icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Snow White Without a Prince

Bab 9 Chapter 08: Donat Kentang

Jumlah Kata:2069    |    Dirilis Pada: 20/08/2023

an. Mengapa makanan? Karena segala sesuatu yang masuk ke tubuh kita itu membawa dampak, bisa baik at

makannya. Seperti saat ini, dia sudah menghabiskan tiga potong kue cokelat yang d

di telinga Michel, sudah ia duga reaksi wanita itu akan beg

ita-citamu sekarang mau jadi tengk

el dan yang lainnya. Kan sudah Michel bilang, se

rang belum minat. Kau

lut Jordi. Pria itu kepayahan mengunyah karena ukuran potongan kuenya cu

nya karena dia ingin mengundang teman-temannya nonton

rtanya,

nku. Aku ingin kita nonton bareng, tapi kalau ka

menontonnya bare

ng yang Kyorin lihat sedikit terpaksa mengangguk. Jeno, di wajah pr

uhnya. Ia mencomot satu, sedikit tertawa pelan karena teringa

tnya menggumam enak, rasa manis yang pas di lidahnya dan

n tangan menyadarkannya pada suatu fakta. Al

ar saat melihat donat yang masih menggantung di udara. Ia mena

um menggigitnya. A

ita yang memberikan donat padanya sedang melotot

Rasanya gatal sekali, tidak bisa baginya berlama-lama di s

ati dengan makanan yang dimakan. Beginilah dia, bisa ceroboh jika menyangkut maka

ura-pura mengecek pesan untuk

icarakan." Kyorin mengangkat tangan kanannya sampai batas telinga sambil menggenggam ponsel

nya. "Jeno, tidak perlu mengantarku. Aku pulang sendiri saja dan

ng sibuk mengotak-atik ponsel sebelum me

ab?" Michel terheran denga

uan ya. Sampai

juga tidak mengharapkan lebih saat melihat Kyorin yang terburu-buru k

ang. Langsung saja dia

saya duduk

ya sendiri. Namun, dia cukup malu dengan supir grabnya karena ru

anya mengangguk, ragu bertanya lebih lanjut karena mera

n membuatnya sedikit mengantuk. Ia sudah meminum obatnya di jalan tadi, tidak ingin membiarkan lebih parah alerginya untuk meminum obat di rumah. Tu

n mendera. Dalam rentang waktu tiga menit ke

sket yang terakhir dimainkan Jordi yang juga dihadiri Alan dan Kyori

, dicomotnya sebuah donat dari kotak yang baru

Sampai beberapa kunyahan membuat dahinya mengernyit. Ia

di mana

aat pertandingan basket Jordi, karena fokus penonton sedikit terbag

rekomendasi temanku." Nando memberi tahu, ia tidak mem

bilang rasanya enak." Bert

nggeleng pelan. "Bukan soal enak.

k terelakkan. Nama satu orang memenuhi pikiran m

rasakan rasa kentang

i dari Michel. "Hmm.., mungkin ras

idak diangkat. Dalam hati Jeno menggerutu, di saat seperti ini saja wanita itu tidak mengangkat

Itu kah alasan Kyorin pulang duluan bahkan tidak ingin diantar Jeno, pada

eka mengangguk mengiyakan. Satu saja mung

mberikannya padaku," ujar Jordi. Michel mengang

dur. Besok kita tanya

Jeno. Dia yang paling khawatir karena di

ke rumahn

an sangat mengerti dengan perasaan temannya yang merasa bersa

g ke rumah mereka masing-masing. Sebenarnya mereka ingin ikut terutama Michel yang s

embukakan pintu dan tidak melihat Kyorin mel

pulang,"

ikit. Iren masih di depan pintu tidak ada niatan menyuruh dua orang itu masuk

dur." Iren menyuruh mereka berdua masuk akhirnya, se

nita itu tertidur lelap bahkan masih dengan

ku tidak tau? Apa saat aku di kamar man

ihat ruan merah samar yang masih belum hilang dari l

sek transparan yang berisi botol

dengan sepupunya yan

gumamnya pelan dan dengan perlaha

unkannya. Dia makan kentang kan? Aku lihat ruam mera

akit?" Nando bertanya keadaan temannya dan m

ulihat ruamnya sudah mulai memudar. Kalian pul

a ke rumah sakit?" Nando yang terus-terusan b

disinya. Aku anak keseha

nnya ini ketus sekali, tidak tahukah dia sa

n pada Kyorin besok untuk segera

tu berdiri, "

*

kaca jendela kamar Kyorin. Wanita yang baru selesai mandi itu masih dengan handuk melilit tubu

m-ruam merah saja yang tersisa. Aku tidak ikut kalian pergi jalan pagi. Ka

eri semangat pada wanita itu lewat chat grub. Ingin melarang ke kampus du

a. Tangannya menarik kardigan panjangnya lebih erat, entah mengapa dia merasa dingin. Dia sengaja memaka

Mandi air hangat berharap rasa dinginnya menghilang tern

bingan ini. Perdebatan sengit mereka pagi tadi diakhiri kata terserah, keras kepala

ng wanita yang tak acuh setelah perbuatannya barusan. Ingin rasanya Kyorin membalas tapi tubuhnya sedang tidak koperatif, sekarang ter

wanita itu dan mengambil ponsel

h tapi urung saat membuka kamar Kyorin dan melihatnya tidur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut

h dahi Kyorin adalah bukti bahwa wanita itu

merepotk

di mana ibu dan neneknya tinggal. Tempat tinggal yang ditinggali mereka berdua saat ini

akan sembuh hanya dalam satu hari. Paling tidak tiga harian demam itu baru benar-b

ra pintu berderit terbuka. Ia mengira

au sakit

dang khawatir. Pria itu sudah sering kali mengingatkan dirinya jangan memakan kentang. Namun mau bagaimana lagi

dari kentang. Aku baru sadar saat ruam merah da

n kesalahan, tapi kan tidak sepenuhnya salahnya juga.

n kali tolong

yum saat melihat keramahan sudah m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Snow White Without a Prince
Snow White Without a Prince
“Pacaran tapi tidak saling cinta. Punya sahabat cowok banyak, nama grubnya Eternal Snow. Friendship diprioritaskan. Snow White Without a Prince lebih banyak menceritakan hubungan persahabatan seorang wanita dengan tujuh pria, di mana salah satu dari pria itu adalah pacar dari seorang wanita tersebut. Namun, keenam pria menyepakati pacar wanita itu bukan pangeran, hanya kurcaci seperti mereka. "Aku berpacaran dengannya," ucap wanita berbaju putih. "Siapa?" "Jeno, Antoine Jeno Garfield." "Kau menyukainya? Dia menyukaimu?" tanyanya. "Aku tidak peduli dia menyukaiku atau tidak." "Bagaimana bisa kalian pacaran jika kau atau dia tidak saling menyukai?" Kyorin menatap ke depan, tersenyum sombong. "Itu hal yang mudah."”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Chapter 01: Tato T3 Bab 3 Chapter 02: Pamali4 Bab 4 Chapter 03: Sora5 Bab 5 Chapter 04: Tragedi Strawberry6 Bab 6 Chapter 05: Go to Bali part 17 Bab 7 Chapter 06: Go to Bali part 28 Bab 8 Chapter 07: No Time9 Bab 9 Chapter 08: Donat Kentang10 Bab 10 Chapter 09: Teaterikal Puisi11 Bab 11 Chapter 10: Super Tuna12 Bab 12 Chapter 11: Wanita Gila!13 Bab 13 Chapter 12: Futsal14 Bab 14 Chapter 13: Tim Black dan Tim Pink15 Bab 15 Chapter 14: Memberikan Kembaliannya16 Bab 16 Chapter 15: H-217 Bab 17 Chapter 16: Suara Hati Jordi18 Bab 18 Chapter 17: Katanya Mau Sembuh19 Bab 19 Chapter 18: What Happened Juan 20 Bab 20 Chapter 19: Bertengkar 21 Bab 21 Chapter 20: Tolong Jaga Rahasiaku22 Bab 22 Chapter 21: Alasan Juan dan Theo Bertengkar