icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjebak Pesona Nathan

Bab 4 Di Ujung Garbarata

Jumlah Kata:1092    |    Dirilis Pada: 03/02/2023

bali ke hotel,

p fokus melihat layar laptop. Jelas ini pertama kalinya m

?” tany

iku,” jawab Na

mar Davina agar Nathan dapat melihat keadaa

ar dengan tertatih-tatih sambil memegangi kakinya, membuat Nathan mengernyit dan seg

ina? Mengapa ia memegangi kakinya?”

kalau kakinya kr

tu pesawat akan segera dibuk

s berkata, “Beri tahu Davina, aku sedang menyelesaikan pekerjaan

memutuskan sambungan telepon dan memberi t

suk dari arah pintu kedatangan pesawat sambil membawa koper berukuran kecil yang berisi surat wasiat. Ia mengedarkan pandangan untuk mencari orang-orang Bernard yang kali ini

h sepuluh langkah, tetapi tidak ad

mana posisi para mafia itu

pi, kamu akan lebih aman apabila tetap diam!” Buk

dengar terengah-engah. Sepertinya dia dan Nathan b

ian Moiz,” ujar Nathan mem

g seperti apa

n alat itu pada k

tinya

gidentifikasi keberadaan Moiz.

stin. Ternyata para pengawal Bernard akan bergerak me

dah terikat, Moiz terlihat

ard menuju kemari?” tanya Na

ereka sedang bergerak ke

ah kemari! Alat penyadap itu harus

Felix?” tanya J

membuka kuncinya untukmu,” jawab Felix dengan jari-ja

menjadi titik acuan itu di atas lantai begitu saja. Mark kemudian m

iku meletakkan waypoint

an akan memberi tahu

stin!” pekik Ma

au seseorang sedang mengejarku.

alam kamar mandi di sebelah kanan dan lepas

berhasil! Seorang anak buah Bernard kehilangan jejak

t langkahnya dan keluar melalui pintu yang sudah dibuka ole

ket dan alat itu sekarang! Anak buah Bernard hanya berjarak dua puluh

point yang dimaksudkan dan segera

yapa, tepat ketika Justin

a tersenyum dan berkata dengan suara serak

rdik seseorang yang bertubuh lebih tinggi dari Justin. Tanganny

itu segera memaksa Moiz untuk meng

Moiz yang kesulitan mengatakannya kare

rnya, Justin?

ustin mulai berkeringat karena khawatir n

buah Bernard itu

tangannya dan menghembuskan napas lega ketika

hkan pada pemimpin yang mereka sebut ‘ketua’, Nath

n dan Davina, membuat laki-laki tampan itu merasa le

at tidur.” First berkata jujur

kamar untuk beristirahat. Sedangkan ketiga

ke hotel yang berbeda dan masih selalu mengali

a Davina sesudah menelan suapan perta

Nathan bertanya seolah tida

r-benar ingin tahu maka jawabannya belum,” jawab Davi

an diam-diam m

*

Davina kembal

an ke Pulau Bali, Davina hanya bisa diam m

mentraktir Nathan setiap saat selama ia berlibur di Singapura karena kelihatannya laki-laki itu harus berhemat agar bisa hidup dengan b

emiliki cukup banyak uang untuk membeli apartment di salah satu kawasan elit yang

mbuat Davina merasa rindu dan kesepian.

n meraih kedua

akan menemuimu kembali di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Ciuman Pertama2 Bab 2 Tidak Sengaja Berjumpa3 Bab 3 Sesuatu yang Disembunyikan4 Bab 4 Di Ujung Garbarata5 Bab 5 Tugas Baru6 Bab 6 Aku Sudah Memiliki Kekasih7 Bab 7 Menentukan Sikap8 Bab 8 Kebingungan Davina9 Bab 9 Rasa Penasaran10 Bab 10 Ulah Mira dan Arsenio11 Bab 11 Menemui Juli12 Bab 12 Cerita Davina13 Bab 13 Kedatangan Nathan14 Bab 14 Mengembalikan Ponsel Baru15 Bab 15 Cerita di Masa Lalu16 Bab 16 Menjadi Akrab17 Bab 17 Perihal Diska Lepas18 Bab 18 Pekerjaan Zayn19 Bab 19 Berebut20 Bab 20 Kurang Peka21 Bab 21 Kemarahan Davina22 Bab 22 Sedikit Informasi yang Menyenangkan23 Bab 23 Satu Kemajuan24 Bab 24 Cara Bimo Mengintimidasi25 Bab 25 Kemarahan Oma Rosa26 Bab 26 Penyelidikan Oma Rosa27 Bab 27 Bertemu Cakra28 Bab 28 Mencari Juli29 Bab 29 Cakra Mengunjungi Juli30 Bab 30 Eleni Bertemu Oma Rosa31 Bab 31 Perintah Oma Rosa32 Bab 32 Masalah Terjadi33 Bab 33 Saat Terdesak34 Bab 34 Pertemuan dengan Mr. Lee35 Bab 35 Pengakuan Gunawan36 Bab 36 Pertengkaran Si Kembar Nathan37 Bab 37 Juli Kecelakaan38 Bab 38 Kedatangan Edo39 Bab 39 Permintaan Oma Rosa40 Bab 40 Pertolongan Cakra41 Bab 41 Kabar Mengejutkan42 Bab 42 Satu-satunya Solusi43 Bab 43 Sahabat yang Berkhianat 44 Bab 44 Kekecewaan Nathan45 Bab 45 Siapa Kamu Sebenarnya 46 Bab 46 Pembicaraan Nathan dengan Zayn47 Bab 47 Persiapan48 Bab 48 Menyerahkan Bukti49 Bab 49 Penyusup50 Bab 50 Keluar dari Pusat Perbelanjaan51 Bab 51 Selalu Ada Pertolongan52 Bab 52 Keberuntungan Nathan53 Bab 53 Berperan sebagai Pebisnis54 Bab 54 Rencana Mr. Lee55 Bab 55 Penantian56 Bab 56 Awal dari Perjalanan Bisnis57 Bab 57 Back To Reality58 Bab 58 Tidak Bisa Memilih59 Bab 59 Chatting60 Bab 60 Pemilik Kata Sandi Kedua61 Bab 61 Pertarungan di Home Cocktail62 Bab 62 Itu Tidak Mudah63 Bab 63 Kata Sandi Kedua64 Bab 64 Tidak Bisa Tinggal65 Bab 65 Pengganti Justin66 Bab 66 Kata Tetangga67 Bab 67 Mulai Pendekatan68 Bab 68 Tentang Kata Sandi Ketiga69 Bab 69 Siapa yang Mengawasi 70 Bab 70 Rindu71 Bab 71 Bertemu Ezra72 Bab 72 Diam di Kamar73 Bab 73 Tanda Bahaya74 Bab 74 Posisi Kata Sandi Ketiga75 Bab 75 Pemegang Kata Sandi Ketiga76 Bab 76 Menolak Memberikan Kata Sandi77 Bab 77 Menculik Zayn78 Bab 78 Pertarungan di Bandara79 Bab 79 Ada Sesuatu yang Salah80 Bab 80 Pertolongan Zayn81 Bab 81 Kejutan untuk Juli82 Bab 82 Tombol Keamanan83 Bab 83 Perkataan Zayn yang Menyemangati84 Bab 84 Rencana untuk Masa Depan85 Bab 85 Mendadak Telepon86 Bab 86 Peluncuran Produk Baru87 Bab 87 Kejutan untuk Davina88 Bab 88 Kejujuran Davina89 Bab 89 Keputusan Steven90 Bab 90 Makan Siang yang Menyenangkan91 Bab 91 Terjadi Penculikan92 Bab 92 Rahasia Besar93 Bab 93 Gerak Cepat Seorang Steven94 Bab 94 Mengungkap Identitas Steven95 Bab 95 Pertanyaan Itu Lagi96 Bab 96 Tuduhan Juli97 Bab 97 Selamat Ulang Tahun, Davina!98 Bab 98 Melamar99 Bab 99 Belajar Bela Diri100 Bab 100 Isi Hati Nathan