icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ketagihan Ibu Tiri

Bab 3 Pesona Ibu Tiri, 3

Jumlah Kata:1232    |    Dirilis Pada: 24/07/2023

tanganku tetap memegang penis tegang dan hangat ini. Supaya leluasa, kutang

merebahkan diri, menelentang sambil tersenyum kepada anak tiriku yang tampak masih sangat canggung

jawab dengan tindakan. Dengan ganas ia mencium bibir

dahsyat batang kemaluan anak tiriku ini. Membuat napsuku makin menggila. Rasanya ini penis yang sangat aduhai. Panjang besar, e

in segera menikmati gesekan pen

membasah ini. Lalu kataku, "Kalau mau ngemut vagina mami nanti aja di rumah ya. Supay

terasa batang kemaluan aduhai itu mendesak kuat ke dalam

iyaaaa.... dorong lagi.... ooooh......"

masuk setengahnya. Membuat desir birahiku makin menggila. Bukan main rasanya

eolah mengucapkan selamat datang buat sebentuk

dikit-dikit.

ito tampa

lama-lama juga masuk semua," bis

ahutnya sambil mel

ulai mengayun penisnya dengan benar. Maju mundur, maju mundur, maju mundu

at-sendat dan bergetar, "Duuuh...Maaaa

penuh nafsu di pipinya, di bibirnya...aaah....tahukah dia bahwa sebena

han napasnya, lalu mendengus...dan terasa penisnya menyemprot-nyemprotka

ngkin tadi ia terlalu bernafsu, sehingga tak kuasa mengontrol dir

ginya. Tapi aku belum puas. Tadi baru pemanasan dan belum mencapai orgasme satu kali pu

a aku ingin mengulum dan menyelomotinya. Tapi aku takut terkesan seperti wanita

terapi" yang terlalu ekstrim. Dengan e

etag

kudorong dadanya sampai terlentang. Dan aku ber

pi kan kita bisa lanjutkan ke ronde kedua, ket

nya kuarahkan ke mulut vaginaku. Tito diam saja. Aku pun menurunkan pant

n penis Tito dengan dinding liang kewanitaanku. Tapi aku tak mau aktif sambil jongkok begini. Lalu aku menjatuhk

un mendesakkan penis gagahnya. Dan pada waktu vaginaku mundur, ia pun menarik penisnya. Aaaah...tak

n. Ia bahkan melumat bibirku dengan mesranya. Sementara kedua tang

ayun vaginaku di atas perutnya, belum juga terlihat tanda-tanda i

mbil menggulingkan tubuh ke samping dan berusaha agar p

lagi," kataku setelah aku terlent

hut Tito dengan

mompa liang kewanitaanku. Aku pun sengaja merentangkan kedua pahaku sel

u. Ini membuatku terpejam-pejam dalam nikmat, membuatku tiada hentinya mer

akan mencapai titik orgasme

u nyampe nih.... ayo... genjot terus sayang... Tito... oooh

an.... oooh... akhirnya aku mencapai puncak kenikmatanku.... yang membuat

liang kewanitaanku yang sudah mencapai kepuasan. Kubiarkan saja dia

acu dengan waktu, ingin merasakan orgasme yang kedua. Selama ini apa ya

n yang meliuk-liuk dan menghentak-hentak. Dengan sendirinya liang kewanitaanku seperti memilin-milin dan membesot-beso

lau dengan keringatku. Belasan menit kemudian kurasakan seperti mau orgas

ami seperti sepasang manusia kesurupan. Saling cengkram. Saling lumat bibir.

il mempergila goyangan pinggulku, karena ak

ginaku. Dan saat itulah kami menggelepar bersamaan, menahan napas bersamaan

asnya

kamar mandi dalam keadaan sudah berpakaian lengkap. Deng

yahut lugu, "Sanga

Kataku, "Nanti di rumah ka

" Tito ters

ih. Sekarang kita pulang dulu yu. Bahaya

i tengah gelapnya malam, suasana perasaanku jadi jauh berbeda dengan sebelumnya. Tanganku tiada bosan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka