icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Jangan Mencintaiku, Paman!

Jangan Mencintaiku, Paman!

icon

Bab 1 Wanita yang Tertutup Selimut

Jumlah Kata:1262    |    Dirilis Pada: 12/01/2024

i wanita mandul da

ekayaan kami dan uang Kai

endiri tida

wanit

rukan ibu mertuanya. Tapi perbuatan itu percuma. Ucapan itu bukan sedang terjadi saat ini. Se

aut wajah murka dan juga kata-kata keji itu. Seperti rek

hat Ayu menekuk tubuhnya dan menutup telinganya

sopan, lalu memaksakan diri untuk tersenyum d

yu menunjuk rumah berpagar abu-abu dengan g

si yang ditumpangi Ayu sudah samp

aksi itu. Setelah berhen

ou gozaimasu"

n dan merapatkan mantel. Angin larut malam

gia. Itu adalah rumah tempatnya tumbuh. Ayu menekan bel yang terletak di samping plat nama bertuliskan

hutan, dan pintu g

butan ceri

dengan hangat. Wajah wanita itu mengingatkan Ayu pada wajah ibunya.

memang cukup jauh. Jadi usi

gumu sejak tadi. Aku sudah kh

ing. Rumah itu memang memiliki gaya tradisional Jepang, jadi hampir seluruh

ra memakai bahasa Indonesia membuat Ayu merasa hangat oleh rindu

ntal yang tersedia. Ruang tamu itu juga bergaya tradisional, jadi A

rlalu baik. Aku geram setiap kali mendengar kisahmu," kata Kar

g kejam itu. Tapi Ayu tidak sanggup mengambil keputusan seberani itu. Kini rasa sakit hati yang sejak tadi sebenarn

tainya," bisik Ay

Karin terdengar kesal, tapi Ayu tidak memiliki p

a tidak ingin pernikahannya berakhir b

a kembali menghina dan terus mencaci ketika meng

ginan Ayu untuk bertahan goyah, saat melihat bagaimana Kaito-yang saat itu ada di

menghina, tapi Ayu masih berharap Kaito akan membela. Harapan se

yang diterimanya. Ayu selama ini merasa sudah lebih

. Untuk sementara menenangkan diri dan berpikir langkah apa yang harus diambil. Selain karena permintaan

embesarkan Ayu adalah adik dari ayahnya, yang berasal dari negara ini---Jepang. Ayu men

masih menganggap tempat ini rumah yang me

n, sambil meletakkan segel

lengannya. "Kita lebih baik bicara lagi besok. Kau minum

. Dan setelahnya Ayu merasa lelah dan mengantuk. Ayu tidak menyadari jika tubuhnya sangat lelah

maku," kata Ayu, saat membantu Kar

kamar di rumah itu, dan Ayu sudah tidak peduli. Ma

h keponakanku yang manis." Karin tersenyum

hanya membawa tas kecil. Tidak membawa baju apa pun. Karin meyakinkan Ayu agar tidak m

oleh kantuk, dan anehnya Ayu merasa gerah, padahal suhu malam ini dingin. Ayu ti

*

wangi yang tidak biasa. Menyengat dan kepalanya menjadi lebih ringan dengan tiba-

. Dia membuka jas dan juga kemeja seperti biasa sambil melirik tubuh yang tertidur di atas futon. Setelah

Hide merasa kepala dan tubuhnya semakin mengambang. Hide menco

ng. Tidak ada jawaban tapi terdengar suara desahan dan tubuh yang ada di

emudian, tangan itu kembali dan memeluknya semakin erat. Hide biasanya akan menolak dengan l

bergerak naik ke atas tubuhnya. Hide me

" gumam Hide. Berpikir ji

dia sentuh bukanlah Karin. Melawan pusing, Hide bangkit menghidupkan lampu. Mata Hide yang berwarna gelap

kan nama lengkap Ayu, de

an mata nanar. Memandang Ayu yang kini menggeliat dan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan Mencintaiku, Paman!
Jangan Mencintaiku, Paman!
“"Aku yakin, Ayah dan ibumu akan menangis dalam kuburnya, saat tahu kau tidur dengan pamanmu sendiri!" *** Ayu melarikan diri ke rumah pamannya, karena perlakuan mertua yang kejam.Tapi malamnya, Ayu malah berakhir di bawah selimut yang sama dengan Hideki, adik dari ayahnya, Akibatnya, pernikahan Hide berakhir, sementara pernikahan Ayu di ujung tanduk, karena mertuanya mengusir Ayu, tanpa bertemu Kaito--suaminya. Keadaan yang membuat Ayu tinggal bersama Hide, meski sebenarnya Ayu ingin menjauh. Merasa malu dan hina. Semakin hari, Ayu semakin tidak mengerti dengan sikap Hide yang tak lagi lembut dan perhatian seperti dulu. Padahal Hide yang selama ini membesarkan Ayu, setelah orang tuanya meninggal. Semenjak Ayu berumur delapan sedang Hide dua puluh tahun dulu. Rahasia apa yang disembunyikan Hide sampai membuatnya berubah seperti itu? Bisakah Ayu memperbaiki pernikahannya? Atau mengambil pilihan terlarang yang tidak seharusnya?”