icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Can't Be Us

Bab 8 Kembalinya samg kekasih

Jumlah Kata:1121    |    Dirilis Pada: 01/04/2023

ukup ramai. Walaupun Mikhael tidak pernah jajan sampai disana. Saat dia melewati kios itu, memang sih terlihat sangat ramai

dan membuka akun sosial milik Bara. Sampai saat ini tidak ada postingan apapun tentang laki-laki itu, jika dia akan pulang. Dan

da Bara. Dia menganggap apapun yang Bara katakan adalah sebuah ucapan tulus dalam hatinya. Dan sekarang Tiffany sadar, tidak s

ya. Tiffany tersenyum kecil saat Mikhael men

kin haus habis mela

hubungann

an. Lebih anehnya lagi, Mikhael malah melihat satu laki-laki menggunakan hoodie hitam. Dia jadi teringat laki-laki di cafe waktu itu, yang memecahkan satu gelas d

ucap Tiffa

berjarak satu meja. Langsung saja Tiffany menolehkan kepalanya menatap laki-laki itu dan

eknya sudah jadi." kata pen

ar tagihan makanannya. "Mang,

Tiffany heran. "Lah Neng, kan den Bara ke Amerika

terlalu lama, Tiffany langsung membayar nasi bebeknya dan pergi. Lagian kasihan Leon jik

au ke toilet dulu." kata Mikhael saat

lum juga pantat seksinya mendarat dengan mulus di kursi plastik berwarna biru itu. Sebuah tangan langsung menarik ta

aku teriak!!"

u mungkin terus saja meronta dalam genggaman tangannya. Tapi lebih tepatnya, laki

mu itu siapa sih. Main tarik anak orang aja. Kam

enghadap Tiffany. Membuka hoodie jaketnya dan menurunkan kan maskerny

langsung melongo melihat apa yang ada di depan matanya nasi bebeknya bahk

" panggil

sing

kukan oleh Tiffany. Seharusnya perempuan itu senang melihat Bara kembali pulang da

embilan ratus lima puluh dua kilometer. Dan memakan waktu sekitar dua puluh

setelah memberi kabar jika Bara akan pulang. Itu tandanya hit

an kan?" gumam Tiffany pelan,

l Tiffany sudah menyiapkan sesuatu pada Bara nanti, saat dia menjemput Bara

. Tiffany segera bangkit dari duduknya dan membuka gorden jendela kamarnya. Jika itu setan yang ada Tiffany akan mengajakn

pa jika kaca pintu balkon ini juga warnanya hitam. Hingga akhirnya Tiffany menatap orang itu mengangkat jari kelingkingn

ra.

, nggak tau apa udaranya

as malam. Tentu saja hawanya dingin, ini sudah tengah malam, tida

tangnya bukan

Tadi setelah Tiffany tahu jika Bara sudah kembali, bukannya dipeluk Tiffany malah pergi begi

pa pergi?"

? Nggak

kan kepalanya sedih. Tidak ada yang menyuruh Tiffany pergi setelah Bara kembali. Tapi kan Tiffany juga bingung dengan hitungan

kecil sambil mengacak rambut Tiffany.

ganggep aku pacar, setelah banyak skandal sama perempuan la

yang bisa menggantikan Tiffany dalam hidup Bara saat ini. Perempuan yang menemani Bara sebelum dia terkena

i saat ini. Sekarang dan selam

sing

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Can't Be Us
Can't Be Us
“Bara Cavero Danendra adalah orang yang paling beruntung bisa bersanding dengan seorang perempuan bernama Tiffany Lenora Amora. Perempuan cantik yang memiliki kulit bersih dan juga bola mata yang indah. Tapi sayangnya Bara terlalu mahir menyembunyikan rahasia besar dalam hidupnya yang tidak diketahui oleh kekasihnya. Selama ini Bara telah menyembunyikan Tiffany dalam hidupnya. Kontrak yang ditandatangani bersama dengan ketiga temannya, membuat Bara tidak mampu melangkah lebih jauh dari ini. Hingga suatu ketika, Bara menggila dengan syarat kontrak. Dimana tidak boleh menggandeng perempuan manapun. Dan juga para wartawan hanya akan tahu, tentang kegiatan mereka bukan untuk mengetahui asmara mereka. Sampai akhirnya, karena Bara sendiri tidak tahan dengan semuanya. Dia bermain gila dengan banyak perempuan hanya untuk memuaskan dirinya saja. Tapi anehnya, dia tidak berak menyentuh atau sekedar mencium bibir Tiffany. Bagi Bara, Tiffany adalah malaikat yang mampu memberi warna dihidup Bara. Tujuh tahun bukanlah waktu yang sedikit, menahan rasa rindu untuk bertemu ternyata mampu menyiksa Tiffany. Dia menjaga hati, tapi Bara mampu melukai hatinya dengan goresan pisau yang tajam. Hingga Tiffany tak mampu menahannya dan melepas Bara. Rahasia itu cukup menyakitkan, dan cukup membuat Tiffany trauma akan cinta.”