icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sultan Dianggap Upik abu

Bab 3 Kunjungan Orangtua Melinda

Jumlah Kata:1144    |    Dirilis Pada: 28/12/2023

kepada Melinda tadi. Dia pun langsung

i. Nanti kalau mbak Santi nanya saya tinggal bilang kalau mbak Melinda

ju kamarnya. Dia sangat lelah fisik dan batinnya. Melinda ju

ulai kaku. Baru ingin memejamkan mata, dering diponselnya menghentikan keinginannya

ucap Melinda ketika t

am nak. Bagai

baik bu. Ibu dan ba

uga bai

u ada apa menelpon Melin malam-mal

bapak ada di Jakarta, malam ini kami menginap di guess Safira.

bu gak bercandakan?" t

a gak bertemu. Makanya habis dari Jepang kami langsung mau kerumahmu," ujar

ar untuk melepas rindu esok hari. Setelah panggilan berakhir Melinda me

pintu luar kamarnya menggurung

ya!!" teriak mbak

membuka pintu kamarnya, "Ada apa

n piring numpuk, kamu cuci dulu baru

gi mbak? Kan a

Kamu gak dengar kah teriakan bik Ramlah tadi? Bik Ra

? Kok bisa mbak?" Mel

u tidur dulu sebelum mas Riko pulang, nanti tidurku gak

nuju kamar pembantunya. Ia sangat khawatir dengan pembant

nya Melinda berdiri di

mar saja, mungkin besok juga sembuh," ucap bik R

a bik. Kok bisa terpelese

cucian baju disana. Jadikan lantainya licin banget, untung saj

ah, disaat dia sakit masih saja ber

s batu freezer untuk mengompres kaki bik Ramlah. Cara se

yentuh kaki bik Raml

ik aja yang ngompres sen

ik Ramlah. Dia terus mengo

aja. Biar pekerjaan bi

tega melihat bik Ramlah bekerja dengan kaki yang masih sakit. Me

izin pulang kampung dan bik Ramlah sedang sakit. Ja

iak Melinda se

melongos memasukan mobilnya tanpa mengucapkan terimakasih t

nutup kembali pintu gerbang rumah mereka sete

rintah mas Riko lagi mele

aku!" tambahnya lagi la

Riko. Karna penasaran, Melinda pun mendesul-desul tas kerja Rik

*

wajahnya. Melinda juga sudah terlihat mengepel teras rumahnya. Sak

suara ini sudah tak asing lagi, dia pun langsung menoleh kearah pemilik suara itu

bahagia, "Ibu? Kok p

ibu mendesak bapak habis sholat subuh tadi langsung

, "Ibu kok sendiri

at pintu gerbang gak dikunci makanya kami langsung masuk aja

Ramlah habis jatuh dari kamar mandi. Kaki nya

disana, biar ibu yang lanjutin ngepelnya," uc

ambil alih pekerjaan putrinya. Baru saja ibu Marisha

ibunya Melinda kan

orkan tangannya untuk mengajak mbak Santi bersalaman tapi mbak San

n ini. Gak heran sih. Udah terusin aja pekerjaannya,"

berpendidikan aja, jauh berbeda

kedalam yuk, taruh dulu alat pelnya disana,

dan pak Wowo membawa satu buah kardus ditangan masing-masing. L

ar? Sehat pak?

anak dan calon cucu," bala

ak Wowo sontak membuat mereka melihat kearahnya

a mau ngepel. Wong dirumah saja tak pernah me

u bergaya pak. Tadi pas ibu masuk, ibu lihat ankmu sedan

isini Mel?" tanya bapak Kusuma m

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sultan Dianggap Upik abu
Sultan Dianggap Upik abu
“Melinda menikah dengan Yusuf Gunawan setelah setahun berpacaran. Mereka harus tinggal bersama keluarga Yusuf karna permintaan orangtua Yusuf. Di perlakukan seperti pembantu oleh ipar dan keluarga besar suaminya sudah menjadi kebisaan Melinda setelah menikah. Hanya karna sering memakai daster membuat keluarga besar Yusuf memperlakukan Melinda seperti Upik Abu. Pergulatan mental bahtara rumah tangga Melinda dan Yusuf makin rumit saat kehadiran Alika diantara mereka. Apakah yang akan terjadi selanjutnya saat Melinda mengetahui bahwa Alika adalah gadis masalalu suaminya? Dan bagaimana reaksi keluarga Yusuf saat tahu bahwa orang yang mereka anggap Upik Abu ternyata seorang Sultan?”