

alian kira saya orang bodoh, apa? Ini, anak ini sudah tidak bernapas. Apa kalian yang sudah tua masih belum mengerti, kalau anak ini sudah tidak ada nyawanya." lanjutnya l

lang anak saya ini sudah mati." sungutku. Kalau sudah tidak mampu bayar biaya sewa Zaki

an mengemis. Periksa saja sendiri kalau tidak percaya!" sungutnya sambil segera beranjak dari rumah ini. Dan benar saja keributan

gi." celetuk Eni sambil mengucek matanya ya

s ubun-ubun." sungutku kesal sekali melihat dia yan

saja e

yang membuat ibuku ini tiba-tiba memintaku untuk membawa periksa putra semata wayangku ini. Biasanya saj

u." pintaku. Namun belum juga ak

a rasa khawatir yang dapat aku tangkap dari raut wajahnya. Enta

i keluarkan d

🌺

sama seorang yang lebih tua usianya sepertinya seniornya yang menangani Zaki, putraku. Aku dan ibu sengaja menunggu di luar ruangan sem

g yang berada tepat di depan ruangan Zaki dengan periksa. Entah kenapa aku

." Aku mengikuti apa yang

maaf sebelum

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka