icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

TERSESAT DI SARANDJANA

Bab 3 Perkampungan Jawa Kuno

Jumlah Kata:696    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

a

ada, mereka memanggul pacul di pundak dan hendak menuju ke ladang. Sementara anak-anak yang bermain engklek di halaman begi

ia bertanya-tanya, apakah pemandangan itu ny

m dan Arifin. Namun saat kembali melihat

tanah datar. Tak ada lagi pemandangan gunung Slamet. Hanya kawas

do

bim

fin

n di m

keras tapi karena tak ada tanda-tanda jaw

yang begitu keras, sama sekali tak terdengar oleh warga di ka

elompok Bapak-bapak yang menuju ke

ni

dengar suar

ni

patnya berdiri. Kedua kakinya serasa

mensi lain yang kata orang adalah hal mistis, tapi secara metafisika kuantu

mu dan teknologi yang dimiliki manusia di peradaban saat ini

secara ilmiah. Ada ribuan bahkan jutaan dimensi lai

rus senang ataukah bersedih. Dia senang karena berkesempatan men

ila tersesat selamanya, apalagi jika

kembali ke dunia nyata, yakni di tempat terakhir kalinya di

apak-bapak tersebut seraya mulutnya m

k. Manakala si bapak terkejut bahunya dipegang oleh Anang, ia

lah kelompok Bapak-bapak itu memiliki tiga lubang hidung d

pusing diikuti penglihatan gelap total. Dia

*

tersadar. Percikan air dari seseorang yang

uat matanya seketika menyipit. Dilihatnya Aldo tengah memegang botol

diri agak jauh segera mengerubungi tubuh A

o merasa legah. Dia tersenyum tipis

ar Bimbim seraya membantu

percaya. Rasanya hanya beberapa m

" Arifin menyodorkan segelas air. An

os tiga. Bimbim lantas bercerita bahwa saat Anang jatuh pingsan, tubuhnya dibopong oleh Arifin da

ut harus bilang apa ke orang tua lo di J

ah lu da sadar sekar

enyum tipis karena ingin menunj

menenangkan Anang. "Lo makan dulu

an untuk Anang, yaitu bubur sachet-an yang diracik ula

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
TERSESAT DI SARANDJANA
TERSESAT DI SARANDJANA
“Anang Syah tak pernah menyangka baru pertama kali mendaki gunung, ia langsung tersesat ke dimensi lain yaitu di negara gaib Sarandjana. Bagaimana petualangan Anang di negara gaib Sarandjana? Dapatkah ia kembali ke dunia nyata?”