icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PEDANG HALILINTAR

Bab 4 Perintah Caraka

Jumlah Kata:1007    |    Dirilis Pada: 04/09/2023

pi semak-semak itu apa Kakek yang menatanya?"tany

atapan nanar. Ada perasaan sedih ketika menerima

lalu pemuda tampan itu. Dia juga akan mengatakan apa tujuannya mengajari pemuda tersebut dengan ilmu Ka

malas untuk berusaha. Tak luput juga dia menanamkan nilai-nilai aliran hitam agar 'cucunya' itu siap ketika terjun di dunia yang ramai. Ilmu mem

u memang kakek yang menatanya. Di bawah tum

n memasuki pondok. Tak lama dia kembali ke

u berada di dalam peti ini terdampar di pantai bersama jasad ibumu. Meski tidak ada dara

lu menatap Caraka tak percaya. Dia merasa

pahku akan membuka jati dirimu jika kau sudah menemukan

alu berusaha menerimanya meski itu sangat

enganggap Kakek sebagai Kakek kandungku, juga sebagai ayah sek

alah nama pemberian ayah dan ibumu, Jalu. Tapi tulisan Ha

canda meski hatinya sedang terbalut rasa kesedihan. Dia tidak ingin menunjukkan ra

alu, "Koin emas ini adalah bekalmu ketika nanti kau sudah berbaur dengan dunia yang ramai. Kakek sudah m

ari ucapan lelaki tua di depannya itu, "Apa Kakek mengus

berpisah denganmu. Tapi kau harus ke dunia luar untuk mewujudkan mimpi Kakek

nia persilatan di tanganmu agar tidak ada yang meremehkanmu dan semua orang tunduk kepadamu

rpikir apakah siap untuk berpisah dengan kakeknya d

kakek akan bisa keluar dari sini. Bersama-sama kita k

egel di pulau tengkorak. Dulu pernah dia meminta syarat agar bisa keluar dari pulau terkutuk

an mengeluarkan Kakek dari tempat ini. Tapi baga

ini." Caraka berdiri lalu membawa masuk peti kayu ke dalam pondok. Setel

i langkah kaki Caraka yang bergerak

i bibir hutan. Kini di depan mereka sudah berdiri te

, Ja

Jalu sesaat berikutnya. Keduanya me

a pulau terpencil ini dinamakan pulau tengkorak. Entah siapa yang mengukir batu hingga me

rak tersebut. Sementara Caraka menuju sebuah batu l

ung kulit hewan. Caraka mengambilnya lalu berjalan me

punya Kakek?

tu lidah petir yang kutemukan dan membentuknya menjadi sebilah pedang

ahnya keluar. Energi besar langsung merembes ke

, Kek?" tanya

iharaan, kenali dan sentuh jiwanya maka dia akan menurut kepadamu," ucap Caraka

sana, semua sama saja penuh kemunafikan! Aku memberimu pedang Halilintar ini untuk memuluskan jalanmu menguasai dunia persilatan. Hanya

" Jalu jelas bingung dengan permintaan Caraka. Sebab saat ini mereka berada di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PEDANG HALILINTAR
PEDANG HALILINTAR
“Sejak kecil Jalu terdidik menjadi pendekar aliran hitam. Sekeluarnya dari Pulau Tengkorak, dia mendapat tugas menyatukan dunia persilatan dari gurunya yang merupakan pendekar terkuat aliran hitam dan memiliki kehidupan abadi. Gurunya sendiri dihukum Dewata di pulau terpencil itu dan tidak bisa keluar sampai habis masa hukumannya. Tak dinyana takdir berkata lain. Jalu beralih menjadi pendekar aliran putih setelah disadarkan oleh pertapa tua di Gunung Pesagi. Bahkan pada akhirnya dia harus melawan guru pertamanya yang berhasil dikeluarkan iblis dari pulau Tengkorak.”
1 Bab 1 Perompak Hantu Laut 2 Bab 2 Kematian Panji 3 Bab 3 Sumpah Seorang Pendekar 4 Bab 4 Perintah Caraka5 Bab 5 Pedang Halilintar 6 Bab 6 Aksi Pertama7 Bab 7 Balas Dendam 8 Bab 8 Daratan Swarnadwipa 9 Bab 9 Keangkuhan Ayu Wulandari 10 Bab 10 Tuduhan11 Bab 11 Memulai Aksi12 Bab 12 Kemampuan Jalu13 Bab 13 Perguruan Kelabang Hitam 14 Bab 14 Dikeroyok 1 15 Bab 15 Dikeroyok 2 16 Bab 16 Dikeroyok 317 Bab 17 Menyerang Perguruan Elang Putih18 Bab 18 Kematian Sanjaya19 Bab 19 Tuduhan20 Bab 20 Melawan Ki Ageng Suryajaya 21 Bab 21 Harapan Kecil22 Bab 22 Kematian Ki Ageng Suryajaya 23 Bab 23 Perguruan Lembah Ular24 Bab 24 Nyi Saraswati25 Bab 25 Benih-benih Cinta26 Bab 26 Menuju Bukit Lawang Songo27 Bab 27 Niat Buruk Badra28 Bab 28 Kabur29 Bab 29 Rahasia Lawang Songo30 Bab 30 Bukit Lawang Songo 31 Bab 31 Penyelamatan 32 Bab 32 Memasuki Goa33 Bab 33 Jebakan Dalam Goa34 Bab 34 Lelaki Tua Misterius35 Bab 35 Rantai Energi