icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Bab 3 Pindah Rumah

Jumlah Kata:1424    |    Dirilis Pada: 26/05/2023

iani, Sintia masih membicarak

ki-laki. Aku dengar, guru laki-laki tersebut b

uruh dia begitu cantik!" ucap resep

hanya bisa merayu pacar orang lain,

itu. Dengar-dengar pacarnya sangat tampa

carku sekarang," ucap

s tersebut dengan penuh semangat. "J

akkan?" Suara Riani yang muncul dengan tiba-t

erjalan tanpa suara, benar-benar membuatku kaget se

embantu Ferry untuk memasukkan beberapa resume kerja ke perusahaan. Kalau tidak

epala bagian keuangan, sedangkan Sintia hanyalah seorang kasir. Oleh k

dia harus membagikan selebaran di jalan. Selain itu, dia juga bekerja sebagai model di sebuah

membeli barang-barang mewah dan bersenang-senang di bar sepanjang mal

saat ini, wanita itu masih mengira kalau dia telah menemukan harta karun. Jadi saat mendengar kat

no sudah menelepon dan meminta Ferry untuk pergi melakukan wawancara kerja. Pernahkah kamu mendengar tentang Perusa

rinya dan melambaikannya di dep

berjalan melewati Sintia

ia melihat adanya tumpukan tagihan yan

napa jadi diberikan kepadaku?

k badan akhir-akhir ini, jadi dia memintamu untuk m

i sambil melempar map dokumen tersebut di atas meja hing

licik dan sekarang, dia baru sadar kalau dirinya benar-benar sangat bodoh. Selama ini, dia bahkan meng

tidak punya waktu untuk minum air, apalagi makan siang, hingga sampai m

tahu kalau dirinya mengidap kanker dan Riani juga tidak memberitahunya. Dia hanya meminta nenekny

k malah berbalik menghiburnya dan memintanya u

neneknya tentang pernikahannya, tapi saat kata-kata itu s

seluruh tubuhnya terasa pegal. Karena itu, dia

encana untuk pindah ke kediaman Keluarga Sutrisno malam ini. Saat membayangkan kalau

dan beberapa barangnya pergi ke ala

pemukiman tua. Jalanan di sana sangat sempit, kedua sisi jalannya p

jalan, dia mencari tahu, di mana alamat tersebut, tapi bagaimanapun

ke dalam, lingkungan di sana makin mewah dan bersih. Jalanan di sana juga semakin

aja tidak bisa menem

reka semua menyuruhnya untuk berjalan lebih ke dalam, tapi saat dia hampir

in menelepon Rizky, tapi dia sama s

ponselnya mal

igus marah, dia benar-benar tidak bisa

juga tidak mempermasalahkan kalau dia itu tidak menjemputnya. Namun s

di samping sekumpulan tanaman. Beberapa saat kemudian, sebuah caha

encoba untuk berdiri, tetapi karena dia berjongkok terlalu lama, kakinya jadi mati rasa dan saat dia ber

ucap Riani den

u tidak mas

hu di mana ru

izky terus berdering saat dia sedang rapat dengan pa

onku?" Melihatnya yang berpura-pura b

ya penjelasan, dia lalu mengeluarkan kunci rumahnya da

ati. Dia melihat nomor pintu yang terhalang

rbang, seorang wanita berusia

apakah Kakek

a sedang m

ma sekali tidak memperhatikan Riani yang sedang men

lah berusaha dengan sekuat tenaga tetap saja

r tiba-tiba terulur keluar dan me

bahwa ternyata Rizky yang membant

ali dia pindah rumah, Ferry sama sekali tidak mengulurkan tangannya untuk m

ahwa barang yang dipindahkan ke atas hanya diletakkan begitu saja dan tidak dibereskan sama sekali

Suara Rizky yang tidak sena

alam. Halamannya tidak terlalu luas, tapi sangat bersih dan rapi. B

uk melihat ke sekeliling, dia tanpa sengaj

ya, Rizky pun berba

ni buru-buru melambaikan

kemudian berjalan mendekat dan menendangnya ke sampi

njol dan kapalan di telapak tangannya m

ngung. Dia tidak tahu apa

zky pun mengatupkan bibirnya. Dia lalu meng

membuat jantung Riani berdegup dengan kencang,

ada Bibi Dian, setelah itu dia pun m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Aku Pemilik Apartemen Ini2 Bab 2 Pernikahan Dadakan3 Bab 3 Pindah Rumah4 Bab 4 Rusman5 Bab 5 Kelicikan Si Pelayan6 Bab 6 Ferry Diterima di Perusahaan Sutrisno7 Bab 7 Mi untuk Makan Malam8 Bab 8 Mencari Ferry9 Bab 9 Apartemen Riani Disewakan ke Orang Lain10 Bab 10 Masa Lalu Panji11 Bab 11 Pertemuan di Kantor Polisi12 Bab 12 Mengenang Orang Tua Rizky13 Bab 13 Terluka14 Bab 14 Ulang Tahun15 Bab 15 Apakah Kamu Mencoba Merayuku 16 Bab 16 Bertemu Mantan Kekasih di Mal17 Bab 17 Tabrakan dari Belakang18 Bab 18 Kenaikan Gaji19 Bab 19 Foto20 Bab 20 Kamu Pergi ke Mana 21 Bab 21 Bekas Lipstik di Kerah Baju22 Bab 22 Dokter Panji Menelepon23 Bab 23 Rencana Sintia24 Bab 24 Panggil Polisi25 Bab 25 Tabrakan Belakang Lagi26 Bab 26 Tamu Tidak Diundang27 Bab 27 Bukti yang Tak Terbantahkan28 Bab 28 Kebenaran Terungkap29 Bab 29 Kembalinya Bibi Rizky30 Bab 30 Tak Henti Mencari Masalah31 Bab 31 Menghadiri Audisi Pendahuluan32 Bab 32 Hadiah untuk Dia33 Bab 33 Mari Buat Kesepakatan34 Bab 34 Kamu Luar Biasa35 Bab 35 Rina, si Adik Sepupu36 Bab 36 Pergi ke Luar Negeri Bersama Rusman37 Bab 37 Pahlawan38 Bab 38 Tiba-Tiba Demam39 Bab 39 Masalah yang Disebabkan oleh Seikat Mawar40 Bab 40 Babak Kualifikasi41 Bab 41 Memberikan Kesempatan Ini untuk Karina42 Bab 42 Kemarahan Riani43 Bab 43 Rizky yang Licik44 Bab 44 Pertengkaran Antara Ayah dan Anak45 Bab 45 Membuat Semua Orang Kagum46 Bab 46 Duta Merek47 Bab 47 Topeng Rubah48 Bab 48 Siapa Orang Ini49 Bab 49 Pertemuan Tak Terduga dengan Ferry50 Bab 50 Ingin Punya Anak51 Bab 51 Mengunjungi Siska52 Bab 52 Kerabat Riani53 Bab 53 Teddy Terluka54 Bab 54 Rizky Berbohong55 Bab 55 Temukan Para Tersangka56 Bab 56 Bertemu Ferry di Bar57 Bab 57 Pesan Savam58 Bab 58 Mela yang Sombong59 Bab 59 Provokasi Mela60 Bab 60 Kecelakaan Saat Syuting61 Bab 61 Trik Karina62 Bab 62 Kejutan Mendadak63 Bab 63 Kembalikan Dia Padaku64 Bab 64 Teddy Menghilang65 Bab 65 Pelukan Rizky66 Bab 66 Rusman Dilarikan ke Rumah Sakit67 Bab 67 Sakit68 Bab 68 Aku akan Memberikan Segalanya Untukmu69 Bab 69 Memberi Tahu Pengacara70 Bab 70 Siapa Pria Itu 71 Bab 71 Alat Tukar-Menukar Karina72 Bab 72 Pertengkaran73 Bab 73 Sifat Asli Terekspos74 Bab 74 Kompetisi Terbuka75 Bab 75 Kebenaran76 Bab 76 Aku Lapar77 Bab 77 Sintia Dibebaskan78 Bab 78 Maafkan Aku, Rizky79 Bab 79 Menolak untuk Mediasi80 Bab 80 Aku Jatuh Cinta Padamu81 Bab 81 Gosip82 Bab 82 Momen Kehangatan83 Bab 83 Surat Pemberhentian84 Bab 84 Tertangkap Basah dengan Seorang Pelacur85 Bab 85 Dita Ditangkap86 Bab 86 Pergi Berkencan87 Bab 87 Mengantar Karina Pulang88 Bab 88 Kembali ke Timnya89 Bab 89 Bertemu Hermanto Lagi90 Bab 90 Panti Asuhan91 Bab 91 Pesanan92 Bab 92 Membodohi Diri Sendiri93 Bab 93 Perjalanan Bisnis94 Bab 94 Paman dan Tante95 Bab 95 Memilih Pemakaman96 Bab 96 Perjamuan Apresiasi97 Bab 97 Nyonya Ciptadi98 Bab 98 Pengunduran Diri Erika99 Bab 99 Pelanggan Mengeluh100 Bab 100 Memiliki Nasib yang Sama