icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Modal Dusta

Bab 4 Pembeli pertama

Jumlah Kata:1081    |    Dirilis Pada: 18/01/2024

b

g, t

anya dua kali. Aku tahu itu pasword ata

" bal

ar?" sa

u gimana?"

ah, tumben j

uka warung di depan

apan aku bole

ung. Soalnya suamiku cemburu kalau pembe

isa aja,"

nya suami pose

tumben bisa balas pe

tadi aku pulang le

uan, pengen kenal

rani. Lagian masih sib

aja gak ada gregetnya," lelaki

jomblo nih?"

agian ngapain dibahas sih. Kam

asaan. Cukup dia aja yang bua

curhat kamu," rayunya den

membalas pe

r kedengaran suara motor Mas Haris di halaman. Seperti biasa deng

alah sebaliknya. Sifat Mas Haris semakin kasar padaku. Sering marah-marah gak jela

ng simpanan kamu, ya!" uc

?" tanyaku

i, barang yang dicari selalu tak tersedia. Ja

dikit uang untuk ditabung. Dasarnya lelaki licik, setengah dari tanggung j

anyaku to the point aj

diri, gimana kondisi kios kita sekara

erti itu, gak ada tanggung

embuka warung, mana bisa kamu punya u

terpaksa dan mengalah demi anak-anak a

erani perhitungan s

minjam uang. Aku yakin, sampai habis tabungan

*

ibuk dengan urusannya di kios. Beliau pulang larut malam dengan alasan menungg

dengan dia. Disaat seperti ini aku berada dititik lemah dan saat itulah Wira datang menawarkan diri

, to

iah membuyarkan lamunan. Cepat

?" tanyaku samb

paket. Kita bayarnya patungan ya, Bu! Soalnya

mau dibaya

Bu?" Diah

Diah menyebutkan nominal h

tangannya. Harga buku anak kuliahan itu mah

kamu, jangan sampai kesuli

aja untuk mengajar les private. Ta

osmetik dan hijab. Untungnya untuk kebutuhan pribadinya. Walaupun ekonomi kami pas-pasan, Diah tahu m

a orangtua mereka bukan orang berada. Walaupun barang yang dimiliki bukan barang maha

kasih udah bantu bayarin buk

mata ini basah lagi. Aku bersyukur sekarang diberikan

*

g sekolah masuk pagi. Sedangkan Diah, masuk kuliah agak siangan. Kesempatan ini digunakan Diah unt

i pagi ini sudah tidak lagi. Tanggung jawabnya dibebankan ke Diah. Alhasil aku d

ulang sekolah harus menjaga rumah. Mas mau lan

ng jaga kalau kamu lanjut

g dari kampus. Dia kan bisa bantu kamu di wa

kutakutkan kalau anak dan istri sudah bisa membantu mencari naf

cuma saja gak akan merubah keadaan," ucap Diah

i penagih hutang. Biasa mereka datangnya siang sehabis Zuhur. Jadi I

menghindar sepert

ang agar bayarnya bulanan aja. Biar gak

anya hanya marah dan ngajak ribut, bukan mencari solusi

aras lebih baik mengalah

ituju. Dari jauh tampak seseorang sedang celingukan. Sepertin

ah membantu menata hidangan di dalam setelin

Mbak, mau pes

uk!" ucapku kepad

tinggi berpakaian rapi memakai kacamata sedang ter

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Modal Dusta
Modal Dusta
“Awalnya secara tak sengaja, aku mengenal lelaki tampan ini dari seorang teman. Saat itu suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja. Aku merasa hampa dan kecewa dengan sikap suami yang semakin hari makin kasar dan jarang menafkahi keluarga. Perkenalan itu ternyata berlanjut karena lelaki tersebut memberikan respon yang baik bahkan bersedia mendengarkan curhatanku. Aku merasakan ada getaran aneh dihati tiap lelaki itu memberikan perhatian melalui pesan singkat. Ternyata lelaki tersebut mempunyai perasaan yang sama. Bagaimanakah sensasinya bermain hati dengan lelaki muda. Apakah hubungan ini terus berlanjut? Reader yang baik hati, jangan lupa tag love dan komen ya.”
1 Bab 1 Perkenalan2 Bab 2 Tulang punggung3 Bab 3 Ujian hidup4 Bab 4 Pembeli pertama5 Bab 5 Penagih hutang6 Bab 6 Curahan hati7 Bab 7 Ancaman8 Bab 8 Keadaan yang sama9 Bab 9 Pesan singkat10 Bab 10 Transfer uang11 Bab 11 Penasaran12 Bab 12 Membongkar aib13 Bab 13 Rencana kuliah14 Bab 14 Suara terisak15 Bab 15 Suara ketukan16 Bab 16 Haris tak pulang17 Bab 17 Candu judi18 Bab 18 Gadai motor19 Bab 19 Bayar hutang20 Bab 20 Rejeki anak21 Bab 21 Mendua hati22 Bab 22 Senyum licik23 Bab 23 Butuh kehangatan24 Bab 24 Rasa nyaman25 Bab 25 Susah move-on26 Bab 26 Nelangsa27 Bab 27 Kecewa berat28 Bab 28 Hampa29 Bab 29 Cinta dalam hati30 Bab 30 Mantan terindah