icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perundungan Dibayar Kontan

Bab 3 3. Obat Lagi

Jumlah Kata:1406    |    Dirilis Pada: 26/05/2023

mpak ketakutan, ia menutup pintu kamarnya rapat-rapat, lalu

ita berusia dua puluh satu tahun itu sangat ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat

pintu kamar anak tunggalnya itu. Setelah mereka menunggu lama kepulangan Ica dari kampu

lembut. Namun, tidak dengan Edward, ia terlihat tidak sab

apa dobrak pintun

li di tunjukkan, membuat Gina menepis

kapmu terhadap Ica? Di depan Eve kamu sudah berjanji d

a kita sebagai orang tuanya! Bukan kita yang dibuat kewalahan dengan

at Gina menjadi sedih, marah kemudian menangis. D

ngerti dan memahami Ica. Semua akan berjalan baik-baik saja!" ujar Gina dengan bibir yang bergetar. Ia t

ikahi selama dua puluh tiga tahun tersebut membuat Edward emo

ika itu membuat kamu puas,"

nya. Kemudian terdengar raungan tangisan

ca. Lalu pintu kamar terbuka, terlihat Ica yang menu

. Ia pandai bergaul dan memiliki banyak teman. Tetapi sejak Edward mengalami tekanan di ka

ka tidak menuruti perintahnya. Awalnya Gina memberontak dengan sikap kasar Edward, tapi i

Edward. Hingga akhirnya Ica melihat sendiri ketika Gina sedang di tamp

dalam kamar. Semalaman Ica di kurung di dalam kamar. Hampir setiap hari perlakuan kasar E

ni kamu minum obat!" ujar Edward dengan suara yang mel

mberontak kembali. Ucapan Ica membuat Edward men

berani menentang ucapan Papa

ng semakin menakutkan, Gi

kamu. Ini semua demi kebaikan kamu juga,

ara itu. kita harus melawan, kita harus memberontak terhadap penganiayaan," Ica m

k Edward, lalu ia mendaratkan t

L

n Edward, tubuh Ica sa

Hentikan Edward!" teriak wanita yang selalu t

! Tampar aku saja, jangan tampar anak kita. Aku mohon tampar aku saja j

ngan tanda merah di pipinya. Kini ia membenci dirinya sendiri. "Sialan!" teriak Edward kepada diri

a. "Maafkan aku," ujar Edward pelan. Kemudian ia pergi meninggalkan kedua wanita y

ujar Ica menatap Gina. "Kita harus melawan, Ma,"

paran dari Edward, melainkan menangisi nasib Gi

n Mama. Lalu kita berdua akan hidup dibiayai oleh siapa?" Gina m

erjuang demi kelangsungan hidup kita berdua, Ma," ujar Ica

wajahnya tertunduk. Namun, Ica terus mene

amu cepat sembuh dari depresi yang kamu ala

cukup selama lima tahun ini kita menerima sikap kasar dari papa, kita berdua harus ...." belum

num obatmu!" perintah Gina

butuh kasih sayang bukan kekerasan yang papa berikan selama ini, Ma." I

a mengambil sebutir tablet dan menyodorka

mau minum obat." Ica mem

kamu sembuh, papa pasti akan mengubah

rsebut malah di tepis oleh Ica. Lalu wanita berusia empat puluh tiga tahun te

pinta Gina dengan air ma

itu hancur melihat wajah sedih ibu kandungnya tersebu

ya. Ia membantu Ica merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya. Setela

di sampingnya sambil membelai lembut rambut Ica. Berk

cepat sembuh," ujar Gina sambil terus membelai rambut d

asih mengalir di pipinya, ia berjalan gontai menuju ruang makan. Air matanya kembali m

m lagi jika Ica sudah mengurung diri di kamarnya dan terkadang berteriak ketakutan hingga membu

sendirian di ruang makan. Satu tangannya merogoh kantong celananya. Lalu ia mengeluarkan tablet Benzodiazepine

a. Tanpa ragu ia meminum obat tersebut, tidak lama kemudian tangisannya perlahan berhenti d

eluar. Karena sudah dalam pengaruh obat yang membuatnya mengantuk, akhirnya Gina mem

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perundungan Dibayar Kontan
Perundungan Dibayar Kontan
“Selama beberapa bulan kasus penyerangan terjadi secara beruntun, awalnya insiden ini dinilai sebagai kasus penyerangan acak hingga akhirnya polisi menyadari bahwa berbagai penyerangan yang terjadi memiliki pola dan jejak tertinggal yang sama. Penyelidikan mulai dikerucutkan untuk mencari pelaku yang sama meski korban dan saksi terlibat sama sekali tidak memiliki hubungan. Memahami pelaku dan menemukan motif terus dilakukan hingga akhirnya penelusuran polisi sampai kepada Eve, seorang psikiater sekaligus kekasih seorang penyidik yang entah bagaimana menjadi garis merah dari kasus-kasus itu. Semua terduga pelaku ternyata terhubung pada wanita itu. Apakah Eve yang hanya seorang psikiater biasa benar terlibat atau justru wanita itu hanya sedang sial lantaran terjerat dalam jebakan pelaku sebenarnya?”
1 Bab 1 1. Sosok Misterius2 Bab 2 2. Pengakuan Cleo3 Bab 3 3. Obat Lagi4 Bab 4 4. Dugaan Pelaku5 Bab 5 5. Keributan6 Bab 6 6. Cleo Selanjutnya7 Bab 7 7. Terluka8 Bab 8 8. Bukti Baru9 Bab 9 9. Menyewa Detektif10 Bab 10 10. Jejak Pelaku11 Bab 11 Hilangkan Jejak Sepatu12 Bab 12 Dugaan Tersangka13 Bab 13 Bukti Yang Hilang14 Bab 14 Kemarahan Hanum15 Bab 15 Mencurigai Eve16 Bab 16 Melanggar Janji17 Bab 17 Godaan Eve18 Bab 18 Jebakan Eve Yang Nikmat19 Bab 19 Kejutan Untuk Teddy20 Bab 20 Jaket Hitam21 Bab 21 Kebaikan Edward22 Bab 22 Ayah Yang Baik23 Bab 23 Tertangkap24 Bab 24 Ancaman Dari Eve25 Bab 25 Kaila Mengaku26 Bab 26 Rekaman Milik Hanum27 Bab 27 Mereka Dalam Bahaya28 Bab 28 Salah Paham29 Bab 29 Cinta Penuh Dusta30 Bab 30 Akbar Selamat31 Bab 31 Menyusun Rencana Baru32 Bab 32 Ruang Rahasia33 Bab 33 Masa Lalu Eve34 Bab 34 Teror Dari Eve35 Bab 35 Lolos Lagi36 Bab 36 Kehilangan Jejak37 Bab 37 Kedatangan Edward dan Gina38 Bab 38 Jejak Eve39 Bab 39 Pembalasan Eve40 Bab 40 Kebusukan Tedy41 Bab 41 Masa Lalu Tedy42 Bab 42 Kejamnya Eve43 Bab 43 Target Selanjutnnya44 Bab 44 Mengejar David45 Bab 45 David Terluka46 Bab 46 Memaafkan