icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Can't Be Us

Bab 3 Riasan kamar

Jumlah Kata:1129    |    Dirilis Pada: 01/04/2023

Tiffany

gga membuat pria tua yang sedang menikmati televisinya sampai menoleh. Pria i

mbukanya dan menghitung isi donat. Tanpa ada matcha

aan nya. Tapi dengan cepat Tiffany lang

ya, kenapa nggak boleh

mbilin donatnya

tuk mengambil piring kecil, dan mengambil dua donat untuk Mbak Asih. Kal

menikmati donatnya sampai habis. Jika nanti giginya sakit, Tiffany h

ku beli di toko lain, bukan yan

b Leon dengan

n masa kini. Cuman tidak ada panggung kecil untuk live musik. Biasanya kalau cafe begini suka sekali memanggil satu band atau penyanyi lokal. Atau tidak penyanyi yang ada di YokTube untuk memeriahkan cafe baru mereka. Tapi nyatanya cafe tadi hanya menawarkan harga d

memiliki bau amis. Mungkin adonannya kurang lama, itu sebabnya berbau amis

a. Aku pikir Papa nggak ba

an sampai donat sebanyak ini Pap

nat rasa strawberry dan memakannya. Sesekali m

ya dan juga Bara. Membaca pesan akhir yang p

mbacanya saja, tanpa mau membalas pesan itu. Tiffany tahu jika laki-laki itu selalu membaca pesannya. Dan bahkan Tiffany juga bisa membayangkan b

enyum terus, Leon langsung menatap

k ketawa?" kata

, ap

h cinta. Tentu saja Tiffany langsung menolaknya, mengelak jika dia tidak sedang jatuh cinta. Tiffany

pa itu kenal betul si

pa juga yang jatuh cinta.

tertawa kecil. Dari gelagatnya saja Leon tahu

emaksa itu tandanya Tiffan

dah buat aku jatuh cinta?" tan

apa

merah. Mencari foto Bara yang terlihat sangat polos dan tampan

itunjukan Tiffany padanya. Kaos putih dengan kalung peluru, r

ng. "Papa nggak pernah lihat?

lah Pah. Ini namanya Bara

el itu dan menggeleng. "Halusinasi mulu kerjaan kamu

kesal. "Papa....," teriak Tiffany sa

ing Y

kamar apalagi kamar ini dia sendiri yang mendesain setelah menjadi penulis. Ya kamar yan

a dengan minimalis. Di atas tempat meja itu terdapat banyak barang, terutama laptop dan juga tablet pembuatan cover. Tempat pensil dari kayu dan juga bunga kering. Lampu gantung di ujungnya dan juga bufet kecil di samping meja belajar ini. Belum

ng yang berdiri begitu elegant. Dengan kayu panjang tempat handuk , meja kecil yang ada hiasan pohon kaktus dan

ak sekali foto dirinya, dan juga foto Bara yang berbentuk hati. Selain itu, Tiffany juga menambahkan gantu

ajar. Disana ada satu bufet kecil yang isinya hanya light word box. Ini adalah sebuah lampu sekaligus quotes penyemangat untuk Tiffany, dan bahkan perempuan itu bisa membacanya setiap hari. Light wo

Tiffany sambil mengusap dagunya. Lalu pandangannya terarah pada meja belajarnya dimana laptopn

e Con

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Can't Be Us
Can't Be Us
“Bara Cavero Danendra adalah orang yang paling beruntung bisa bersanding dengan seorang perempuan bernama Tiffany Lenora Amora. Perempuan cantik yang memiliki kulit bersih dan juga bola mata yang indah. Tapi sayangnya Bara terlalu mahir menyembunyikan rahasia besar dalam hidupnya yang tidak diketahui oleh kekasihnya. Selama ini Bara telah menyembunyikan Tiffany dalam hidupnya. Kontrak yang ditandatangani bersama dengan ketiga temannya, membuat Bara tidak mampu melangkah lebih jauh dari ini. Hingga suatu ketika, Bara menggila dengan syarat kontrak. Dimana tidak boleh menggandeng perempuan manapun. Dan juga para wartawan hanya akan tahu, tentang kegiatan mereka bukan untuk mengetahui asmara mereka. Sampai akhirnya, karena Bara sendiri tidak tahan dengan semuanya. Dia bermain gila dengan banyak perempuan hanya untuk memuaskan dirinya saja. Tapi anehnya, dia tidak berak menyentuh atau sekedar mencium bibir Tiffany. Bagi Bara, Tiffany adalah malaikat yang mampu memberi warna dihidup Bara. Tujuh tahun bukanlah waktu yang sedikit, menahan rasa rindu untuk bertemu ternyata mampu menyiksa Tiffany. Dia menjaga hati, tapi Bara mampu melukai hatinya dengan goresan pisau yang tajam. Hingga Tiffany tak mampu menahannya dan melepas Bara. Rahasia itu cukup menyakitkan, dan cukup membuat Tiffany trauma akan cinta.”
1 Bab 1 Prologue2 Bab 2 Tiffany 3 Bab 3 Riasan kamar4 Bab 4 Pesan tak terbalas5 Bab 5 Berita tentang Bara6 Bab 6 Mendadak pulang 7 Bab 7 Gedung 45 8 Bab 8 Kembalinya samg kekasih9 Bab 9 Dia memang bandel10 Bab 10 Lagu kesayangan11 Bab 11 Panggilan sayang12 Bab 12 Kaktus ketiga Bara13 Bab 13 Kamar 252014 Bab 14 Kencan 15 Bab 15 Peringatan Jesica16 Bab 16 Lirik terindah17 Bab 17 Kecemburuan Bara 18 Bab 18 Tinggal bersama dengan Bara19 Bab 19 Kartu platinum20 Bab 20 Tato kupu-kupu21 Bab 21 Kebodohan Tiffany22 Bab 22 Alice23 Bab 23 Pilihan Bara24 Bab 24 Tiffany ... 25 Bab 25 4-Pack26 Bab 26 Ucapan maaf Bara27 Bab 27 Tentang Alice 28 Bab 28 Wanita itu ... 29 Bab 29 Terbiasa menahan rasa cemburu30 Bab 30 Kedatangan Sita31 Bab 31 Izin pulang32 Bab 32 Kemarahan Jessica 33 Bab 33 Tiffany kembali pulang 34 Bab 34 Gelang dari Bara35 Bab 35 Nonton bareng Mikhael36 Bab 36 Penguntit Bara37 Bab 37 Restu Bapak Leon 38 Bab 38 Alice39 Bab 39 Cemburu itu hanya kata 40 Bab 40 Janji pembual 141 Bab 41 Harapan itu ada kan 42 Bab 42 Sebuah cincin permata