icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Ketagihan Ibu Tiri

Ketagihan Ibu Tiri

icon

Bab 1 Pesona Ibu Tiri, 1

Jumlah Kata:1406    |    Dirilis Pada: 24/07/2023

ang tergeletak di dekat pintu depan. Iseng kuambil dengan yakin bahwa flashdisk i

pa flashdisk i

disk itu ke dalam kamarku. Kuaktifkan lapt

. Tadinya aku sangka flashdisk itu berisi hal-hal yang ada sangkut pautnya

ah usianya baru 17 tahun? Haruskah aku tegur dan kunasihati dia agar tidak menyimpan hal-hal yang bel

." Apa isinya? Bukankah aku yang biasa dipanggil mami olehn

rnyata isinya tulisan mengenai diriku.

*

g saja punya ibu tiri yang harus kupanggil Mami itu. terlebih setelah bertahun-tahun dia menjadi pengganti ibuku. Aku merasa bena

n. Perbedaan usia yang sangat jauh. Tapi kelihatannya mereka enjoy-enjoy saja. Dalam hal itu aku salut

yang memperlakukanku seperti anak kandungnya sendiri. Tapi setelah aku di SMA, diam-diam aku mulai sering memperhatikan ibu

ekolah. Memang Papi sudah menyuruhku agar segala keperluan

lam. Tapi apa yang kulihat? Ooooh, aku benar-benar dibuat terkejut lalu terpana karena mami masih tidur terlentang

rkan adalah bagian di antara kedua pangkal pahanya itu oooh, mami tidur tanpa menge

ng air dan malas mengenakan kembali celana dalamnya, entahlah. Yang jelas aku jadi g

endalikan. Penisku ngaceng berat membayangkan indahnya kalau aku bisa menyentuh dan meng

apa aku j

*

adi sering membayangkan diriku. Bahkan pada suatu malam dia pernah bermimpi didekati olehku dalam keadaan sama-sama tela

melakukan masturbasi, sambil membayangkan tengah menggeluti tubuhku. Bahkan Tito pernah melaku

sknya itu. Tapi tulisan di flashdisk itu, yang berisi kekagumannya terhadap diriku, membuatku jadi kikuk. Maka kuambil

g memperhatikan Tito secara diam-diam. Mulai m

usia 30 tahun, sementara suamiku sudah 50 tahun. Sesekali memang aku suka membayangkan sosok muda yang perkasa, yang tidak loyo sep

a potensi lelaki yang usianya sudah seteng

an sikap tidak puas. Karena tenggang rasaku cukup kuat. Karena di sisi lain, aku mempunyai kepuasan duniawi darinya. A

ehidupanku sendiri tak pernah kekurangan. Rumahku cukup megah, di daerah perumahan paling elit di kotaku. Mobil untuk keperluan pribadiku suda

nku jadi sering melayang-layang tak menentu? Kenapa aku ja

anpa terasa sebulan telah berlalu. Dan ke

Biasanya dia bisa lebih dari sebulan berada di Kaltim.

abar lagi menungg

ampai sore...sampai Tito tampa

pi ketika kubuka pintu kamarnya, o my God...dia baru menanggalkan seluruh seragam sekolahnya, mau mengganti dengan

punya ayahnya. Tapi cepat aku ingat cerita suamiku, bahwa mendiang ibu kandung Tito itu wanita Pakistan. Mungki

Tito yang tampak kaget dan cepat-cepat me

agap. Dan aku bersikap seolah

ang melesat ke arah utara. Sengaja kubiarkan Tito yang nyetir mobilku. K

nyaku ketika sedanku sudah

"Papi bilang kalau ada keb

engangguk-an

a yang terkulai lemas tapi panjang dan gede banget. Gak kebayang seperti apa kala

bil ke pekarangan r

mam?" tanyanya sebelum

juga udah

Kan pulang sekolah

ngkah memasuki

an wajah anak tiriku itu. Maklum darah campuran dengan Pakistan. Tubuhnya t

ya," kataku, "Nanti pulan

ngan senyum ceria, "Aku palin

ore, pulangnya pa

jam, Mam. Makin malam makin rame, sampe subuh

nap

wa handuk da

di samping restoran i

ng aja belinya Mam, sambil

angguk sambil m

abun cair dan shampoo yang biasa ma

a M

an beli buat ce

i dan bergegas kel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka