icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Harta Tahta Obsesi Gila

Bab 3 Diabaikan

Jumlah Kata:1498    |    Dirilis Pada: 20/01/2024

y Rea

at Karmila ke atas permukaan Air. Setelah itu, baru diikuti koor helaan napas lega

adi penonton saja? Seenggaknya ambilin handuk, kek. Ata

rasakan. Saat Arletta hampir sampai, tiba-tiba dua pria yang tadi ikut menolong Mila muncul. Satu orang la

edua pria itu sudah lebih bersahabat dari pada tadi. Akhirnya Arletta pu

cita. Langsung memeluk tubuh Mila erat sekali. Seperti menyambut anaknya yang baru s

kut menangis dalam diam. Beruntung Karmila termasuk orang yang suka olah raga, termasu

komentar apa pun. Lebih memilih ikut naik kel

ratan. Arletta pun menyerbu kembali mendekati Mila, da

ngan si model. Gadis itu sudah ber

is Mila pun makin pecah.

ner takut banget!" racau Mila, yang hanya Ar

ak akan pernah biarin hal itu, kan?"

rengeknya lagi. Yang kembali memb

kehilangan lagi tepatnya. Hanya saja, Arletta ti

rust me!" Arletta meyakinkan Mila sekali lagi. Sam

Ambilin handuk, kek. Atau apa, kek?

tang di sekitar Arletta. Membuat beberapa orang koc

gang dengannya. Namun, siapapun itu. Arletta sangat menghargai perintahnya barusan

dorkan sebuah handuk ke hadapan Arletta. Seme

tunangan Mila menginterupsi, memanggil-manggil tunangannya. L

yang sebentar lagi tercipta. Arletta pun segera bangkit perlahan, berbaur dengan para model sebentar. Sebelu

*

mpe patah juga, lo gak bak

ni. Menyindir Arkana Sadewa, sang photografher y

un. Langsung melirik Bruno den

k Bruno tepat sasaran. Namun tetap tak m

. Kabur pas cowoknya

o Arkan tak

," ungkap B

nap

ng melipir, pas pengacara itu dateng." Walau begitu. Bruno tetap berbaik hati me

lipir k

n lagi pada Bruno. Arkan pun bertanya

i ini tidak yakin. Karena memang dia sendiri hanya melihat keb

perti pemotretan tanpa mau minta maaf setelahnya. Sekalipun ternyata itu dilakukan untuk mencari s

akan aksi nekadnya. Untung tuh cewek cakep. Coba kalau nggak? Asli deh, selain minta ganti rugi. Bakal Bruno ajak duel juga.

nolong si model ceroboh, tapi gak dapat hasil apa-apa. Eh, tuh cewek songong c

sal luar biasa, dikalahkan

i Bruno entah

ewa pun bangkit dari duduknya, dan menepuk bahu Bruno sekilas. Se

habis pikir, melihat kelakuan Si playboy cap kap

u sih, Let. Gue aja gak ngeh kalo te

up para model. Arkana langsung melihat gadis itu, bersama as

lo!" balas gadis itu percaya diri. M

" maki Dita

enanggapi kekesalan Dita, yang m

penasaran. Kenapa lo bisa tau, kalau

ma rupanya. Cantik sekali,' batin Arkan

rlihat memutar mata dengan malas sebe

jika di dalam Air. Dan gue cuma nambahin berat badan Mila sam

s pi

i paham. "Eh, tapi, dari mana lo tahu t

nelpon gue kan, dia ada

ga,' Dita

an tulus pada akhirnya. "Anehnya, kenapa cuma lo doang yang bisa mikir ke sana

Karena gue ini pinter.

ngatain orang!" Dita kembali mengom

n santai. Sama sekali tak tersinggung deng

itu untuk Dita. 'Sayang' rasanya sangat merdu di telanganya, d

rnya, sambil menutup kotak P3k di sampingnya. Kar

alem banget tau, Let. Harus dijahit kayaknya," lanjut Dita lagi. M

dah lo obatin t

atannya, sama ongkos ke sana," sela Dita sambil menyod

ertanya lagi seraya melirik uang

dari gue? Siapa elo s

lama-lama, ya, Dit?

ok. Makanya gue bikin kesel balik. W

lo gak nurut! Tau sendiri kan, El kaya gimana?" Dita lal

li. "Kalau gitu gue balik, ya? Babay!" pamitnya, setelah mengambil lembaran u

a yang mau ngangkut penumpang basah kuyup kaya gue." Arletta mendumel sambil melewati Arkana b

lewati begitu saja?

kegantengan seorang Ark

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Harta Tahta Obsesi Gila
Harta Tahta Obsesi Gila
“Don't Judge book by cover! Kata itu seperti tepat menggambarkan seorang Arleta. Karena meski mempunyai rupa yang menarik juga tubuh yang tak kalah mempesona seperti namanya. Sayang, hidup Arleta tidak secantik namanya. Arleta adalah kotak pandora. Banyak rahasia dan luka yang dia bawa dalam perjalan hidupnya. Dia seorang tuan putri, namun tidak bisa memakai gaun indah layaknya cerita dalam negeri dongeng. Karena yang Arleta butuhkan bukan gaun indah, melainkan baju jirah dan sebilah senjata agar bisa bertahan hidup. Joshua, sang paman yang terobsesi padanya membuat hidup Arleta penuh dengan darah dan air mata. Hingga Arleta tidak pernah berani berharap akan hari esok yang indah, juga tidak berani membuka hati untuk satu orang pria pun. Baginya cinta hanya akan membuat lemah dan membuang waktu berharganya saja. Hal itu menjadi tantangan berat untuk Arkana Sadewa, photografer yang jatuh cinta pada Arleta di pertemuan pertama mereka yang tidak di sengaja. Siapa Arleta sebenarnya? Ikuti kisahnya dalam novel ini.”
1 Bab 1 Gadis Asing2 Bab 2 Penyelamatan3 Bab 3 Diabaikan4 Bab 4 Makin penasaran5 Bab 5 Gosip6 Bab 6 Teringat kembali7 Bab 7 Jaga pagi8 Bab 8 Mencari Informasi9 Bab 9 Haters Arletta10 Bab 10 Kecerobohan membawa petaka11 Bab 11 Sok Akrab12 Bab 12 Kang photo atau kang modus 13 Bab 13 Keberadaan yang diketahui14 Bab 14 Pintar Menjawab15 Bab 15 Kang photo nggak waras16 Bab 16 Pantang Menyerah17 Bab 17 Mukbang Live18 Bab 18 Pria omong besar19 Bab 19 Dua pria dalam sehari20 Bab 20 Masih dua pria21 Bab 21 Karma untuk Kang Photo22 Bab 22 Mulai nyaman23 Bab 23 Makin mengenal24 Bab 24 Rahasia kecil Arkana25 Bab 25 Yakin sakit 26 Bab 26 Info dari Haikal27 Bab 27 Hantu atau bukan28 Bab 28 Kemarahan Arletta29 Bab 29 Arletta yang kejam30 Bab 30 Hantu masa lalu31 Bab 31 Hantu masa lalu(2)32 Bab 32 Hantu masa lalu (3)33 Bab 33 Sia-sia belaka34 Bab 34 Salah pahamkah 35 Bab 35 Ada apa dengan Arletta36 Bab 36 Elkava dan Karmilla37 Bab 37 Tantangan Elkava38 Bab 38 Aneh39 Bab 39 Permulaan40 Bab 40 Panik41 Bab 41 Mungkinkah42 Bab 42 Kembali ke mode awal43 Bab 43 Patah hati44 Bab 44 yang sebenarnya45 Bab 45 Masih abai46 Bab 46 Arkana memang gila47 Bab 47 Masih menghindari48 Bab 48 Menggila49 Bab 49 Tak ingin percaya50 Bab 50 Kejadian sebenanya51 Bab 51 Meminta kesempatan52 Bab 52 Arletta yang sadis53 Bab 53 Meyakinkan54 Bab 54 54. Keputusan Arkana55 Bab 55 Simpul Misteri