icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Snow White Without a Prince

Bab 10 Chapter 09: Teaterikal Puisi

Jumlah Kata:1298    |    Dirilis Pada: 20/08/2023

tokoh bernama Pradopo mengatakan bahwa teaterikal puisi ada

nya. Sampai sebuah lampu menyorot ke tengah memperlihatkan dua orang MC yang sudah ada di sana entah sejak kapan. Keada

nyum karena perjuangan teman-temannya yang membantunya mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Mereka tidak ingin

snya yang menumpuk. Sampai akhirnya teman-temann

engerjakan tugas. Sungguh ia panik saat komting di kelasn

anyak tugasmu

n kanannya dan menunjuk

heo bertanya sambil melihat laptop Kyor

berpikir serius, bagaimana

ting sebuah skripsi, lalu tugas membuat PPT kedu

ggup mengerjakan yang terakhir?" Alan ber

a yang sudah di semester 7. Syukur saja tugas ini bisa dikerjakan mereka k

snya lebih berat karena ia harus memulai semuanya dari awal, ten

ovel yang sedang kau kerjakan? Kenapa tidak meny

ang mengunduh template PPT di lap

i draft tulisan-tulisanku yang ada tidak bisa karena sangat b

a ternyata memberi usulan. Sa

bukan malam ini

n fokus kembali ke laptopn

suara Juan yang menyimak pembi

minta keringanan dan menjelaskan kondisiku

apat E dari saya'. Pengen tak hiiiih...." Kyorin kembali

edikit. Tiga tugas Kyorin sudah dikiri

a wanita itu terpejam sebentar dan melebar, merel

suk bab

n lain yang sedang bermain game. Sengaja

ai tak terasa sudah jam 12 lewat,

karang." Mereka semua melihat Na

orin tertidur di meja depan TV masih dengan laptop menyala

r ini bel

dan ikut melihat laptop

k ending bab yang baik. Kalimat ini bahkan bel

Theo bertanya dan membuat t

ja." Putus Jeno final yan

an di tempatnya terakhir kali masih sadar melainkan di sebuah kamar sekarang. Ia mel

na selesai, tinggal sedikit lagi. Ia buru-buru bangkit dan terkejut me

apa?" ta

gas

h sel

ordi belum sepenuhn

tak jelas di wajah Kyorin. Dengan wajah bangun

nyentil dahi wanit

yang menyelesaikannya tadi

enyentil dahi Kyorin lagi. Dan berhasi

halaman tambahan dari p

Apakah tid

terangkat mantap diberikan Kyorin pada mereka. Ia tersenyum

*

ti harimau, sepertinya pertunjukan kali ini berangkat dari puisi

buk-gubuk kecil yang dibuat sebagai properti panggung. Beberapa penonton

nggung di antara properti. Mereka pikir itu bagian dari akting tapi ketika melihat panitia mengangkatnya dan ra

buh yang sedang diangkut memberontak disertai suara geraman.

ng lagi dari penonton yang berteriak histeris. Orang-orang diseki

k kondusif lagi. Mereka berdelapan segera menarik di

mereka menenangkan Juan. "Hei, Juan. Hei, hei,

ambil terus mengikuti instruksi dari Jeno. Sesekali tepukan

ya Jeno dan dianggu

langsung balik

ia tak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Siapa yang bisa menebak di pertunj

a maaf. Seandai

menggeleng pelan

tunjukan teater yang menyenangkan kok, walau ada kejadia

langsung berjalan membelah angin malam. Ah, mungkin itu alasan bintang tidak muncul malam ini karena ada kejad

menunggu Kyorin. Setelah sakit nenek dan ibunya menyuruh Ir

n, sepupunya itu. Iren menghela napas kasar, sulit me

p sejak kepulangan Kyorin. Kerongkongannya kering, merasa butuh air Iren pergi ke

a Iren. Ini sudah s

da di luar,"

unggu respon wanita itu dan seger

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Snow White Without a Prince
Snow White Without a Prince
“Pacaran tapi tidak saling cinta. Punya sahabat cowok banyak, nama grubnya Eternal Snow. Friendship diprioritaskan. Snow White Without a Prince lebih banyak menceritakan hubungan persahabatan seorang wanita dengan tujuh pria, di mana salah satu dari pria itu adalah pacar dari seorang wanita tersebut. Namun, keenam pria menyepakati pacar wanita itu bukan pangeran, hanya kurcaci seperti mereka. "Aku berpacaran dengannya," ucap wanita berbaju putih. "Siapa?" "Jeno, Antoine Jeno Garfield." "Kau menyukainya? Dia menyukaimu?" tanyanya. "Aku tidak peduli dia menyukaiku atau tidak." "Bagaimana bisa kalian pacaran jika kau atau dia tidak saling menyukai?" Kyorin menatap ke depan, tersenyum sombong. "Itu hal yang mudah."”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Chapter 01: Tato T3 Bab 3 Chapter 02: Pamali4 Bab 4 Chapter 03: Sora5 Bab 5 Chapter 04: Tragedi Strawberry6 Bab 6 Chapter 05: Go to Bali part 17 Bab 7 Chapter 06: Go to Bali part 28 Bab 8 Chapter 07: No Time9 Bab 9 Chapter 08: Donat Kentang10 Bab 10 Chapter 09: Teaterikal Puisi11 Bab 11 Chapter 10: Super Tuna12 Bab 12 Chapter 11: Wanita Gila!13 Bab 13 Chapter 12: Futsal14 Bab 14 Chapter 13: Tim Black dan Tim Pink15 Bab 15 Chapter 14: Memberikan Kembaliannya16 Bab 16 Chapter 15: H-217 Bab 17 Chapter 16: Suara Hati Jordi18 Bab 18 Chapter 17: Katanya Mau Sembuh19 Bab 19 Chapter 18: What Happened Juan 20 Bab 20 Chapter 19: Bertengkar 21 Bab 21 Chapter 20: Tolong Jaga Rahasiaku22 Bab 22 Chapter 21: Alasan Juan dan Theo Bertengkar