icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Ranjang Sang CEO-tamat

Bab 6 Pembicaraan

Jumlah Kata:1210    |    Dirilis Pada: 23/01/2024

yang sedang kepayahan menahan gejolak hasrat

adanya sendiri, dengan sorot mata menjerat. Tak memedulikan geraman rendah Nich ya

yang dulu? Yang lugu dan naif? Lihat, bagaimana aku akan membuat

ir jika dirinya sudah berubah. Gwen ingin membuat Nich sadar, jika dulu dan sekarang itu sudah sangat ber

-benar kepanasan dan pusing. Pusing akibat gairah yang meminta untuk segera

Sh

aik turun karena embusan kasar napasnya. Matanya terbuka lebar-lebar, dan pada saat ya

rhenti!" sergah Nich tegas

ya lagi, lalu mendekati Nich. "Kenapa? Kau tidak suka? Bukankah ini tujuanmu, membayarku lima

n segitiga berwarna hitam metalik it

cepat, menatap Gwen de

t dengan jelas wajah Nich yang sudah sangat memerah. "Biarkan aku menyelesaikan peke

an yang sedang mempertahankan harga dirinya. Marah bercampur benci kentara sekali di manik sebiru la

atau hanya perki

memang untuk menonton Gwen dalam aksinya menari. Merogoh kocek dala

angan tangan Gwen, bergerak. Maju sedikit demi sedikit, dan ta

enjadi sedikit gemetar, ketika embusan napas hangat Nich menyentuh tengkuknya. Kini, giliran sekujur tubuh Gw

Jadi aku bebas ingin melakukan apa pun kepadamu," bisik Nich yang semakin

wajah Gwen karena tertutup topeng. Pasti saat ini

elotot, tetapi hal itu tidak membuat Nich gentar. "Lepas, Nich!" Dia be

semakin terlihat cantik dan seksi. Apalagi, Nich dapat dengan leluasa memandang dada po

ndurkan genggaman tangannya, dan menuntun G

jaanku." Gwen menggeleng cepat. "Peke

rgelangan tangan Gwen lalu meloloskan jas yang dipakainya. "Pakail

bersikap seolah-olah

ia tak menolak sama sekali perlakuan manis Nich. Lelaki itu

rlu menari lagi." pinta Nic

engan lembut. Mendaratkan bokongnya ke

sanya sangat aneh bicara sedekat in

ini itu, tetapi tak urung Gwen melepas topeng dari wajahnya. "Sud

. "Nah, kalau seperti ini wajahmu yang cantik ti

pat tangannya di dada. "Kau se

birnya demikian. "Itu artinya kau masih mengingatku, bukan?

n Nich. Masa-masa itu tak pelak kembali hadir di ingatannya. Saat di

ri, aku sudah berubah. Tak ada lagi Gwen yang polos dan malu-malu. Di hadapanmu

en yang kukenal dulu belum seseksi dan sepanas ini. Bahkan aku masih mengingat den

n itu!" sergah Gwen dengan kilat marah dan raut datar

ich segera menahan lengannya. "Oke. Aku t

kan kembali, meski kau terus membahas dan mengingatnya,

aat itu. Salah Nich juga yang pergi tanpa pa

h Nich yang memiliki daya tarik b

minta maaf, semuanya aka

af padamu. Aku menganggap pertemuan kita ini suatu takdir dari T

Tapi bagiku tidak." G

dulu aku menjalani hari-hari ta

Gwen?" Kecewa sudah pasti mendengar perny

ng bisa melihat kesedihan di bola mata yan

menan

"Aku mencarimu, Gwen. Aku mendatangi rumahmu ta

asa sesak. Dia bersusah payah untuk tidak terlihat menyedihkan di depan

ling tidak untuk saat ini.' Seru Gwen

kemudian menjawab, "L

*

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Ranjang Sang CEO-tamat
Godaan Ranjang Sang CEO-tamat
“Warning area dewasa (21+) Bijaklah memilih bacaan! ~~~ "Jika kau mau aku akan membantumu. Membiayai seluruh operasi ayahmu yang terkena kanker paru-paru. Setahuku, biaya pasien yang terkena kanker paru-paru itu tidak sedikit. Jumlahnya bahkan lebih dari lima puluh ribu dolar. Tentu, jika kau mau menerima tawaran dariku." Gwen bergeming. Mencerna semua pernyataan Nich barusan. Tetapi, belum selesai Gwen mencernanya, Nich kembali berkata, "Jadilah istriku, Gwen." "A-apa?" "Menikahlah denganku, Gwen. Aku mohon ...." Gwen nampak berpikir sejenak, sambil menjilat sisa-sisa jejak bibir Nich. Beberapa saat kemudian dia mengangguk. "Aku mau menerima tawaranmu, asal kau juga mau menerima syarat dariku, Nich." Sebelah alis Nich terangkat. "Apa?" sambil mengusapkan ibu jari di bibir Gwen. "Kita menikah kontrak. Hanya sebatas itu, Nich." *** Gwen Florine terpaksa menerima tawaran mantan kekasih sekaligus pria yang telah menorehkan luka di hatinya sejak 10 tahun yang lalu, lantaran pergi tanpa pamit. Demi sang ayah yang membutuhkan biaya besar untuk operasi. Lantas, apakah Gwen akan terjerat oleh pesona seorang Nicholas Kennedy kembali, di saat hatinya telah membeku? Lalu, apa sebenarnya alasan Nicholas pergi meninggalkan Gwen 10 tahun yang lalu? ### Simak yuk!”